Trzy Mania Ajak Stigabaya Lawan Keputusasaan Lewat Koreo

| Penulis : 

Koreo yang dibentangkan kelompok suporter SMKN 3 Surabaya (Stigabaya) di tribun bukan sekadar suguhan visual untuk menemani perjuangan mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Di balik rangkaian kata dan gambar yang mereka siapkan, terselip pesan untuk para pemain yaitu jangan menyerah ketika keadaan sedang tidak berpihak.

Pesan itu terasa semakin berarti setelah Stigabaya harus menelan kekalahan dari SMA Al-Hikmah Surabaya. Bermain di laga tersebut, Stigabaya takluk dengan skor akhir 23-8.

Konsep koreo pada laga kali ini menggambarkan seseorang yang berjuang melawan keputusasaan dan terus maju menghadapi berbagai tantangan. Pesan tersebut sengaja dipilih Trzy Mania (julukan suporter SMKN 3 Surabaya) usai melihat kondisi Stigabaya yang dinilai sedang membutuhkan suntikan semangat.

Koreo "tutup telinga" dari Trzy Mania untuk Stigabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

“Konsep koreo hari ini menggambarkan tentang seseorang yang berjuang melawan keputusasaan dan terus maju melawan tantangan apa pun yang dihadapinya,” ujar Ardifky Octa, capo Trzy Mania.

Pesan itu kemudian dituangkan melalui tulisan yang dibentangkan di tribun. Salah satunya berupa ajakan untuk menutup telinga dari hal-hal yang dapat menjatuhkan mental.

Baca juga: Bukan Koreo Panda Biasa, Ini Identitas Ultras Smekda

Bagi Trzy Mania, koreo menjadi salah satu cara untuk berbicara kepada pemain tanpa harus turun langsung ke lapangan. Mereka ingin Stigabaya tetap fokus dengan perjuangannya sendiri, meski berbagai tekanan datang dari luar.

“Kita semangatin tim basket pakai kata-kata sama koreo. Soalnya pemain basket kita kayak lagi mengalami keterpurukan,” tutur remaja yang akrab disapa Difky.

Menurutnya, kondisi tersebut juga terlihat dari permainan Stigabaya. Karena itu, Trzy Mania memilih tidak sekadar membuat koreo yang menarik secara visual. Mereka ingin setiap elemen yang ditampilkan punya pesan yang bisa diterima pemain.

Salah satunya diwujudkan melalui objek utama di bagian tengah koreo yang dibuat menyerupai seseorang dengan jersei. Sosok tersebut seolah menjadi representasi pemain Stigabaya yang sedang berjuang di lapangan.

Pesannya sederhana yaitu tetap fokus, saling mendukung, dan jangan terlalu memikirkan suara-suara yang dapat mengganggu mental.

Baca juga: Garap Koreo Tema Nostalgia, Wolumania Diwarnai Aksi Pocong-Pocongan

“Intinya buat nyampaikan ke tim basket. Fokus, saling support dulu. Kurang lebih kayak, ‘Wis, awakmu main-main, tak dukung kene,’” kata Difky.

Koreo pertama menjadi pembuka cerita sekaligus bahasa penyemangat untuk Stigabaya yang disebut Difky sudah berada di titik hampir menyerah.

“Koreo pertama itu sendiri karena bahasa semangatin tim basket yang sudah hampir mengalami keputusasaan. Untuk koreo kedua itu juga menggabung cerita,” ujarnya.

Artinya, apa yang muncul di tribun di laga ini baru menjadi bagian awal. Cerita selanjutnya akan hadir dengan konsep berbeda, tetapi tetap memiliki hubungan dengan pesan yang sudah disampaikan sebelumnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Lawan "Masa Lalu", Coach Dzaki Hanif Bawa Delapan Bekuk Almamater Sendiri 

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Dari Berkuda ke DBL Arena, Mikaela Berani Taklukkan Rasa Grogi
Garap Koreo Tema Nostalgia, Wolumania Diwarnai Aksi Pocong-Pocongan
Dari Dangdut-Wayang, XIXD Crew dan Warrior DC Kemas AQUA DBL Dance dengan Epik
Trzy Mania Ajak Stigabaya Lawan Keputusasaan Lewat Koreo
Lawan "Masa Lalu", Coach Dzaki Hanif Bawa Delapan Bekuk Almamater Sendiri