Hari ini, 21 Desember 2025, dunia memperingati World Basketball Day atau Hari Bola Basket Sedunia. Sebuah momentum untuk menengok kembali bagaimana olahraga ini tumbuh, menyatukan, dan membentuk nilai lintas generasi.

Di Indonesia, peringatan Hari Basket Sedunia mungkin sulit dipisahkan dari perjalanan kompetis DBL. Kompetisi ini memang bukan liga profesional. Hanya liga amatir, tingkat pelajar SMA.

Tapi konsistensi 21 tahun DBL Indonesia menghadirkan kompetisi basket berkonsep student athlete menjadikan basket bukan sekadar kompetisi, melainkan ekosistem pendidikan, karakter, dan hiburan.

DBL lahir dari semangat bagaimana semua kompetisi olahraga semangatnya bukan mengejar prestasi, tapi partisipasi. Kompetisi ini dirancang sedemikian rupa agar banyak anak-anak muda di Indonesia tergerak untuk berpartisipasi. Bukan hanya berpartisipasi sebagai pemain yang bertanding, tapi juga berpartisipasi menjaga semangat kreativitas sekaligus sportivitas.

Dalam perjalanannya, DBL terus tumbuh. Terus mencoba menghadirkan sesuatu yang membuat anak-anak bersemangat dan bangga mengikuti DBL. Dalam tiga tahun terakhir, upaya itu coba dilakukan di Jakarta dengan menghadirkan Final DBL Jakarta di Indonesia Arena, venue megah yang dibangun untuk perhelatan FIBA World Cup 2023. Di mana ketika itu, Indonesia turut menjadi tuan rumah bersama.

Pilihan venue ini bukan semata soal skala. Ia adalah pernyataan. Bahwa mimpi anak-anak sekolah Indonesia layak dipertandingkan di panggung kelas dunia.

Selama tiga tahun berturut-turut, DBL Indonesia secara sadar menghadirkan euforia entertainment kelas dunia di Final DBL Jakarta. Mulai dari tata cahaya, tata suara, pertunjukan jeda, hingga narasi pertandingan.

Semuanya dirancang setara dengan laga profesional internasional. Itu semua bukan untuk mengaburkan esensi olahraga pelajar, tetapi justru untuk menegaskan bahwa pelajar Indonesia pantas merasakan atmosfer terbaik, tanpa harus kehilangan identitas sebagai student-athlete.

Upaya ini tidak berjalan dalam ruang hampa. Pengakuan datang dari berbagai penjuru. Yang terbaru dan semangat viral adalah pengakuan dari pengamat sepak bola Tommy Desky. Ia secara terbuka mengapresiasi atmosfer Final DBL Jakarta. Pengakuan semacam ini penting, karena datang dari luar ekosistem basket—menandakan bahwa apa yang dibangun DBL telah melampaui sekat cabang olahraga.

Namun, sebagai refleksi Hari Basket Sedunia, sebenarnya yang dilakukan DBL Indonesia tak sekadar berhenti pada panggung megah dan gemerlap lampu. Tapi ada pondasi yang juga mulai dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Yakni pondasi tentang bagaimana mengingatkan orang tentang siapa-siapa sosok penting di balik keberhasilan mereka yang menembus partai final DBL, baik Final DBL Jakarta, maupun di kota-kota lain.

Ya, di banyak final DBL—baik di Jakarta maupun di kota-kota lain—DBL secara sadar memberi ruang bagi mereka yang selama ini berada di balik layar perjalanan student athlete, terutama mereka yang akhirnya bisa menembus partai puncak.

Orang tua dan guru kerap dihadirkan bukan sebagai simbol, tetapi sebagai saksi. Saksi dari proses panjang yang tidak selalu terlihat di papan skor. Kehadiran mereka memberi makna yang berbeda. Membuat basket tidak lagi berdiri sendiri sebagai pertandingan, melainkan sebagai peristiwa keluarga dan pendidikan. Sekaligus sebuah pengingat bahwa prestasi pelajar tidak pernah lahir dari satu ekosistem saja, tetapi dari pertemuan rumah, sekolah, dan lapangan. Selamat Hari Basket Sedunia. Jangan lupa ucapkan terima kasih pada mereka yang membawamu hingga di titik saat ini.(*)

Ikuti Konten-Konten Hari Basket Sedunia lainnya:

Dear DBL: Tripoin Fenomenal Bawa Rasya Octo Dapat Banyak Peluang Lintas Karier!

Memaknai Perjuangan Benjamin Archie-Hannah Harshita dari Sudut Pandang Sang Ibu

Dear DBL: Dukungan untuk Efrael Yerusyalom yang Meningkat Pesat di Media Sosial!

Populer

Kembali Berjaya, UPH College Back-to-back Champion DBL Banten!
Putri KB Eagles Kembali Sabet Gelar Juara DBL Banten
Kamu Peserta DBL Lampung 2025-2026? Nih Jadwal Technical Meeting-nya!
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
Adelaide Callista Belajar Tiga Hal ini dari Dempo dan Honda DBL Camp