Belum pernah merasakan riuhnya tribun DBL, Victoria Smaga akhirnya tiba di DBL Arena Surabaya. Sekitar 200 suporter SMAN 3 Bangkalan datang untuk mengawal debut Putri SMAN 3 Bangkalan menghadapi SMA Untung Suropati Sidoarjo di laga pertama Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Sejak pagi, enam bus berangkat dari Bangkalan menuju Surabaya. Ratusan suporter ikut dalam perjalanan menuju Surabaya, membawa satu pengalaman yang selama ini belum pernah mereka rasakan berdiri di tribun DBL untuk mendukung sekolahnya sendiri.
Baca juga: Ketika Tanjiro Ikut Bertarung Bersama Smansa Xtreme di DBL Arena!
Bagi Elfathir Alzakiyya Ismael atau Zaki, perjalanan tersebut terasa spesial. Ia sudah cukup akrab dengan kegiatan suporteran karena sebelumnya sering mendukung sekolah dalam pertandingan futsal di Madura. Namun, perjalanan kali ini memiliki tujuan berbeda.
“Kalau sampai ke Surabaya dan bisa merasakan langsung tribun DBL seperti ini, tentunya menjadi pengalaman yang berbeda,” ujar Zaki.
Perbedaan itu baru benar-benar terasa ketika Victoria Smaga memasuki DBL Arena. Tribun yang jauh lebih besar mempertemukan mereka dengan kelompok suporter dari berbagai sekolah. Bagi Andi Bahtiar, capo Victoria Smaga, pemandangan tersebut justru menjadi pengalaman yang bisa dipelajari.
“Perbedaannya dari faktor massa. Kalau di Bangkalan lumayan, kalau di sini banyak. Jadi kami bisa melihat sekolah lain yang suporternya sudah lebih ramai dan punya cara masing-masing untuk mendukung tim,” kata Andi.
Bukan sekadar terkesan, Andi melihat tribun sekolah lain sebagai cermin untuk Victoria Smaga. Cara suporter lain membangun atmosfer membuat mereka memiliki gambaran tentang apa yang masih bisa dikembangkan di kelompok mereka.
“Kayak kagum sih. Jadi sekolah lain sama kita itu dijadikan cerminan, buat ngevaluasi ultras kita. Dari sini kami bisa lihat apa yang kurang dan apa yang mungkin bisa kami kembangkan kalau nanti kembali lagi,” jelasnya.
Baca juga: Unsur Mania Bawa Semangat Toy Story ke Tribun DBL Arena
Kesempatan tersebut datang dengan waktu persiapan yang cukup terbatas. Victoria Smaga baru mendapat kabar mengenai keikutsertaan Putri Smaga di Honda DBL sekitar 3 minggu sebelum pertandingan.
Waktu yang ada kemudian digunakan untuk mengumpulkan massa dan menyiapkan suara dari tribun. Koordinasi dilakukan melalui grup angkatan dan grup ultras. Sekolah juga memberikan dukungan penuh, termasuk membantu menyediakan bus untuk perjalanan menuju Surabaya.
“Dari sekolah didukung 100 persen. Setelah tahu akan berangkat ke DBL, kami mulai koordinasi lewat grup angkatan dan grup ultras untuk mengajak teman-teman ikut. Jadi persiapannya memang kami lakukan bersama-sama,” ujar Andi.
Putri Smaga bersama Victoria Smaga usai mengawal debut SMAN 3 Bangkalan di DBL Arena Surabaya.
Latihan chant menjadi salah satu persiapan utama. Victoria Smaga berlatih pada Senin, Selasa, dan Rabu sebelum pertandingan. Zaki yang bertugas sebagai bagian dari perkusi juga menyesuaikan latihan untuk menjaga ritme dukungan dari tribun.
Namun, ada satu elemen yang belum mereka bawa dalam debut kali ini: koreografi.
Keputusan tersebut bukan berarti Victoria Smaga tidak memiliki keinginan untuk menghadirkan visual di tribun. Mereka memilih terlebih dahulu mengenali atmosfer DBL dan melihat bagaimana kelompok suporter lain menjalankan tribun mereka.
“Enggak, soalnya masih pertama, masih belum tahu. Kami juga baru pertama kali ke DBL, jadi masih ingin melihat dulu bagaimana suasananya dan bagaimana suporter sekolah lain tampil di sini,” tutur Andi.
Baca juga: Layaknya Sang Baja, Spartans Kawal Perjuangan Putra Smansapa
Pengalaman langsung di DBL justru membuat rencana itu mulai muncul. Setelah melihat berbagai koreografi dan cara sekolah lain menghidupkan tribun, Victoria Smaga mulai memikirkan penampilan yang lebih besar untuk pertandingan berikutnya.
“Rencana mau bikin. Untuk sekarang memang belum ada konsep yang bisa kami kasih tahu, karena kami juga masih melihat-lihat dan belajar dari yang ada di sini. Tapi kalau ada kesempatan berikutnya, kami ingin persiapannya lebih maksimal,” ungkap Andi.
Ia bahkan memastikan Victoria Smaga tidak ingin berhenti di debut sederhana ini.
“Insyaallah 100 persen. Kalau nanti kembali lagi, kami ingin membawa sesuatu yang lebih siap dan lebih maksimal daripada yang sekarang,” lanjutnya.
Di lapangan, perjalanan pertama putri Smaga di DBL belum berakhir dengan kemenangan. Empat kuarter pertandingan ditutup dengan kemenangan SMA Untung Suropati Sidoarjo atas SMAN 3 Bangkalan dengan skor 22-16.
Namun, hasil tersebut tidak menghapus pengalaman yang sudah didapat Victoria Smaga. Untuk pertama kalinya, mereka merasakan langsung bagaimana rasanya mendukung sekolah di panggung dengan atmosfer sebesar DBL.
Baca juga: Nineteen Mania Angkat "Hiragana" Lewat Koreo, Selipkan Pesan Pantang Menyerah
Zaki berharap kekalahan tersebut tidak membuat pemain Putri Smaga kehilangan kepercayaan diri. Baginya, pertandingan pertama seharusnya menjadi bekal untuk tampil lebih siap apabila kembali mendapatkan kesempatan.
“Jangan terlalu gugup. Bisa lebih semangat lagi, bisa lebih konsentrasi lagi. Karena tadi juga sudah merasakan bagaimana suasana pertandingannya, jadi semoga kedepannya bisa lebih siap dan tidak terlalu gugup,” pesannya.
Andi turut menitipkan pesan agar perkembangan tim tidak berhenti setelah satu pertandingan. Ia ingin pemain terus berlatih dan membawa pengalaman debut tersebut sebagai bahan evaluasi.
“Lebih semangat lagi, lebih konsisten latihannya, ditambah. Jangan sampai berhenti di sini. Kalau nanti ada pertandingan lagi, semoga bisa lebih siap dan lebih baik dari pertandingan pertama,” tuturnya.
Hari itu, enam bus akhirnya membawa Victoria Smaga pulang kembali ke Bangkalan. Mereka memang belum membawa pulang kemenangan dan belum sempat membentangkan koreografi di tribun DBL Arena.
Namun, ada pengalaman baru yang ikut mereka bawa perjalanan panjang dari Bangkalan, riuh tribun yang baru pertama kali mereka rasakan, serta gambaran tentang bagaimana Victoria Smaga ingin tampil ketika kesempatan berikutnya datang.
Debut tersebut mungkin belum sempurna. Namun, dari sanalah mimpi tribun Victoria Smaga mulai menemukan bentuknya. Mereka datang sebagai pendatang baru, belajar dari tribun sekolah lain, lalu pulang dengan satu pekerjaan rumah kembali dengan persiapan yang lebih matang.
Baca juga: Escanor Jadi Simbol Kebangkitan Vamos Bananas di Tribun DBL East Java-North
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMAN 3 Bangkalan bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).