Bagi Daniel Tigor, musim ini bukan sekadar tentang statistik atau penghargaan. Ini adalah penutup dari perjalanan panjangnya sebagai pemain basket pelajar. Ini juga menjadi salah satu musim paling berarti.
Pemain dari Global Prestasi School Bekasi ini tampil sebagai bagian penting dalam perjalanan timnya di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Java. Dalam enam pertandingan yang ia jalani, Daniel mencatatkan 55 poin dengan rata-rata waktu bermain 20 menit per game. Angka yang tak hanya menunjukkan produktivitas, tetapi juga konsistensi di lapangan.
Performa tersebut membawanya masuk dalam jajaran Kopi Good Day Second Team 2025 West Java sebuah pengakuan yang datang tepat di tahun terakhirnya sebagai siswa SMA.
Baca Juga: Steven Sebastian, SMAN 9 Bandung, dan DBL Camp 2026
Namun bagi Daniel, momen yang paling membekas justru bukan pada daftar penghargaan, melainkan kesempatan untuk berangkat ke DBL Camp untuk pertama kalinya.
“Apalagi di tahun terakhir bisa jadi kenang-kenangan saat masih SMA.”
Tak ada target muluk yang ia pasang. Daniel memilih pendekatan sederhana: memberikan yang terbaik. Persiapannya pun tidak berlebihan. Ia lebih banyak mengandalkan latihan individual, sesekali mengikuti scrimmage atau pertandingan untuk menjaga ritme.
Perjalanan Daniel menuju titik ini bukanlah cerita yang instan. Ketertarikannya pada basket bermula sejak SMP, bahkan sejak saat itu, DBL sudah menjadi mimpi.
“Basket dari awal masuk SMP. Memang dari SMP pengen DBL, soalnya keren aja gitu. DBL kan gengsinya juga tinggi,” ujarnya.
Namun, perjalanan Daniel juga tak mulus-mulus aja. Akademik juga menjadi fokus utamanya. Meski sempat harus mengambil jeda selama sebulan demi fokus pada pendidikan dan mengejar nilai TKA, Daniel mengimbanginya dengan berlatih di lapangan.
Menariknya, awal mula ia bermain basket bukan karena ambisi menjadi atlet. Seiring waktu, basket menjadi satu-satunya olahraga yang benar-benar ia tekuni secara mendalam.
“Awalnya diajak kakak kelas masuk klub karena tinggi. Tapi waktu itu saya mau biar nurunin berat badan saja, soalnya dulu gendut.”
Dalam perjalanannya, dukungan keluarga menjadi fondasi utama. Namun di luar itu, ada satu sosok yang ia anggap berperan besar dalam perkembangan dirinya: Coach Agung.
“Orang tua pasti pendukung terbesar. Tapi saya salut banget sama coach SMA saya, Coach Agung. Dia yang membina saya sampai sekarang.”
Uniknya, hubungan mereka sudah terjalin sejak sebelum SMA.
“Dulu pelatih di klub, lalu sempat keluar. Pas di SMA ternyata ketemu lagi." lanjutnya.
Kini, menjelang akhir masa SMA, Daniel tidak hanya menutup perjalanan dengan pengalaman berharga di DBL Camp, tetapi juga dengan pengakuan sebagai salah satu pemain terbaik di wilayahnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga hadir di 31 kota dari 22 provinsi di Indonesia. Dari setiap kota penyelenggara, para student athlete terbaik akan diseleksi melalui DBL Camp untuk meraih kesempatan bergabung ke jajaran DBL Indonesia All-Star.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. (*)