Kembali ke panggung DBL dengan peran yang sepenuhnya baru, Audrey Sutrisno kini berdiri di pinggir lapangan sebagai asisten pelatih im putra SMA IPEKA Puri Indah Jakarta (Ipur) yang berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta.
Mahasiswi semester lima jurusan Event Management di Universitas Prasetiya Mulya ini dulunya adalah sosok yang ikut merasakan manisnya gelar juara bersama srikandi SMA 1 Penabur (Kriza) pada DBL West Jakarta 2022. Kini, ia membawa ambisi yang sama besarnya untuk tim asuhannya, meski dari balik garis lapangan.
Audrey (sapaan karibnya) bersama pasukan Ipur berhasil mengawali perjalanan musim ini dengan catatan manis. Mereka mampu menjegal langkah SMA Citra Kasih yang berstatus sebagai semifinalis musim lalu dengan skor akhir 34-11 pada Jumat, 21 Agustus 2026. Dari situ, iasangat menyoroti pentingnya kerja sama di atas lapangan dan perlunya membuang ego pribadi demi kepentingan tim.
"Anak-anak mainnya masih kurang maksimal, masih egois enggak mau sharing sama temennya. Harapan aku ke depannya anak-anak bisa komunikasi dengan lebih baik lagi, turunin egonya, dan bermain as a team," ungkap Audrey.
Baca Juga: Hasil DBL West Jakarta: Debutan Bikin Kejutan, Semifinalis Musim Lalu Tumbang
Menyeberang dari status pemain menjadi asisten pelatih ternyata bukan sebuah rencana yang sudah tertulis di bucket list Audrey sejak lama.
Keputusan ini bermula pada tahun lalu saat ia memilih absen bermain demi fokus pada pendidikan. Ia pun akhirnya mengawali kiprah di luar lapangan sebagai manajer tim terlebih dahulu, sebelum perlahan memberanikan diri terjun sebagai asisten pelatih.
"Kalau jadi pemain enggak jago-jago banget, kayaknya kita bisa terlibat lebih besar di bola basket lewat menjadi pelatih atau manajer. Karena dari awal aku suka sharing dan pengen berkembang bareng teman-teman," jelasnya.
Potret Audrey Sutrisno saat meraih juara bersama SMA 1 Penabur Jakarta di DBL West Jakarta 2022
Sebagai sosok pelatih yang usianya tidak terpaut jauh dari para pemainnya, Audrey bersyukur tidak menemukan kendala berarti dalam membangun kedekatan emosional. Hubungan dan komunikasi antara pemain senior, junior, dan dirinya terjalin dengan sangat cair.
Tantangan terbesarnya sejauh ini justru terletak pada manajemen waktu. Menyeimbangkan jadwal kuliah yang padat dengan keharusan beradaptasi serta berkomunikasi secara efektif bersama tim dalam waktu persiapan yang singkat menjadi ujian konsistensi tersendiri bagi Audrey.
Saat ditanya mengenai peta persaingan DBL West Jakarta 20026, Audrey melihat kompetisi semakin ketat dengan kualitas yang melesat dari tahun ke tahun. Menurut pengamatannya, tim-tim lawan terus melakukan peningkatan kualitas permainan yang merata.
Ia secara khusus menaruh perhatian pada performa para pemain rookie di musim ini yang tak lagi sekadar menjadi penghangat bangku cadangan, melainkan sudah berani mengambil peran krusial dan sangat menentukan jalannya pertandingan.
Tak main-main, Audrey datang dengan mimpi ambisius di DBL West Jakarta 2026. Setelah sempat merasakan manisnya pencapaianya sebagai kampiun, ia ingin mewariskan gelar tersebut pada anak-anak didiknya saat ini.
"Semoga kita bisa melaju terus sampai babak Championship nanti," pungkasnya.
Baca Juga: Kunci Debut Gemilang Skuad Cinta Mulia: Menekan Ego, Mencetak Bintang Bersama
DBL West Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)