Maria Fransisca Adriani jadi satu-satunya pelatih wanita yang masuk ke dalam Top 16 Coaches. Pelatih asal SMA Trimulia Bandung ini mengaku tidak mengetahui perihal bagaimana penilaian Honda DBL Camp 2022, session coach tersebut. 

"Jujur perihal penilaiannya saya tidak tahu menahu, hanya saja sudah dua kali kami  mengikuti test coaching," ujar pelatih dengan nomor punggung 43 tersebut.

Menurutnya, tes tersebut bisa jadi satu indikator penilaian. Namun, melihat dari kebanyakan nama yang masuk dalam daftar Top 19 adalah pelatih yang memang cukup legend.

"Mungkin juga yang dipilih memang yang legend-legend ya. Soalnya memang tadi saya lihat orang-orang yang memang luar biasa. Saya pun tidak menyangka bisa disejajarkan dengan coach tersebut," imbuhnya.

Terlepas dari itu, perempuan yang sudah 20 tahun menjadi pelatih basket ini mengaku sangat senang karena bisa diberikan kesempatan untuk bertemu dengan coach profesional seperti Anthony Garbelotto.

Jadi, tak hanya mendapatkan pengalaman dan teman-teman baru, Maria juga bisa sekaligus memperdalam ilmunya terkait olahraga basket. 

Terlebih ada beberapa ilmu baru yang bisa ia terapkan nantinya. "Beberapa sudah diterapkan. Namun, ada yang membuat penasaran ingin dicoba, seperti warming up dan sesuatu yang detailnya berbeda. Menurutku itu cukup efektif, jadi nanti bisa coba diterapkan ke pemain," ujarnya. (Fyi)

Populer

Skenario DBL East Java-North 30 Agustus: Perebutan Juara Grup Semakin Intens!
Hasil DBL East Java-North: Putra Sixteen dan Putra-Putri Smansa ke Round 2
Lumpuhkan Kosayu, Refleksi Musik Klasik dan Bekal Nyali Kunci Kemenangan Smabul!
Sukses Lancar Rejeki Tutup Rangkaian Road to AQUA X DBL
Indonesia Arena: Stadion Indoor Baru Kebanggaan Indonesia