SMAN 1 Gedangan Sidoarjo harus mengakui keunggulan SMAN 17 Surabaya dengan skor 40-11 pada laga kedua Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Kekalahan tersebut tak membuat semangat Vamos Bananas, Suporter SMAN 1 Gedangan ikut padam. Justru, melalui koreografi bertema Garou dari anime One Punch Man, mereka menitipkan pesan kepada tim basket, SMANIG untuk mengubah rasa takut dan sakit menjadi kekuatan.
Azril Zein, korlap sekaligus bagian dari tim desain koreografi Vamos Bananas, menjelaskan bahwa konsep kali ini masih memiliki benang merah dengan koreografi mereka pada laga pertama.
Jika sebelumnya mereka membawa Escanor dengan pesan “When You Rise”, kali ini Garou hadir dengan dua pesan utama, “Turn Your Fear Into Fire” dan “Turn Your Pain Into Power.”
“Untuk Turn Your Fear Into Fire, kita ingin mereka mengubah ketakutannya menjadi semangat. Untuk Turn Your Pain Into Power, ketika kalah mereka pasti merasa putus asa atau merasa gagal. Kita ingin rasa sakit itu dijadikan kekuatan, bukan malah membuat mereka putus asa,” jelas Azril.
Baca juga: Escanor Jadi Simbol Kebangkitan Vamos Bananas di Tribun DBL East Java-North
Garou dipilih dalam dua fase berbeda. Koreografi utama menampilkan Garou dalam mode Cosmic, bentuk terkuatnya. Sementara dua koreografi di belakang menampilkan Garou ketika masih berada dalam kondisi lemah.
Perubahan tersebut menjadi gambaran pesan yang ingin disampaikan Vamos Bananas kepada tim. Rasa takut dan sakit setelah kekalahan bukan alasan untuk berhenti, tetapi sesuatu yang harus diubah menjadi bahan bakar untuk melangkah.
“Setiap koreo kita pasti mengambil dari apa yang kita alami,” tutur Azril.
Pesan untuk pemain kemudian dilengkapi dengan koreografi pagar yang ditujukan kepada tim lawan. Di sana tertulis “We Become What They Fear”, yang bermakna bahwa Vamos Bananas ingin menjadi sesuatu yang ditakuti lawan.
Koreo pagar yang bertuliskan "We Become They Fear" milik Vamos Bananas di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
Jika tulisan pada koreografi utama ditujukan kepada pemain, koreografi pagar menjadi pesan dari massa Vamos Bananas kepada lawan.
Konsep Garou tersebut juga menunjukkan bagaimana Vamos Bananas tidak sekadar memilih karakter anime karena visualnya menarik. Azril mengaku melakukan riset terlebih dahulu untuk menemukan karakter yang paling sesuai dengan cerita yang ingin mereka sampaikan.
Ia memang memiliki ketertarikan terhadap anime. Karena itu, beberapa anggota Vamos Bananas juga mempercayakan pencarian konsep koreografi kepadanya.
“Beberapa ada yang nonton anime juga, terutama saya. Makanya teman-teman juga banyak yang memasrahkan konsep ke saya,” ungkapnya.
Namun, menemukan konsep hanyalah satu bagian dari proses. Vamos Bananas hanya memiliki waktu sekitar lima hari untuk mengerjakan koreografi tersebut setelah pertandingan pertama.
Baca juga: Sempat Tak Suka Basket, Falih Kini Bawa Smamio Bangkit
Keterbatasan waktu semakin menjadi tantangan karena adanya kebijakan baru di sekolah. Mereka kini hanya diperbolehkan mengerjakan koreografi hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
Belum lagi, konsep koreografi pagar yang mereka gunakan kali ini masih tergolong baru bagi angkatan Azril. Ide tersebut sebelumnya pernah digunakan oleh generasi atas Vamos Bananas, tetapi belum pernah dikembangkan seperti sekarang.
“Kalau koreo 3D mungkin pernah. Tapi kalau yang benar-benar besar seperti match pertama, itu belum,” katanya.
Bagi Azril, tantangan terbesar justru berada pada tahap finishing dan eksekusi di lapangan. Mereka masih harus beradaptasi dengan format koreografi pagar yang jarang digunakan.
Meski SMAN 1 Gedangan harus menelan kekalahan 40-11, pesan Vamos Bananas hari itu tetap tersampaikan dari tribune.
Dari fear menjadi fire, dari pain menjadi power. Koreografi Garou menjadi cara Vamos Bananas mengingatkan SMANIG bahwa rasa takut dan sakit dari sebuah kekalahan tidak harus berakhir sebagai putus asa.
Baca juga: Bangun Massa Wipa Mania, Fredy Ajak Satu Sekolah All Out di DBL!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)