Bagi para pengguna media sosial, nama Fitri Andriani atau akrab dengan sapaan Mami Fitri mungkin sudah tak asing lagi.
Di balik kesehariannya sebagai tenaga pengajar di SMKN 7 Batam, ia juga dikenal aktif membagikan beragam konten seputar dunia basket.
Kepada DBL Play, Mami Fitri dengan terbuka membagikan cerita perjalanannya hingga kini menjalani peran sebagai guru sekaligus kreator konten. Siapa sangka, olahraga basket sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya sejak masih duduk di bangku sekolah.
“Awalnya, saya masih siswa kelas satu di SMPN 2 Jambi ikut olahraga atletik. Tiba-tiba, dipanggil guru disuruh latihan basket karena kalau tidak akan tinggal kelas. Kami generasi yang takut guru jadi latihan, walaupun sebel satu bola direbut ramai-ramai,” ungkap Mami Fitri.
“Di permainan pertama, saya salah memasukkan bola ke gawang sendiri. Karena rutinitas ini akhirnya jadi hobi, saya yang siswa miskin dimasukkan ke dalam klub basket dengan biaya gratis,” sambungnya.
Tak main-main, namanya bahkan pernah tercantum dalam roster tim basket Jambi di ajang Kejuaraan Nasional Bola Basket Junior 1994, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) 1995 dan 2000.
Baca Juga: Cerita Sonia Heidi Berhasil Tembus Top 24 Berkat Jalur DBL Play Road to DBL Camp
Piagam milik Mami Fitri saat mengikuti PON 2000 (kiri) dan PON 1995 (kanan)
Belum lama merasakan atmosfer persaingan di level nasional, Mami Fitri sayangnya harus menerima kenyataan pahit untuk menepi dari lapangan. Cedera lutut yang diderita membuatnya tak lagi memungkinkan untuk melanjutkan langkah sebagai atlet.
“Setelah PON, saya bantu melatih di klub. Di 2001, saya sudah selesai kuliah dan langsung kerja di Batam. Kemudian, saya bertugas sebagai guru di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) di Kepulauan Anambas pada 2010,” cerita Mami Fitri.
Selama tujuh tahun lamanya, ia mengabdi sekaligus dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Kepala SMKN 1 Anambas. Barulah setelah itu, Mami Fitri memutuskan hijrah ke Batam.
“Di 2017, saya menjadi guru di SMKN 7 Batam sebagai Guru Akuntansi. Saya juga mengalami cedera lutut kedua yang membuat saya dilarang olahraga selama dua tahun untuk pengobatan lutut. Sekarang, saya mengajar mata pelajaran Kreatif Inovatif dan Kewirausahaan,” sambungnya.
Kendati demikian, kecintaan Mami Fitri pada basket tak langsung sirna begitu saja. Ia memilih untuk menyalurkan kembali minat tersebut melalui platform media sosial, @fitriandriani18, yang kini aktif dikelola.
Walau tak lagi merasakan sengitnya pertandingan secara langsung, Mami Fitri ingin tetap memberi dampak positif bagi generasi muda. Baginya, basket bukan sekadar olahraga, melainkan ruang bertumbuh untuk belajar disiplin, kerja keras, dan percaya diri.
“Perkembangan basket itu luar biasa, ya. Latihan dan skill anak-anak sekarang lebih keren. Saya ingin memotivasi karena saya lihat ada anak baru latihan sebentar sudah berani minta main. Di zaman saya, enggak boleh minta main karena itu haknya pelatih,” ujar Mami Fitri.
Ia kemudian melanjutkan. “Basket itu olahraga tim yang membangun karakter dan itu sudah saya rasakan setelah tidak di basket. Kita bisa bekerja sama, memahami kekurangan orang lain, dan mau berbagi.”
Saat mengetahui adanya program DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, Mami Fitri langsung menyambutnya dengan antusias.
Menurutnya, program ini menjadi pintu yang membuka peluang lebih luas bagi student athlete dari berbagai penjuru Indonesia untuk bisa terbang ke Amerika Serikat bersama skuad DBL All-Star. Termasuk, bagi pelajar SMA/sederajat di Batam yang belum masuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026.
“Luar biasa banget. Anak-anak di Batam itu banyak yang ikut klub basket, jadi mereka punya kesempatan untuk mencoba dan menunjukkan kemampuannya. Program yang luar biasa untuk menyapa anak-anak yang belum ada ajang DBL di provinsinya,” ungkap Mami Fitri.
Baca Juga: Sempat Gagal, Deswita Salma Kembali Ambil Bagian di DBL Play Road to DBL Camp!
Lebih jauh lagi, ia turut mengajak para student athlete di berbagai daerah untuk tidak ragu ambil bagian dalam DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026. Ia menilai peluang seperti ini terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.
“Jangan tunggu jadi paling jago dulu baru tampil. Justru karena kamu tampil, kamu jadi berkembang. Semua pemain hebat pernah salah dribble dan airball. Bedanya, mereka tetap maju. Lapangan itu tempat orang yang mau belajar dan berani. Ayo, tunjukkan kemampuanmu,” pungkasnya.
Kabar baiknya, pendaftaran DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 sudah dibuka mulai Rabu, 18 Februari 2026 hingga Jumat, 27 Februari 2026.
Nantinya, lima partisipan putra dan lima partisipan putri dengan vote terbanyak berhak untuk bersaing di Kopi Good Day DBL Camp 2026. Yang pasti, semua akomodasi telah difasilitasi oleh DBL Indonesia secara gratis!
Sebagai informasi, DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 menjadi salah satu rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa