Jarak geografis selama ini menjadi tantangan bagi pembinaan olahraga di Kepulauan Seribu. Hal itu coba dijembatani melalui Basketball Clinic Kepulauan Seribu yang digelar DBL Academy di SMAN 69 Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 pelajar SMP dan SMA putra dan putri. Bagi sebagian peserta, ini menjadi kesempatan pertama mereka merasakan latihan basket yang dipandu langsung oleh para pelatih profesional.
Basketball Clinic Kepulauan Seribu dipimpin langsung jajaran pelatih DBL Academy yang fokus pada pengenalan fundamental basket. Mulai dari basic dribble, passing, shooting, hingga layup diberikan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi dan pengalaman para peserta.
Ghofir Septyadin, Kepala UKT 1 Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, menilai Basketball Clinic sangat berarti bagi pelajar di Kepulauan Seribu.
Pasalnya, akses pembinaan olahraga, khususnya bola basket, sangat terbatas dibandingkan wilayah Jakarta daratan.
“Kalau di Kepulauan Seribu, tingkat SMA/sederajat hanya ada dua titik. SMA ada di Pulau Pramuka, yakni SMAN 69 Jakarta, dan satu SMK di Pulau Tidur. Ini memang satu-satunya SMA di wilayah ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SMAN 69 Jakarta menjadi sekolah favorit bagi pelajar dari berbagai pulau penduduk. Bahkan, sekolah ini menyediakan asrama putra dan putri untuk siswa yang berasal dari pulau lain. Selain itu, fasilitas kapal antar-jemput juga disiapkan setiap awal dan akhir pekan.
“Senin pagi siswa dijemput oleh kapal dari pulau masing-masing, lalu Jumat mereka diantar kembali. Semua difasilitasi oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta,” jelasnya.
Meski begitu, keterbatasan pembinaan menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, pelajar Kepulauan Seribu kerap kesulitan bersaing saat mengikuti ajang di tingkat provinsi dikarenakan minimnya latihan berkelanjutan.
“Kalau ikut event kita selalu kirim. Tapi sering kalah di tengah jalan karena pembinaannya kurang. Ini jadi PR kami, bagaimana anak-anak di Kepulauan Seribu ini bisa punya talenta yang berkembang,” tambahnya.
Antusiasme peserta dalam Basketball Clinic ini pun menjadi sorotan. Meski hanya 40 siswa yang bisa turun ke lapangan sesuai kuota, banyak pelajar lain terlihat ikut menyaksikan dari pinggir lapangan.
“Kalau tidak dibatasi, mungkin semuanya ingin ikut. Mereka penasaran dan tertarik. Ini bukti bahwa kegiatan seperti ini memang ditunggu,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala SMAN 69 Jakarta, Ali Musa. Ia menilai kegiatan pembinaan seperti Basketball Clinic perlu dilakukan secara berkesinambungan agar minat dan kemampuan pelajar bisa berkembang.
“Secara kondisi tubuh sebenarnya anak-anak ini bagus, tapi gerakannya masih kaku. Itu wajar karena belum terbiasa. Kalau latihan dilakukan rutin, pasti akan berubah. Semua butuh proses,” ungkapnya.
Menurutnya, keberlanjutan jadi kunci utama. Tidak harus terlalu sering, namun konsisten agar pelajar semakin familiar dengan olahraga basket.
“Yang penting mereka familiar dulu. Kalau sudah melihat dan merasakan langsung, minat itu akan tumbuh. Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan rutin, entah tiga bulan sekali, satu semester, atau setahun sekali,” jelasnya.
Melalui Basketball Clinic Kepulauan Seribu, DBL Academy bersama Perbasi dan Dispora Jakarta membuka peluang pembinaan yang lebih merata.
Dari pulau-pulau yang jarang tersentuh kegiatan basket, harapan baru pun mulai tumbuh, bahwa talenta masa depan bisa lahir dari mana saja, termasuk dari Kepulauan Seribu.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day. (*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa