Atmosfer riuh GOR Ken Arok Malang pada ajang Junior DBL 2026 berhasil membakar semangat para pecinta basket tingkat SMP. 

Di balik sorak-sorai penonton dan tabuhan perkusi lawan, ada pemandangan menarik dari bench SMP Kolese Santo Yusup 2 Malang (Saint Joseph 2). 

Sang kapten, Rajendriya Sean Chilla Sukoco, tampil mencolok dengan gaya rambut kuncir dua tinggi tegak ke atas yang mirip antena.

Daya tarik Chilla tak sekadar berpusat pada penampilannya yang unik. Di balik jersei yang dikenakannya, mengalir darah basket yang kental. 

Sosok yang berdiri di pinggir lapangan memberikan instruksi tak lain adalah ayahnya sendiri, Prasetya Citra Sukoco, yang bertindak sebagai kepala pelatih. 

Di saat bersamaan, Chilla juga membawa misi untuk mengikuti jejak sang kakak, Abigail Sachi Natalenta Sukoco, yang telah meraih dua gelar juara DBL East Java-South bersama SMA Kolese Santo Yusup Malang.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-South, Sabtu, 22 Agustus 2026

Pilihan gaya rambut unik Chilla rupanya berawal dari keisengannya saat ingin menyingkirkan poni yang mengganggu pandangan di lapangan. 

"Karena aku berponi, awalnya ngide diikat satu ke atas. Tapi temanku bilang, 'Ikat dua aja biar kayak lebah!' Ya sudah, aku ngikut  aja biar gak ganggu," seloroh siswi kelas IX yang akrab dipanggil Chilla tersebut.


Penampilan Rajendriya Sean Chilla Sukoco saat membela SMP Kolese Santo Yusup 2 Malang di Junior DBL 2026 Malang

Menangani anak kandung di dalam tim yang sama tentu menghadirkan tantangan tersendiri bagi Coach Prasetya. 

Agar tak dilihat membedakan perlakuan antarpemain, sang ayah justru bersikap jauh lebih keras kepada Chilla.

"Melatih anak sendiri itu mau enggak mau harus tega. Kalau anak lain saya marahi 10 persen, dia bisa kena 15 sampai 20 persen. Saya enggak mau teman-temannya melihat ada perbedaan perlakuan saya ke dia," ungkap Coach Citra, yang sudah hampir sepuluh tahun menakhodai tim basket Saint Joseph 2.

Baca Juga: Chrisna Ari, Tanda Cinta Ibu saat Mendampingi Putrinya Berlaga!

Chilla menyadari betul posisi dan beban yang dipikul sang ayah. Sebagai kapten tim, ia memilih untuk tetap berkepala dingin ketika menerima teguran keras di hadapan rekan-rekan setimnya.

"Kalau aku dimarahin, ya mau enggak mau harus dengerin. Kalau salah ya diperbaiki, bukan malah ngamuk karena itu bisa merusak suasana tim. Di rumah biasanya enggak dibahas lagi. Paling Papa cuma bilang, 'Besok main lebih bagus lagi ya,' terus sudah, baik-baik sendiri," jelas Chilla.


Potret Coach Citra saat memberikan arahan kepada anak didiknya

Coach Citra begitu mengapresiasi kerja keras Chilla dalam mengasah dirinya. Kehadiran sang kakak, Abigail Sachi Natalenta Sukoco dan sang ayah menjadi kompas utama bagi Chilla untuk menentukan arah karier basketnya menuju jenjang SMA kelak.

"Papa sama Kakak itu panutan aku. Kakak sudah main di Kosayu tiga tahun dan Papa juga mengajar di sana. Aku pengen banget bisa kayak mereka. Pengen bisa juara juga kayak kakak," tutur Chilla penuh keyakinan.

Kembali hadirnya kompetisi Junior DBL 2026 Malang menjadi penutup yang manis bagi masa-masa SMP Chilla. Ia tak berambisi mengejar statistik individu, melainkan bertekad membawa timnya melesat sejauh mungkin.

"Karena ini tahun pertama sekaligus terakhirku di Junior DBL, vibes-nya kerasa banget. Harapannya kita bisa melangkah step-by-step, minimal amankan tempat di semifinal dulu," pungkas sang kapten berkuncir antena tersebut.

Baca Juga: Baca Juga: Sachi dan Mimpi Mendiang Kakek yang Ingin Cucunya Main di DBL

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Tiga Koboi dibawa Smamiotifo ke DBL Arena, Apa Maksudnya?
Tuntas Bertugas di Paskibraka Kota Pasuruan, Zahra Talita Kembali Bela Smasa
Hasil DBL East Java-South: Smaga Tim Pertama ke Playoffs, Putri Smabul Menang!
Hasil DBL West Jakarta: Debutan Bikin Kejutan, Semifinalis Musim Lalu Tumbang
Skenario DBL East Java-North 21 Agustus: Putri Smeas Berpeluang Tembus Round 2!