Ada foto masa kecil yang ikut hadir di lapangan DBL Arena Surabaya bersama para pemain Putri Slekoors. Bukan dalam bingkai atau album lama, melainkan terpampang di bagian belakang jersey yang mereka kenakan.

Foto masa kecil masing-masing pemain terpampang di bagian belakang jersey SMAN 21 Surabaya. Sosok-sosok kecil dalam foto itu kini telah tumbuh dan berdiri di lapangan, mengenakan jersey yang sama untuk mengejar mimpi mereka.

Ide tersebut muncul dari keinginan sederhana untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda. Musim sebelumnya, para pemain menggunakan nama orang tua pada jersey mereka. Kali ini, mereka memilih membawa kembali sosok diri sendiri ketika masih kecil.

“Tahun lalu kita pakai nama orang tua. Tahun ini akhirnya ketemu, pakai foto masa kecil aja,” ujar Malaika Mischa Tsurayya, kapten sekaligus guard Putri Slekoors.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Ciputra Kasih Debut Manis, Sembilan Menang Meyakinkan

Bagi Tsurayya, yang akrab disapa Rayya, pilihan tersebut awalnya hanya bertujuan membuat jersey mereka terlihat lucu dan menarik perhatian. Namun, ketika foto-foto itu dikenakan di lapangan, ada cerita lain yang ikut terbawa.

Rayya seperti dipertemukan kembali dengan sosok dirinya ketika masih kecil. Anak yang belum tahu sejauh apa perjalanan yang akan dilaluinya, tetapi kini telah tumbuh dan mendapat kesempatan tampil di panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

“Lihat kita yang dulu masih sekecil itu, belum bisa ngapa-ngapain. Sekarang udah segede ini, udah bisa main di event terbesar anak SMA,” tuturnya.

Setiap gambar seperti mempertemukan dua versi diri mereka dalam satu tempat. Anak kecil yang pernah memiliki mimpi, dan remaja yang kini sedang berusaha mewujudkannya.

Pemain Putri Slekoors SMAN 21 Surabaya berkumpul di tengah lapangan DBL Arena Surabaya bersama tim dance saat Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Makna itu pun beririsan dengan tema Home of The Dreamers yang diusung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Sebab, mimpi bisa ikut berubah seiring seseorang bertambah dewasa.

Rayya pun mengalaminya. Ketika masih kecil, ia memiliki keinginan sederhana untuk menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain. Seiring waktu, basket membuat mimpinya berkembang menjadi sesuatu yang lebih spesifik.

“Semakin bertambahnya usia, aku mau jadi pemain basket yang profesional, yang bisa dikenal banyak orang, yang bisa bantu banyak orang,” katanya.

Baca juga: Cinta Tanpa Batas Safira Dampingi Putrinya Tampil di Panggung AQUA DBL Dance

Perjalanan menuju mimpi tersebut sudah dimulai sejak lama. Rayya mengenal basket sejak kecil, sebelum mulai menekuninya dengan lebih serius ketika duduk di bangku SMP.

Saat itu, ia bergabung dengan klub dan mendapat kesempatan mengikuti kejuaraan tingkat provinsi. Menjadi pengalaman besar pertamanya, pertandingan tersebut membuat Rayya merasakan atmosfer kompetisi di luar kota. Menit bermainnya memang belum banyak, tetapi pengalaman itu justru menumbuhkan keinginan untuk berkembang.

“Aku mau kayak teman-teman aku jadi starter,” ujarnya.

Keinginan itu kemudian menjadi salah satu dorongan Rayya untuk terus menekuni basket. Dari sekadar mengenal olahraga tersebut sejak kecil, ia mulai memiliki target yang ingin dicapai di lapangan.

Kini, Rayya berada di lapangan bukan hanya sebagai pemain. Sebagai kapten sekaligus guard Putri Slekoors, ia ikut membawa timnya melewati proses yang masih panjang.

Ia pun menyadari perjalanan tersebut belum sempurna. Masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki bersama, mulai dari fundamental, pemahaman permainan, kecepatan, hingga kestabilan emosi.

“Kalau dari aku pribadi lihat diriku sendiri dan teman-temanku, evaluasinya banyak banget yang harus dibenerin,” ujarnya.

Kalimat itu membuat cerita jersey masa kecil mereka terasa semakin utuh. Foto-foto tersebut bukan penanda bahwa mereka telah sampai di tujuan. Sebaliknya, gambar itu menjadi pengingat tentang titik awal dan sejauh mana mereka telah bertumbuh.

Di balik jersey Putri Slekoors, ada versi kecil dari setiap pemain. Anak-anak yang pernah memiliki mimpi, sebelum akhirnya tumbuh dan menemukan jalan masing-masing untuk mengejarnya.

Kini, mereka sudah berada di lapangan DBL.

Baca juga: Perjalanan Panjang Raditya Ibrahim Mengejar Mimpi Basketnya hingga ke Surabaya

Mungkin belum semua mimpi berhasil diwujudkan. Namun, foto masa kecil yang mereka bawa di punggung jersey menjadi pengingat bahwa setiap langkah hari ini pernah dimulai dari sebuah mimpi kecil.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Sumatra, Kamis 13 Agustus 2026
Jadwal dan Link Live Streaming Opening Party DBL East Java-South 2026
Hasil DBL North Jakarta: Semifinalis Musim Lalu Tumbang di Tangan Debutan!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL North Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2026
Waktunya Dukung Jagoanmu! Ini Cara Vote DBL Favorite 2026 East Java-South