Anak-anak tampak asyik bermain. Suasana berubah ketika satu sosok dengan karakter modern muncul dan membawa mereka menuju masa sekarang. Adegan tersebut menjadi pembuka cerita SMOOD Dance dari SMA Muhammadiyah 1 Taman di panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North, DBL Arena Surabaya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Lewat tema besar 100% Indonesia, SMOOD Dance memilih mempertemukan permainan tradisional dengan kehidupan generasi modern. Bukan untuk mempertentangkan keduanya, tetapi menunjukkan bahwa budaya tradisional tetap bisa berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman.
Cerita itu dimulai dari sekelompok anak yang sedang memainkan permainan tradisional. Kemudian, hadir satu karakter yang menggambarkan generasi modern.
Karakter tersebut menjadi penghubung yang membawa anak-anak tadi menuju masa sekarang. Perubahan suasana itu menjadi cara SMOOD Dance menggambarkan pertemuan dua generasi yang berbeda.
Baca juga: Bawakan Transisi Horor ke Lagu Tenxi, Swaxellent Memukau di AQUA DBL Dance
Pesan yang ingin mereka sampaikan pun bukan tentang memilih salah satu. Justru, SMOOD Dance ingin menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.
“Pesannya lebih ke kayak seimbang gitu antara modern dan tradisional,” ujar Quenna Shalom Diar Valeska, kapten SMOOD Dance.
Bagi SMOOD Dance, perkembangan zaman seharusnya tidak membuat budaya Indonesia kehilangan tempat. Permainan tradisional tetap memiliki nilai dan cerita yang layak diperkenalkan kepada generasi sekarang.
Terlebih, kehidupan anak muda kini semakin dekat dengan gadget dan berbagai bentuk hiburan modern. Karena itu, mereka ingin mengingatkan bahwa sesuatu yang berasal dari budaya sendiri juga tidak kalah menarik.
“Jangan pernah meremehkan budaya Indonesia. Karena itu juga keren, enggak modern aja yang keren,” tutur Asyabila Wahyuning Firdaus, wakil kapten SMOOD Dance.
Konsep yang akhirnya dibawa ke atas panggung tidak langsung menjadi pilihan pertama SMOOD Dance. Sebelum menemukan cerita tentang permainan tradisional, mereka sempat mempertimbangkan tari kecak.
Pilihan tersebut sempat menjadi salah satu ide yang muncul ketika mereka mulai mencari bentuk penampilan untuk tema 100% Indonesia. Namun, setelah berdiskusi bersama pelatih, konsep tersebut akhirnya bergeser.
Mereka kemudian memilih cerita yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak. Permainan tradisional menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus membangun cerita tentang pertemuan dengan generasi modern.
Baca juga: Srikandi Jadi Cerita INFINITY di Tengah Debut Perdana YOW YOW YOW
Musik pun mengikuti konsep tersebut. Pelatih mengarahkan mereka untuk mencari lagu dengan nuansa Jawa yang kemudian diolah kembali melalui proses remix.
“Kita coba nyari lagu yang kayak Jawa-Jawa gitu, nanti kita remixin,” kata Quenna.
Koreografi sebagian besar juga dibentuk oleh pelatih. Sekitar 90 persen gerakan berasal dari arahan pelatih, sementara anggota SMOOD Dance tetap memberikan masukan selama proses penyusunan.
“Kalau dari koreografi tuh 90 persen dari pelatih sih, Kak. Terus kadang-kadang aku bantu sedikit,” ujar Quenna.
Masukan kecil dari para dancer menjadi bagian dari proses tersebut. Ketika menemukan gerakan yang dirasa kurang sesuai, mereka tidak ragu menyampaikannya dan mencari alternatif bersama.
Konsep sudah ditentukan, tetapi waktu persiapan SMOOD Dance terbilang cukup singkat. Mereka mulai mematangkan penampilan sekitar dua minggu sebelum tampil di DBL Arena.
Latihan kemudian dilakukan hampir setiap hari di sekolah. Hari Minggu biasanya menjadi waktu istirahat, tetapi ada pengecualian ketika mereka harus tampil pada hari Senin.
Jika jadwal penampilan sudah semakin dekat, latihan tetap dilakukan meski memasuki hari yang biasanya digunakan untuk beristirahat. Seluruh anggota berusaha hadir agar koreografi bisa terus dimatangkan bersama.
“Kalau misalnya hari Seninnya kita tampil, Minggu latihan,” tutur Quenna.
Baca juga: Starburst Bawa Lagu Tren Ala Gen Z di AQUA DBL Dance
Properti yang digunakan dalam penampilan juga tidak dikerjakan sendirian. Dance crew ikut membantu mempersiapkan kebutuhan tersebut sehingga para dancer bisa lebih fokus pada latihan.
Sementara itu, kostum mulai dipikirkan lebih awal. Prosesnya berlangsung sekitar dua minggu lebih sebelum penampilan.
Para anggota ikut menentukan desain kostum melalui diskusi bersama. Setelah desain disepakati, rancangan tersebut kemudian direalisasikan dengan bantuan penjahit.
“Eh, ada yang dari kita sendiri yang desain ini, terus ada yang kita ke penjahit,” ujar Quenna.
Makeup pun tidak diserahkan kepada makeup artist. Para anggota SMOOD Dance menyiapkan riasan masing-masing sebelum tampil.
Persiapan yang singkat membuat setiap proses harus dijalankan dengan efektif. Meski begitu, mereka tidak menganggap koreografi sebagai tantangan terbesar.
Beberapa detail gerakan memang masih membutuhkan perhatian, tetapi secara keseluruhan SMOOD Dance merasa proses latihan berjalan cukup aman. Fokus mereka lebih banyak diarahkan untuk memastikan seluruh cerita dapat tersampaikan lewat gerakan.
Ketika musik mulai mengalun, cerita yang sudah disiapkan perlahan bergerak dari permainan tradisional menuju dunia modern. Anak-anak yang sebelumnya bermain kemudian berhadapan dengan karakter yang membawa suasana berbeda.
Tiga anggota SMOOD Dance SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo menampilkan koreografi dalam AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Pertemuan itu menjadi inti penampilan SMOOD Dance. Tradisional tidak digambarkan sebagai sesuatu yang harus ditinggalkan, sementara modernitas juga tidak diposisikan sebagai sesuatu yang harus ditolak.
Keduanya justru dipertemukan dalam satu panggung. Dari permainan tradisional hingga karakter modern, SMOOD Dance ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia tetap bisa hadir di tengah perubahan zaman.
Bagi mereka, mengenalkan kembali permainan tradisional menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga budaya agar tidak semakin jauh dari generasi muda.
“Jangan pernah meremehkan budaya Indonesia,” kata Asyabila. “Karena itu juga keren, enggak modern aja yang keren.”
Di atas panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North, SMOOD Dance akhirnya tidak sekadar bercerita tentang anak-anak yang bermain.
Mereka membawa pesan bahwa menjadi modern tidak berarti harus melupakan sesuatu yang lebih dulu menjadi bagian dari Indonesia.
Dari permainan tradisional menuju masa kini, SMOOD Dance mengajak penonton melihat bahwa keduanya bisa berjalan beriringan. Tradisi tetap dikenalkan, sementara generasi modern tetap diberi ruang untuk berkembang.
Baca juga: Naik Gunung dan Rendang, Leonaire Bawa Konsep yang Dekat dengan Anak Muda
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).