Ada satu momen yang paling membekas bagi Daffa Mahesa Eka Prana, salah satu anggota tim putra SMAN 13 Surabaya (Thirteen), selama menjalani training camp (TC) 3 hari 2 malam di Pacet.
Sebagai kapten tim, ia menyadari TC tersebut menjadi kesempatan terakhirnya mengukir cerita di Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North.
“Rasanya seperti bilang, ‘Maybe in another life, kita bisa main DBL bareng sekali lagi. Maybe in another life, kita masih pakai jersei yang sama.’”
Kalimat itu menjadi gambaran perasaan Mahesa setelah melalui rangkaian persiapan bersama rekan rekan seperjuangannya. Di balik padatnya agenda latihan, justru kebersamaan selama TC menjadi kenangan yang paling ia nikmati.
Baca juga: Menuju DBL East Java-North: Dlight Antusias Angkat Tema Baru!
“Banyak sekali obrolan dan candaan yang pecah di TC kali ini. Dengan huru hara persiapan DBL, banyak momen yang rasanya ingin kita ulangi dari awal kita membahas DBL sampai last year ini. Rasanya semua ingin terus di sana dan merasakan masa SMA, apalagi kita dapat kesempatan bermain di DBL,” ujarnya.
Skuad putra SMAN 13 Surabaya berfoto bersama saat menjalani training camp di Pacet jelang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. (Foto: dokumentasi pribadi Daffa Mahesa Eka Prana)
Bagi Thirteen, TC kali ini bukan sekadar agenda tahunan. Seluruh pemain menjalani pembentukan fisik, mental, karakter, hingga kedisiplinan.
Baca juga: Menuju DBL East Java-North: Twenty Latihan Habis-habisan untuk Buktikan Diri!
Mahesa bahkan menggambarkan suasana TC layaknya di barak. "Semua pemain dilatih disiplin. Selalu ada waktu dan target dalam melakukan sesuatu, seperti mandi, makan, sampai kebersihan. Mental juga dilatih lewat berbagai tantangan, begitu juga fisik yang benar-benar diasah dari pagi sampai malam,” jelasnya.
Berbeda dari musim lalu, persiapan tahun ini juga menghadirkan pola latihan baru. Program gym mulai ditambahkan untuk menunjang kekuatan fisik pemain.
Kemudian, porsi lari tidak sebanyak musim sebelumnya, tetapi intensitas latihan semakin meningkat untuk memperbaiki detail-detail kecil di lapangan.
Menurut Mahesa, perubahan metode tersebut menjadi bagian dari evaluasi dari gelaran musim lalu. “Targetnya jelas, fisik pemain harus lebih kuat supaya tidak mudah cedera lagi,” katanya.
Baca juga: Menuju DBL East Java-North: Putra Sanmar Optimis Sabet Predikat Juara Grup
Selain TC, Thirteen juga mencari pengalaman baru lewat latih tanding di luar Surabaya. Mereka memilih Pasuruan dan Mojokerto sebagai tujuan scrimmage demi menghadapi karakter permainan yang berbeda-beda.
"Kita tidak bisa menebak atau meremehkan lawan. Setelah pembentukan fisik, mental, dan karakter di TC, kami juga harus bisa menjaga kondisi tubuh saat menghadapi jadwal yang padat,” tutur Mahesa.
Meski mengakui porsi TC dan latih tanding tahun ini tidak sebanyak musim lalu, Mahesa merasa kualitas persiapan tetap meningkat. Disiplin yang dibangun secara perlahan membawa perubahan dalam tim.
“Setelah TC selesai, perkembangan yang paling terasa ada di komunikasi kami. Sekarang sudah paling paham satu sama lain. Bercanda lebih nyambung, koordinasi di lapangan juga lebih enak,” ungkapnya.
Baca juga: Menuju DBL East Java-North: Putra Libels Bangun Chemistry di Malang!
Di tengah persiapan tersebut, Thirteen juga menyambut kehadiran pemain kelas X. Mahesa berharap para pemain baru mampu cepat beradaptasi dengan budaya tim dan membantu mewujudkan target pada musim ini.
“Semoga pemain baru bisa cepat beradaptasi dengan tujuan dan target kami tahun ini, supaya bisa terus mengharumkan nama sekolah,” ujarnya.
Di DBL East Java-North, putra Thirteen berhasil menembus Round 2. Capaian itu ingin mereka pertahankan, bahkan jika kesempatan datang, Mahesa berharap timnya mampu melangkah lebih jauh hingga babak playoff.
Namun, di balik target kompetitif tersebut, tetap ada satu kenyataan yang tak bisa dihindari. Musim ini akan menjadi perjalanan terakhir Mahesa bersama teman-teman Thirteen.
“Enggak bisa bayangin sepecah apa nanti tangisan mereka di last year ini,” tutup Mahesa.
Tim putra SMAN 13 Surabaya tergabung dalam grup S di Round 1 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Mereka akan menjalani laga panas melawan SMAN 6 Surabaya, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, dan SMA Santa Agnes Surabaya
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Menuju DBL East Java-North: Canda Tawa Putri Smanita Tingkatkan Solidaritas Tim
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)