Sosok Rudo berdiri di tengah tribun DBL Arena Surabaya. Karakter dari anime Gachiakuta itu hadir dalam koreografi Smanda Force saat mengawal putri SMAN 2 Sidoarjo menghadapi SMAN 19 Surabaya pada laga ketiga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Jumat, 14 Agustus 2026.
Bukan sekadar menghadirkan karakter anime, Smanda Force membawa cerita tentang perjuangan dan kebangkitan melalui koreografi tersebut. Pesan itu kemudian berbuah manis setelah Putri Smanda mengamankan kemenangan 35-20 atas SMAN 19 Surabaya.
Rudo dipilih sebagai karakter utama karena memiliki cerita tentang perjuangan mencari kebenaran di tengah kesalahan yang menimpanya. Kisah tersebut dianggap memiliki kaitan dengan perjalanan Smanda Force yang ingin bangkit setelah melewati masa-masa sulit.
“Smanda Force ini kan lagi berjuang dari masa-masa kelam. Kita menggambarkan Rudo untuk mengambil kebangkitan, mencari kebenaran dalam kesalahan,” ujar Moch. Rifky Putra Gustam Rohmattullah, tim kreatif Smanda Force.
Baca juga: Layaknya Sang Baja, Spartans Kawal Perjuangan Putra Smansapa
Cerita Rudo kemudian diterjemahkan ke dalam visual yang memenuhi tribun. Karakter tersebut menjadi pusat perhatian, sementara sisi kanan dan kiri membawa pesan berbeda yang diarahkan kepada lawan.
"Welcome to the Abyss, No Escape, No Mercy" tertulis di kedua sisi koreografi. Kalimat tersebut menjadi bentuk tantangan Smanda Force kepada siapa pun yang berhadapan dengan Putri Smanda.
“Itu kata-kata untuk musuh supaya enggak ada sama sekali kekuatan untuk berjuang melawan kita,” jelas Rifky.
Di balik visual yang terlihat besar di tribun, ada waktu persiapan yang cukup singkat. Smanda Force mulai mengerjakan properti sekitar lima hari sebelum pertandingan, sedangkan pengerjaan gambar secara keseluruhan memakan waktu sekitar satu minggu.
Bagian finishing menjadi salah satu pekerjaan yang paling menyita perhatian. Latar kanan dan kiri, bagian tiga dimensi, hingga detail koreografi harus diselesaikan sebelum dibawa ke arena.
Salah satu bagian yang dikerjakan hingga larut adalah tirai berukuran 6 x 6 meter. Proses pengerjaannya berlangsung dari malam hingga pagi sebelum pertandingan.
Waktu yang terbatas membuat anggota Smanda Force harus saling berbagi tugas. Mereka mengerjakan setiap bagian secara bersama agar koreografi dapat selesai tepat waktu.
Baca juga: Nineteen Mania Angkat "Hiragana" Lewat Koreo, Selipkan Pesan Pantang Menyerah
Persiapan tribun juga tidak berhenti pada visual. Kekompakan suara dibangun melalui latihan rutin. Meski chant class belum dapat dilakukan di sekolah, koordinasi tetap berjalan melalui grup angkatan.
“Kita sering mengirim chant di grup angkatan,” kata Rifky.
Latihan dilakukan hampir setiap hari, kecuali hari Kamis. Cara tersebut menjadi salah satu upaya Smanda Force menjaga koordinasi sebelum kembali memenuhi tribun pertandingan.
Smanda Force kompak melakukan gerakan dukungan untuk Putri Smanda di tribun DBL Arena Surabaya.
Ketika laga berlangsung, seluruh persiapan akhirnya bertemu. Rudo berdiri di tengah koreografi, sementara pesan di kedua sisi mengiringi Putri Smanda sepanjang pertandingan.
Empat kuarter kemudian, Putri Smanda akhirnya dapat memastikan kemenangan mereka atas SMAN 19 Surabaya.
Hasil tersebut menjadi awal yang ingin dipertahankan Smanda Force. Bagi mereka, kemenangan pertama bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan bagi putri Smanda menunjukkan perkembangan lebih baik musim ini.
“Semoga tim putri tahun sekarang menjadi lebih baik,” ujar Abyan Faiz Fernando, capo Smanda Force.
Harapan itu kemudian dibuat lebih jauh oleh Rifky. Ia ingin Putri Smanda mampu mengikuti jejak tim putra SMAN 2 Sidoarjo yang telah lebih dulu menunjukkan perjalanan positif di kompetisi.
“Semoga tim putri terus menang sampai Round 2 seperti yang putra,” tuturnya.
Baca juga: Escanor Jadi Simbol Kebangkitan Vamos Bananas di Tribun DBL East Java-North
Rudo pun akhirnya menemukan makna baru di tribun. Ia bukan hanya karakter yang dipilih karena berasal dari anime, tetapi menjadi gambaran tentang perjuangan untuk bangkit dan mencari jalan setelah melewati masa sulit.
Bersama Smanda Force, pesan itu terus diarahkan kepada putri Smanda bangkit, berjuang, dan terus melangkah. Kemenangan 35-20 menjadi satu langkah awal dari perjalanan yang masih panjang.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Lewat Koreo 3D, IPIEMS MANIA Usung Misi Kejayaan
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).