“Ada peran DBL yang membuat aku bisa sampai di titik sekarang,” kata Danu Satria, alumnus SMA Don Bosco Banjarmasin di DBL South Kalimantan.
Danu membela sekolah tercinta di DBL South Kalimantan selama tiga edisi (2022, 2023, dan 2024). Perjalanannya selama melantai di GOR Hasanuddin Banjarmasin juga tidak mudah.
Pada tahun pertama, langkah Danu dan teman-teman terhenti di pertandingan kedua. Saat itu, Danu memulai debutnya dari bangku cadangan. Di tahun kedua, Danu mulai terlihat. Ia langsung menjadi tumpuan Don Bosco -sebutan SMA Don Bosco Banjarmasin- untuk mencetak angka.
Hasilnya? Don Bosco berhasil menembus babak final dan Danu terpilih sebagai penggawa First Team DBL South Kalimantan. Sayang, ia belum bisa mempersembahkan piala pada tahun kedua.Di DBL Camp, Danu masuk dalam jajaran Top 50 Campers. Tahun terakhir menjadi kesempatan terakhirnya untuk mengukir kejayaan. Bermodal pengalaman bersaing di DBL Camp dan keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, Danu bersinar.
Baca juga: Ketika Hidup Tak Berjalan Sesuai Rencana, Danu Satria Tahu Bagaimana Menjaga Asa
Ia berhasil mempersembahkan piala DBL South Kalimantan untuk sekolah tercinta. Namanya terpilih sebagai MVP DBL South Kalimantan dan masuk di skuad First Team. Di DBL Camp, Danu melesat hingga Top 24 Campers. Melantai di DBL sudah menjadi tujuan yang ia perjuangkan sejak masih SMP.
“Tiga tahun perjalananku di DBL itu penuh perjuangan. Prestasi itu buah dari kesabaran dan kerja kerasku selama main di DBL,” katanya.
Sejak pertama kali melantai, ia sudah menaruh mimpi di ajang DBL South Kalimantan. Mimpi kecilnya saat itu bisa mendapat sorotan dan kesempatan untuk belajar di DBL Camp.
“Aku kan dari kota kecil di Kalimantan Tengah, di sana itu nggak ada DBL. Terdekat itu di Banjarmasin, aku harus merantau. Dari awal memang tujuanku di DBL ini untuk jadi tempat aku menggapai mimpi-mimpiku,” ujarnya.
Dari ajang DBL, Danu membuka banyak pintu cakrawala baru. Pengalaman yang menurutnya tak mungkin ia dapat kalau tidak bermain di DBL.
“Aku pribadi merasakan betul pengaruhnya DBL buat karier kehidupanku. Setelah DBL Camp terakhir itu aku dapat beberapa tawaran dari pelatih-pelatih buat melanjutkan studi. Kalau aku nggak di DBL mungkin aku nggak pernah ada di titik ini,” ungkapnya.
Yup, tawaran yang dimaksud Danu ada beragam. Tawaran beasiswa kuliah sampai tawaran masuk ke klub profesional.
“Menurutku Home of the Dreamers ini bukan cuman kiasan, Kak. DBL itu jadi jembatanku buat bisa membuka banyak pintu mimpi dan pengalaman baru. Untuk bisa ke sana ya aku tambah dengan kerja keras dan latihan yang giat,” ceritanya.
Baca juga: Penantian 9 Tahun Coach Fandy dan Mimpi yang Tak Pernah Padam untuk Debut di DBL
Kerja keras. Percaya akan proses. Dua hal yang ia pegang sampai sekarang. Dua hal yang membentuk karakter Danu saat ini. Dua hal yang bisa dicontoh oleh student athlete Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan.
“Apapun mimpi kalian di basket, DBL itu jadi salah satu jalannya. Mau dapat beasiswa di kampus yang kalian pengin ya salah satu jalannya lewat sini. Mau jadi pemain profesional, ya harus bisa bersinar di DBL,” terangnya.
Nama Danu tercatat sebagai penggawa Pacific Caesar Surabaya di IBL 2026. Ia bahkan masuk dalam kandidat pemain muda terbaik pada liga basket profesional Indonesia. Perjalanan Danu kiranya bisa menginspirasi student athlete yang sekarang sedang memperjuangkan mimpi mereka. Rumahnya sudah ada, tinggal bagaimana mereka mewujudkan mimpi tersebut. Maju terus, Danu!
Profil Danu Satria bisa kalian cek di bawah ini.