Keysha Anggely Beda, student athlete asal SMAN 3 Kupang menjadi salah satu pemain kunci Smantig -sebutan SMAN 3 Kupang- ketika mengalahkan SMA Giovanni Kupang. Pada gim tersebut, Key -sapaan karibnya- berangkat dari bangku cadangan dan mengoleksi 7 poin plus 3 rebound.
Moncernya Key di laga perdana buah dari dukungan keluarganya. Mendukung penuh pilihannya untuk di basket, “Banyak orang-orang terdekat di belakangku yang sudah ngedukung aku,” ungkapnya.
Menariknya, Key baru saja menekuni basket ketika masih duduk di bangku SMP. Sebelumnya doi lebih suka bermain bulu tangkis.
“Aku sempat mencoba buat silat sama bulu tangkis sih. Ngerasa kurang cocok saja. Aku lebih tertarik nonton main basket,” ujarnya.
Berawal dari fomo itu pula yang membuat Key jatuh hati ke basket. Ada hal yang akhirnya ia temukan ketika dirinya melantun, “Seru aja gitu terlibat dalam satu tim yang ada lima orang di dalamnya. Terus kompak juga buat nyetak poin,” ceritanya.
Masa-masa transisi perpindahan dari bulu tangkis ke basket itu, kedua orang tuanya selalu mendukung pilihan Key.
“Mereka itu sudah buang-buang waktu, buang-buang uang, sama tenaga untuk ngedukung aku. Jadinya aku juga harus berusaha maksimal setiap pertandingannya,” terangnya.
Kepada DBL Play, doi menitipkan pesan untuk kedua orang tuanya. Pesannya simpel. Ucapan syukur karena selalu mendukung pilihannya kala duduk di bangku SMA.
“Terima kasih yang paling tulus dari aku buat papa dan mama karena selalu jadi orang tua yang ngedukung pilihan anaknya. Walaupun aku masih banyak nyusahinn tapi tetap selalu ada dan dukung aku. Feel grateful to have them as my parents,” tandasnya.
Profil Keysha Anggely Beda bisa kalian cek di bawah ini.