Dua musim lalu nama Hendra Thio masih tercantum sebagai pemain IBL. Kini Hendra menjadi salah satu dari 52 pelatih yang mengikuti Kopi Good Day DBL Camp 2026 yang dimulai pada Senin (27/4).

Ditemui di sela-sela kamp yang berlangsung di DBL Academy Jakarta East itu, Hendra menceritakan awal mula dirinya terjun sebagai pelatih. Menjadi pelatih sebelumnya memang tidak pernah terlintas dalam benak Hendra.

“Ada teman yang harus pergi ke Australia. Saya diminta jadi pengganti. Awalnya nggak mau karena saya nggak ada passion jadi pelatih. Setelah dipaksa-paksa, saya bilang oke. Ternyata seru juga setelah dijalani,” ungkap Hendra.

Baca juga: Adu Taktik Para Maestro! Deretan Pelatih Hebat Ini Siap Mengguncang DBL Camp

Hendra terakhir kali tampil sebagai pemain profesional di IBL 2024 bersama Rajawali Medan. Hendra sudah berada di tim tersebut sejak 2022 saat masih bernama Evos Thunder Bogor.

Hendra masuk dalam roster Prawira Bandung di IBL All Indonesian 2024. Tapi ia tidak bermain hingga Prawira tersingkir di semifinal. Kemudian Hendra menyampaikan perpisahan karena memutuskan gantung sepatu pada usia 28 tahun.

Dari titik inilah hidup Hendra berubah. Ia membuat kejutan dengan menjadi pelatih tim putra dan putri SMA Santo Paulus Pontianak. Hendra langsung mengantar tim putra juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Kalimantan.

Ini menjadi pertama kalinya Santo Paulus juara sejak DBL West Kalimantan dimulai pada 2008. Dalam babak final, Santo Paulus mengalahkan dominasi belasan tahun SMA Santo Petrus Pontianak.

Baca juga: Rekap DBL Camp 2026 Hari Kedua: Persaingan Menuju DBL All-Star Makin Panas!

Kemenangan tersebut mengantar Hendra menjadi pelatih terbaik dan berhak mengikuti kamp pelatihan basket pelajar terbesar se-Indonesia. Hendra tidak menyangka mendapat kesempatan ikut DBL Camp.

“Sebenarnya bisa masuk DBL Camp itu bonus. Paling utama buat saya ingin bawa anak-anak juara. Saya juga alumni dari sekolah yang saya latih. Sekarang pride-nya berbeda. Jadi memang tujuan utama saya untuk meraih gelar juara,” kata Hendra.

Hendra menjalani DBL Camp 2026 yang juga menjadi seleksi DBL All-Star 2026. Nantinya ada empat pelatih yang masuk skuad terbaik dan mendapat kesempatan menimba ilmu di luar negeri.

Baru setahun jadi pelatih dan langsung masuk DBL Camp 2026 memberi kesan tersendiri bagi Hendra. Terutama bertemu pelatih-pelatih dari berbagai daerah. Pertemuan itu memberi Hendra pandangan tentang perkembangan basket di luar Kalimantan.

“Nggak munafik saya juga ingin masuk All-Star. Misalnya terpilih ya bersyukur. Kalau tidak, berarti memang ilmunya belum cukup buat ke sana. Harus belajar lebih banyak lagi. Setelah pengalaman-pengalaman ini, saya memang sudah mantap jadi pelatih,” tegasnya. (rag)

Baca juga: Dulu Kiper, Kini Campers, DBL Camp Jadi Mimpi Hengki Lala’ar

Populer

Serba Bisa! Cleandro, Jungler Mobile Legend yang Pandai Matematika & Jago Basket
Dulu Kapten Tim Basket, Sekarang Jessica Debut di AQUA DBL Dance!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-West 2026, Sabtu, 12 September 2026
Yogishwara, Murid Legenda Basket Bali yang Merantau ke Depok!
Tinggalkan Catwalk, Fawwaz Kejar Mimpi Bersama Libels