Judo dan Basket, Dua Dunia yang Membentuk Emilio Valentino

| Penulis : 

Bagi Emilio Valentino Ticoalu, olahraga tidak hanya berarti satu cabang. Di satu sisi, ia terbiasa berdiri di atas tatami dan berhadapan langsung dengan lawan melalui judo. Di sisi lain, ia juga harus memahami permainan kolektif ketika mengenakan seragam basket SMA Ciputra Kasih.

Dua olahraga dengan karakter berbeda itu telah menjadi bagian dari perjalanan Emilio sejak lama. Judo mengajarinya untuk bertarung dan mengandalkan kemampuan diri sendiri, sementara basket membuatnya belajar membaca permainan, bekerja sama, dan memahami perannya sebagai bagian dari tim.

Perjalanan di judo bahkan membawanya ke panggung internasional. Pada 2026, Emilio mengikuti Tiang Bendera International Judo Championship di Jakarta. Tak disangka, kompetisi tersebut menjadi pengalaman internasional pertamanya sekaligus menghadirkan pencapaian spesial: sebuah medali perunggu.

Bronze itu medali yang paling jujur,” ujar Emilio.

Baginya, untuk mendapatkan medali tersebut, seorang atlet harus lebih dulu merasakan kekalahan sebelum punya kesempatan merebut posisi ketiga. Karena itu, medali perunggu pertamanya menjadi pengingat bahwa proses yang ia jalani tidak sia-sia.

Baca juga: Enjoy The Game Jadi Moto Hizkia Mercy di DBL East Java-North 2026

Pencapaian tersebut juga lahir dari persiapan yang panjang. Emilio berlatih setiap hari menjelang kejuaraan. Di saat yang sama, ia tetap harus membagi waktu dengan aktivitasnya sebagai pemain basket SMA Ciputra Kasih yang tampil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Rutinitasnya cukup padat. Sepulang sekolah, Emilio menjalani latihan basket sebelum melanjutkan latihan judo.

“Sekolah, pulang sekolah aku latihan basket, setelah basket baru aku ke judo,” tuturnya.

Kedekatan Emilio dengan judo sebenarnya sudah dimulai sejak berusia empat tahun. Saat kecil, ia dikenal sebagai anak yang aktif hingga orang tuanya mencoba mengenalkannya pada olahraga bela diri. Dari sana, judo perlahan menjadi bagian dari kesehariannya.

Ada sosok keluarga yang turut membuka jalan tersebut. Oma Emilio merupakan pelatih yang mengenalkannya pada judo sejak kecil.

Perjalanannya sempat terhenti ketika pandemi Covid-19. Emilio baru kembali berlatih pada 2022. Sejak saat itu, ia kembali menekuni judo dan mulai mengukir prestasi. Pada 2025, ia meraih medali emas di Kejuaraan Judo Provinsi Jawa Timur dan medali perak pada Kejuaraan Nasional Judo Pelajar.

Baca juga: Dari Berkuda ke DBL Arena, Mikaela Berani Taklukkan Rasa Grogi

Kini, judo bukan satu-satunya olahraga yang dijalani Emilio. Ia juga mengenal basket sejak sekolah dasar dan kembali menekuninya ketika masuk SMA. Dua olahraga dengan karakter berbeda itu kemudian berjalan bersamaan.

Jika judo membuatnya berhadapan langsung dengan lawan, basket menuntutnya untuk memahami permainan sebagai bagian dari tim. Perbedaan tersebut sempat membuat Emilio kesulitan beradaptasi.

“Aku awal-awal di basket kesulitan. Karena yang biasanya bermain sendiri, ketemu lawan, ketemu tim beregu ini kan agak bingung,” katanya.

Dari kesulitan tersebut, Emilio justru menemukan cara untuk menempatkan dirinya di dalam tim. Ia tidak memaksakan diri untuk selalu mengambil peran besar. Ketika merasa rekan-rekannya memiliki kemampuan yang lebih baik, ia memilih memberi ruang.

“Aku mau merendah dan biarin mereka main. Kalau aku dapat baru aku main,” ujarnya.

Emilio Valentino Ticoalu, atlet judo SMA Ciputra Kasih Surabaya, saat membawa medali perunggu dari Tiang Bendera International Judo Championship 2026 di Jakarta.

Bagi Emilio, pengalaman di judo juga membentuk kebiasaan yang tidak hanya berguna ketika bertanding. Disiplin dan fokus menjadi bagian yang ia bawa ketika menjalani berbagai aktivitas, termasuk sekolah dan basket.

“Mau sekolah, judo, basket semuanya tetap satu. Karena dari kecil sudah kebiasaan disiplin,” tuturnya.

Ia pun merasakan pengaruh judo ketika bermain basket. Salah satunya adalah kekuatan kaki. Namun, Emilio menyadari ada kebiasaan dari olahraga bela diri yang harus disesuaikan ketika bermain dalam tim.

Pada akhirnya, dua olahraga tersebut justru saling melengkapi. Judo membentuk Emilio untuk menghadapi lawan secara langsung, sedangkan basket mengajarinya tentang peran, kerja sama, dan memberi kepercayaan kepada rekan setim.

Di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Emilio kembali membawa pengalaman tersebut ke lapangan. Ia tidak ingin pertandingan dijalani dengan tekanan berlebihan.

No pressure, play the game. Do what you do. Give out your best.

Baca juga: Dramatis! Poin Giovinco Paksa Overtime hingga Bawa Frateran Menang

Dari tatami hingga lapangan basket, Emilio belajar bahwa hasil bukan satu-satunya hal yang menentukan arti sebuah pertandingan. Ada proses, disiplin, dan keberanian untuk terus menjalani apa yang sudah dimulai.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL North Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Sumatra, Rabu 12 Agustus 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL South Kalimantan 2026, Rabu, 12 Agustus 2026
Hasil DBL North Jakarta: BBS Tigers dan Marie Joseph Berhasil Lolos dari Tekanan
"Man Support Man", Begini Dukungan Suporter Ciputra Kasih untuk Debut DBL