ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

“Kalau bukan karena ibuk mungkin aku nggak akan pernah tahu dan belajar untuk berdamai dan ikhlas dengan keadaan,” buka Zaki Novran Saputra, penggawa SMA BSI Palembang di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 South Sumatra.

Kisah perjuangan ibunya untuk melihat Zaki -sapaan karibnya- bertanding sungguh luar biasa. DBL Play beberapa kali mendapat kesempatan untuk mewartakan kisah Nyimas Dewi Arimbi, ibu dari Zaki.

Bertepatan pada momen Hari Ibu, kami memilih sudut pandang yang lain untuk memperingati momen sakral ini. Jika beberapa momen kemarin sang ibu mendapat kesempatan untuk berbagi cerita.

Baca juga: Tak Terukur di Statistik, Peran Ibu Selalu Otentik

Kali ini Zaki kami berikan wadah untuk bercerita. Cerita bagaimana sang ibu bukan hanya mengajarkan semangat untuk terus hidup. Melainkan adalah momen-momen sakral yang barangkali tak bisa ia ulang lagi.

Baca juga: Kasih Ibu Nyimas Dewi untuk Zaki Novran Sepanjang Masa

Kiranya tulisan ini bisa menjadi salah satu tempatnya untuk menyimpan cerita kenang-kenangannya bersama ibu tercinta. Berikut perbincangan lengkap kami dengan Zaki.

Halo Zaki, apa kabar? Ibu juga bagaimana kabarnya?

Halo Mas, kabar Zaki sama ibuk sehat dan aman-aman aja.

Langsung saja ya Zaki, bagaimana sih rasanya selalu ditonton sama ibu waktu kamu main basket? Bahkan ibu itu sampai bela-belain nonton kamu lho meski kondisinya sempat kurang sehat.

Menurutku lihat ibu yang selalu berjuang dan bela-belain nonton aku tanding dalam keadaan sakit itu keren sih. Menurut aku ya gak ada lorang lain yang akan tulus ngelakuin itu kalau bukan ibu.

Jujur, aku ngerasa bangga banget jadi anaknya walau umur dan kondisinya yang seharusnya istirahat tapi justru lebih mentingin anaknya. Ibu selalu kasih seratus persen buat anaknya, padahal ibuk sendiri cuman punya 50 persen. Bangga banget.

Tapi, kamu pernah merasa khawatir gak Zak? Apalagi kan beberapa kali ibu nonton kamu main kondisinya belum benar-benar sehat. Kayak bilang ke ibu kalau nggak perlu nonton dulu, bisa nonton di YouTube DBL Play gitu?

Lho, aku selalu bilang gitu ke ibu. Karena aku takut kalau ibu sampai bela-belain nonton itu ibu makin sakit. Kan memang seharusnya kondisi ibu itu perlu banyak waktu untuk istirahat.

Tapi ibuk selalu punya jawaban yang bikin aku nggak bisa buat menolak. Kayak pernah waktu itu ibu pengin nonton itu karena mau kasih aku semangat. meski kondisi kurang sehat, ibu mau lihat aku berjuang.

Dari situ bikin aku tersadar, Mas. Kalau kebahagiaan dan kehangatan itu bukan soal harta. Melainkan soal kasih sayang dan rasa perhatian dari orang tua.

Oh iya, Zaki sendiri pernah nemenin ibu cuci darah? Apa yang Zaki bayangkan ketika momen-momen itu?

Pernah. Itu jadi momen yang paling aku ingat. Soalnya itu jadi refleksi diri aku sendiri. Aku pernah ada di titik jenuh dan capek buat tunggu ibu selesai cuci darah dan jaga ibuk di rumah sakit.

Apalagi kan aku bisa aja main sama teman-teman, ngelakuin hobi aku. Tapi, aku punya sudut pandang lain soal kegiatan ini. Kalau semisal takdir lagi gak berpihak ke aku, pasti aku akan selalu nyesel karena selalu menolak buat temenin ibu di rumah sakit. Apalagi aku bisa sampai di titik ini juga karena ibu yang sudah ngelahirin aku ke dunia.

Kalau momen yang paling berkesan sama ibu juga waktu momen-momen menemani ibuk di rumah sakit?

Nggak juga. Momen paling berkesan itu waktu ibu nonton aku tanding. Menurutku gak semua orang bisa ngerasain apa yang aku rasakan, Mas.

Misal, ada beberapa anak yang waktu dia tanding orang tuanya belum bisa nonton mungkin karena ada kerjaan atau lagi keluar kota. Nah, di situ aku bersyukur banget. Soalnya punya ayah sama ibu yang hebat. Selalu berjuang buat aku walaupun kondisi mereka harusnya sudah buat istirahat saja.

Cinta Zaki Novran ke Ibu Nyimas Dewi Arimbi Seluas Samudra Tak BerujungIbu Nyimas Dewi Arimbi menyaksikan anaknya mengambil kesempatan tembakan gratis

Tapi mereka lebih memilih buat ngehabisin masa-masa tua untuk lihat aku berjuang dan bertumbuh.

Ada hal yang ingin kamu ungkapin ke ibu Zak? Tapi, kamu malu buat bilang atau takut nangis mungkin.

Ada. Aku bangga dan bersyukur banget punya ibu yang selalu mengusahakan semuanya untuk aku dan kehidupan aku. Padahal hidupnya sendiri kadang belum sepenuhnya tercukupi. Tapi, dia selalu memilih buat ngebuat aku ngerasa setara sama orang lain.

Aku minta maaf sama ibu karena justru kehadiran aku di sini bikin ibu gak bisa menikmati masa tua ibuk dengan tenang dan normal. Maaf kalau aku keras kepala ketika dinasihati ya bu.

Aku tahu nasihat ibu suara paling berharga. Karena aku gak akan selamanya bisa terus dengerin itu. Satu yang perlu ibu tahu, kalau rasa sayang aku ke ibu itu seluas samudra yang nggak pernah ada ujungnya. Aku selalu berharap kalau ibuk selamanya sama aku. I love you more than anything, Ibu.

Wah, terima kasih ya Zaki sudah mau bercerita. Salam buat ibu ya. Semangat terus main basketnya!

Sama-sama, Mas. Terima kasih juga sudah boleh dikasih kesempatan buat bercerita. Siap.

Profil Zaki Novran bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY