Bagi sebagian orang, basket mungkin hanya soal menang dan kalah. Tapi bagi Rasya Octo Kurnia, lapangan bisa membuka pintu ke pengalaman yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.
Nama Rasya Octo Kurnia dari SMA Pangudi Luhur Jakarta mendadak jadi buah bibir setelah satu momen krusial di semifinal Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta Championship.
Tembakan tiga poin di detik akhir yang dilepaskannya memaksa SMA Bukit Sion Jakarta menjalani laga if necessary. Pangudi Luhur Jakarta menang tipis 61-60.
Sejak saat itu, kehidupan Octo -sapaan akrabnya- tak lagi sepenuhnya sama. “Setelah main DBL, terutama habis pertandingan lawan Buksi itu, rasanya pengalaman aku nambah jauh banget,” ujar Octo.
Bukan hanya soal atmosfer pertandingan atau tekanan di lapangan. Ada hal-hal lain yang datang menyusul. Hal-hal yang bahkan tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Baca Juga: Rekor Kemenangan Buksi Pecah, Pangudi Luhur Paksakan If Necessary!
Salah satunya soal popularitas. Dari yang awalnya hanya dikenal di lingkaran sekolah dan basket, kini Octo mulai dikenal banyak orang. Bahkan di luar dunia basket.
“Followers (Instagram) aku naik banyak banget. Dari sekitar 1.500 sekarang jadi 3.200,” katanya sambil tertawa.

Aksi Rasya Octo (jersei biru) saat membela SMA Pangudi Luhur Jakarta di semifinal DBL Jakarta Championship 2025
Dan bukan hanya angka di media sosial. Bahkan dampaknya terasa di kehidupan sehari-hari. Octo mulai sering disapa orang asing. Dari anak kecil, teman sebaya, sampai ibu-ibu dan bapak-bapak.
“Iya, kak. Bahkan ibu-ibu juga suka ngajak foto. Aku gak tahu, mereka tahu aku dari mana, mungkin dari anaknya,” ucapnya heran.
Tak berhenti sampai di situ. Setelah DBL usai, pengalaman baru juga menghampiri. Octo mendapat kesempatan casting dan photoshoot. Sebuah dunia yang sebelumnya hanya jadi bagian dari mimpi masa kecil.
“Aku seneng banget, soalnya nambah pengalaman. Terus juga itu impian aku dari kecil,” katanya.
Baca Juga: Tegang Terus, Tegang Lagi! DBL Jakarta Penuh Drama!
Meski belum ada kabar lanjutan soal hasil casting dan photoshoot, Octo mengaku sangat menikmati prosesnya. Baginya, semua ini adalah bonus dari perjalanan panjangnya di basket.
Di momen peringatan Hari Bola Basket Sedunia yang jatuh tepat pada 21 Desember, kisah Octo jadi pengingat bahwa basket tak selalu berhenti pada nasib menang atau kalah.
Kompetisi seperti DBL bisa membuka jalan ke banyak pengalaman baru, juga tentang mimpi masa kecil yang kini perlahan menemukan jalannya.
Mungkin benar, tanpa DBL, Octo tak akan pernah tahu rasanya dipanggil orang asing di mall hanya untuk foto bersama. Atau berdiri di depan kamera untuk menjalani casting. Dan dari situlah basket bekerja dengan caranya sendiri.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day. (*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)