Vamos Drei Bawa Pesan Bangkit, Sekaligus Titip Doa untuk NTT

| Penulis : 

Koreo Vamos Drei, suporter SMAN 3 Sidoarjo, tak hanya berbicara tentang dukungan untuk tim basket mereka, DREI. Di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, mereka membawa pesan tentang evaluasi dan bangkit, sekaligus menyelipkan kepedulian untuk saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pesan bangkit dituangkan melalui koreografi dua sisi. Pada sisi pertama, terlihat sosok prajurit yang sedang menunduk. Bagi Vamos Drei, gambar tersebut menjadi simbol evaluasi setelah mereka merasa belum maksimal pada pertandingan sebelumnya.

“Kami menjadikan match kemarin sebagai bahan evaluasi diri. Banyak yang perlu dibenahi, banyak yang bolong, dan masih belum maksimal,” ujar Koordinator Lapangan Vamos Drei, Setya Ramadhan.

Ketika koreo dibalik, sosok prajurit tersebut berubah menjadi gambaran seseorang yang bangkit. Perubahan itu menjadi pesan bahwa evaluasi tidak boleh berhenti pada mengakui kesalahan. Setelah jatuh, harus ada langkah untuk kembali berdiri.

Baca juga: Lewat Layup Tiga Pemain, Kemas Bawa Aremu Lanjutkan Langkah

“Yang pertama kami memakai gambar prajurit yang menunduk. Itu seperti kami sedang mengevaluasi diri. Lalu yang kedua, saat dibalik, itu bangkit. Jadi setelah evaluasi diri, kami juga harus bangkit,” jelas Setya.

Semangat tersebut juga dituangkan lewat mini flag bertuliskan “We Lost, We Fall, But We Fought.” Kalimat tersebut menggambarkan sikap Vamos Drei untuk tetap berjuang meski mengalami kekalahan.

Koreo Vamos Drei yang bertuliskan 'No Crown, No Glory Till I Stand' di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Pesan serupa hadir pada tirai bagian depan melalui tulisan “No Crown, No Glory Till I Stand.” Bagi mereka, dukungan kepada Drei tidak bergantung pada hasil pertandingan.

“Meskipun Drei tidak mendapatkan piala atau kemenangan, tetap kami sebagai Vamos Drei akan mendukungnya,” tuturnya.

Namun, ada satu pesan lain yang membuat aksi Vamos Drei kali ini berbeda. Di tengah koreografi, mereka turut membawa tulisan “Pray for NTT” dan menggelar one-minute silence.

Pesan tersebut hadir setelah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Berdasarkan pemutakhiran BMKG, gempa tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer dan sempat memicu peringatan dini tsunami.

Kepedulian itu awalnya muncul dari media sosial. Beberapa anggota Vamos Drei mengetahui kabar gempa tersebut, kemudian seorang alumni mengusulkan agar mereka turut menyampaikan doa melalui tribun.

“Kami lihat dari media sosial, terus alumni menyarankan, ‘Ayo kita pakai Pray for NTT, kasihan sama orang-orang di sana.’ Akhirnya kami buat Pray for NTT,” ujar Setya.

Persiapannya pun berlangsung cepat. Tulisan tersebut baru dibuat sehari sebelum pertandingan.

Baca juga: Debut di DBL, Keluarga Pak Andy Kompak Dukung Alex Raih Mimpi dari Tribun!

“Baru banget kemarin. Langsung,” tambahnya.

Untuk menghadirkan seluruh koreografi, Vamos Drei membutuhkan waktu sekitar empat hari. Mereka mengerjakannya di sebuah gudang yang biasa digunakan sebagai tempat produksi koreo.

Bagian paling rumit berada di koreo tengah yang harus diputar. Mereka menggunakan pipa terpisah dengan simpul berbeda agar satu spanduk dapat menampilkan dua sisi.

“Yang paling rumit itu bagian pas muternya. Kami harus pakai pipa yang terpisah dan simpul-simpul yang berbeda. Dari satu spanduk kami jadikan simpul menjadi lima,” jelasnya.

Meski persiapannya cukup panjang, Vamos Drei merasa penampilan kali ini lebih memuaskan dibandingkan koreo sebelumnya. Namun, evaluasi tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka.

“Insyaallah ada kepuasan, tapi tetap ada evaluasi buat match hari ini. Namanya manusia pasti ada saja kesalahan,” ungkap Setya.

Pesan yang mereka bawa dari tribun juga selaras dengan hasil yang didapat Drei di lapangan. Srikandi Drei harus mengakui keunggulan SMAN 17 Surabaya dengan skor 15-7. Sementara itu, tim putra Drei kalah dari SMAN 1 Waru Sidoarjo dengan skor 21-30.

Dua hasil tersebut kembali menjadi bahan evaluasi bagi Vamos Drei. Sebab, sesuai cerita yang mereka tuangkan dalam koreografi, jatuh bukan berarti berhenti.

Masih ada satu pertandingan putra yang akan mereka kawal. Untuk laga berikutnya, konsep baru belum ditentukan. Vamos Drei akan kembali menggelar rapat sebelum menentukan sajian berikutnya.

Baca juga: Rayakan 10 Tahun, Kasadwana Curva Sud Bawa Kue Ulang Tahun Raksasa ke DBL Arena

Berbeda dengan musim lalu yang menggunakan satu alur koreografi berkelanjutan, tahun ini mereka memilih menghadirkan konsep baru setiap pertandingan.

“Kalau tahun ini konsepnya dibuat fresh dan baru di setiap selesai match. Jadi mungkin nanti bakal ada banyak kejutan di match berikutnya,” tutur Setya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Daftar Tim yang Lolos Playoffs DBL East Java-North 2026
Hasil DBL East Jakarta: Laga Panas Menghiasi Opening Party!
Hasil DBL East Java-North: Putra Putri NSA Kompak Melaju ke Playoffs!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North, Rabu, 23 September 2026
Reffan Rizky Defsi Jadi Penentu Kemenangan PKP Lewat Free Throw!