GOR Ken Arok siang itu bergemuruh. Di antara tabuhan perkusi dan riuhnya sorak-sorai para penonton, ada satu pemandangan hangat yang menyelip di barisan suporter SMAN 7 Malang (Sabhatansa), Jumat, 14 Agustus 2026.
Tepat di belakang barisan perkusi, berdiri serombongan wajah yang tak asing bagi para siswa. Mereka bukan sebaya, melainkan para guru yang sehari-hari berdiri di depan papan tulis.
Tidak ada sekat antara pendidik dan anak didik. Mengesampingkan pakaian formal pengajar, para guru Sabhatansa larut alunan chant, ikut mengepalkan tangan ke udara demi mendukung tim basket serta tim dance sekolah yang sedang berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South.
Bahkan hingga peluit panjang berbunyi dan papan skor menunjukkan angka 48-24 untuk kemenangan SMAN 3 Blitar (Smaga), senyum dan tepuk tangan bangga para guru tak sedikit pun luntur. Bagi mereka, kekalahan di lapangan tak pernah mengurangi arti sebuah perjuangan.
Kehadiran para guru di tribun hari itu rupanya lahir dari spontanitas. Setelah menuntaskan agenda Hari Pramuka dan sederet perlombaan internal di sekolah tanpa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), beberapa guru yang masih berada di ruang guru pun saling bertatap mata. "Ayo, kita lihat dan dukung anak-anak!" celetuk mereka.
Keinginan itu sejatinya sudah mengendap lama. Para guru menyaksikan sendiri bagaimana anak didik mereka mandi keringat sejak siang, bahkan menyempatkan diri menggarap banner raksasa bergambar Toy Story di tengah lapangan sekolah tepat sebelum ibadah Salat Jumat.
Koreo Toy Story yang terbentang di tribun SMAN 7 Malang
Bagi Eva Rizky Pangestika, S.Pd., Gr., pengajar Bahasa Indonesia Sabhatansa, tidak ada alasan untuk tidak hadir menyaksikan karya itu membentang di GOR Ken Arok, Malang. Berada di tribun bersama anak-anak adalah bahasa kasih seorang pendidik.
"Kalau saya pribadi, ketika mengajar di kelas pun memang berusaha bagaimana caranya dekat dengan anak-anak. Menyelami apa yang sedang trending di dunia mereka adalah cara saya mendapatkan hati mereka. Saya mungkin tak bisa memberikan apa-apa di lapangan, tapi saya bisa memberikan dukungan lewat kehadiran saya di sini," tutur Bu Eva.
Baca Juga: Ghostboom Dobrak Isu Kawin Lari, Infinity Angkat Pesan Budaya Lewat Time Travel
Di SMAN 7 Malang, pendidikan tak pernah dipersempit sebatas angka-angka di lembar rapor. Prestasi akademik dan non-akademik berjalan berdampingan.
Kehadiran guru di tribun suporter bukan demi mengejar nilai, namun sebuah ruang kelas terbuka untuk mengajarkan arti kebersamaan dan pemahaman bahwa hidup seperti pertandingan, yang bukan cuma tentang menang atau kalah, melainkan tentang bagaimana tetap saling bergandengan tangan.
Melebur di tengah gemuruh suporter rupanya menjadi terapi tersendiri bagi Bu Eva. Menyaksikan aksi para tim dance hingga merasakan langsung ketegangan drama di lapangan basket menjadi warna baru di luar rutinitas mengajar.
Potret pertandingan SMAN 7 Malang (jersei terang) kontra SMAN 3 Blitar saat laga perdana mereka di DBL East Java-South 2026
Sembari terkekeh, Bu Eva mengaku bahwa berada di tribun suporter juga menjadi tempatnya melepas penat dari penatnya aktivitas persekolahan.
"Atmosfer DBL itu seru banget! Kebetulan saya memang suka teriak-teriak. Jadi capek di sekolah tadi rasanya terlampiaskan semua lewat teriak-teriak bareng anak-anak di tribun. Kalau ada kesempatan, jujur pengen banget nribun lagi bareng mereka," ucapnya.
Meski tim basket Sabhatansa belum berhasil membawa pulang kemenangan, rasa bangga para guru tak berkurang sedikit pun.
Bagi Bu Eva dan jajaran guru Sabhatansa, semangat juang pantang menyerah itulah kemenangan yang sesungguhnya.
"Awalnya sempat deg-degan karena jarak skor sempat tiga kali lipat. Tapi melihat cara mereka berjuang sampai akhirnya bisa memangkas jarak, menurut saya itu sudah sangat luar biasa dan perfect. Untuk anak-anak Sabhatansa, kalian keren!" pungkasnya bangga.
Baca Juga: Rayakan Ultah Sekolah ke-20, Smabulboys Rawat Mimpi Bisa Away Days ke Surabaya
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)