Ada mimpi yang pernah Naila Salsabila sematkan ketika masih mengenakan seragam SMA, yaitu bermain di DBL East Java-North. Mimpi itu memang belum sempat terwujud sebagai pemain. Namun, kini Naila akhirnya bisa merasakan atmosfer DBL dari pinggir lapangan sebagai asisten pelatih tim putri SMAN 1 Gresik.

Naila, yang lahir pada 2005, baru tahun ini menjalani peran tersebut bersama tim putri SMAN 1 Gresik (Smansa) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Debutnya sebagai asisten pelatih di DBL East Java-North terasa semakin spesial setelah Smansa mengamankan kemenangan 14-6 atas SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya pada laga pertama mereka.

Namun, perjalanan Naila menuju pinggir lapangan DBL tidak terjadi secara tiba-tiba.

Ia baru mulai bermain basket ketika duduk di bangku SMA. Saat itu, Naila bersekolah di SMAN 1 Menganti. Keinginannya untuk merasakan atmosfer event basket pelajar terbesar se-Indonesia itu sebenarnya sudah muncul sejak masih menjadi pemain.

Baca juga: Dari Sekadar Main Basket, Coach Agung Bangun Mindset Baru di Libels

Sayangnya, kesempatan tersebut belum datang.

“Pengen banget dulu bisa main di DBL. Karena di SMA-ku dulu di Menganti itu bukan kota, jadi SDM-nya di basket masih minim,” cerita Naila.

Menurutnya, banyak pemain di sekolah saat itu yang baru mengenal basket ketika SMA. Kondisi tersebut membuat timnya belum memiliki kesempatan untuk tampil di kompetisi sebesar DBL East Java-North.

Mimpi itu pun sempat berjalan ke arah lain.

Setelah lulus SMA, Naila memilih melanjutkan pendidikan di UNESA, jurusan Ilmu Keolahragaan. Di saat yang sama, ia mulai kembali dekat dengan dunia basket, tetapi kali ini dari sisi berbeda.

Pelatihnya ketika SMA, Damas Adietama, mengajaknya membantu melatih. Saat itu, Damas sudah mulai menangani SMAN 1 Menganti sejak 2023. Naila pun mendapat kesempatan untuk belajar dari sosok yang sebelumnya membimbingnya ketika masih menjadi pemain.

Naila awalnya menjadi asisten di SMAN 1 Menganti, sebelum kemudian mendapat kesempatan melatih klub di Surabaya. Sejak 2023, ia mulai menangani tim di Snipers, Surabaya Barat. Kepercayaan tersebut datang ketika usianya masih sangat muda, bahkan saat baru menjadi mahasiswa.

Naila menjadi salah satu anak didik yang tetap aktif di dunia olahraga sekaligus menempuh pendidikan di jurusan olahraga. Dari sanalah ia mulai mendapat kesempatan untuk belajar menjadi pelatih.

“Yang paling aktiflah kayaknya. Akhirnya diberi kepercayaan sama pelatih SMA saya buat diajak juga di klub-klubnya,” ujarnya.

Hubungan Naila dan Damas kemudian kembali berlanjut beberapa tahun setelah Naila lulus SMA.

Damas yang kini menangani tim basket SMAN 1 Gresik melihat perkembangan mantan anak didiknya. Ia mengetahui Naila sedang menempuh pendidikan di UNESA sekaligus aktif melatih pemain usia dini di sejumlah tempat.

Ketika membutuhkan asisten pelatih perempuan untuk menangani tim putri Smansa, Damas pun kembali mengajak Naila.

Baca juga: Dari Fear Jadi Fire, Pesan Vamos Bananas untuk Smanig di DBL

“Saya tahu Coach Naila sekarang di Unesa sebagai mahasiswa. Saya juga tahu beliau melatih di beberapa tempat, yang dilatih itu anak-anak usia dini. Kemudian saya mencoba merekrut Coach Naila karena memang saya sedang membutuhkan asisten perempuan untuk menangani tim perempuan,” ujar Damas.

Dari yang sebelumnya menjadi murid di lapangan, Naila kini berdiri di sisi yang sama dengan Damas sebagai sesama pelatih.

Bagi Damas, pengalaman di DBL musim ini juga menjadi panggung pertama Naila sebagai asisten pelatih. Ia berharap kesempatan tersebut bisa menjadi ruang bagi Naila untuk terus menambah jam terbang dan memperbarui ilmu kepelatihannya.

“Ini kan panggung pertamanya. Mungkin menambah jam terbang saja. Pertandingan, sparing, kemudian update ilmu tentang kepelatihan, melihat permainan seperti apa, supaya ilmunya terus update,” katanya.

Tahun ini, waktunya akhirnya tiba.

Untuk pertama kalinya, Naila benar-benar berdiri di pinggir lapangan DBL. Ironisnya, ia berada di sana bukan untuk mewujudkan mimpinya sebagai pemain, tetapi membantu pemain-pemain lain mengejar mimpi mereka.

“Senang banget. Terharu juga sih saya bisa di DBL, apalagi saya malah nge-coaching. Jadi kayak terharu, senang,” tuturnya.

Baca juga: Sempat Tak Suka Basket, Falih Kini Bawa Smamio Bangkit

Kini, mimpi Naila tentang DBL memang tidak terwujud dalam bentuk yang pernah ia bayangkan ketika masih SMA. Dari pinggir lapangan, Naila membantu para srikandi Smansa merasakan kesempatan yang dulu pernah ia inginkan.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

 

 

 

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL South Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026
Hasil DBL D.I Yogyakarta: Stece Pulangkan Sang Juara Bertahan!
Simak Bagan Playoffs DBL Central Java-North 2026, Cek Sekolahmu di Sini!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Central Java-North, Selasa, 6 Oktober 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta 2026, Selasa, 6 Oktober 2026