Dua sosok pemain basket berdiri di bagian depan koreografi Casual Slekoors. Di belakangnya, trofi DBL menjadi pusat perhatian. Visual itu dibentangkan saat suporter SMAN 21 Surabaya mengawal tim putranya menghadapi SMAN 1 Kebomas Gresik pada laga ketiga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Selasa, 25 Agustus 2026.
Bagi Casual Sleekors, dua sosok tersebut bukan sekadar hiasan. Keduanya menggambarkan anak-anak basket SMAN 21 Surabaya yang sedang menjalani perjalanan di DBL.
Sementara itu, trofi yang berada di belakang mereka menjadi tujuan. Ada sesuatu yang ingin dikejar Putra Slekoors, dan Casual Slekoors memilih menyampaikannya lewat sebuah visual yang bisa langsung dilihat dari tribun.
Baca juga: Pesawat Tempur 4D WOLUMANIA Terbang Tinggi, Simbolkan Kebangkitan
Koordinator Casual Slekoors, Neham, menjelaskan bahwa dua sosok tersebut menggambarkan keberanian para pemain untuk menghadapi lawan-lawannya. Mereka ingin menunjukkan bahwa Putra Slekoors tidak datang ke DBL Arena hanya untuk bertanding.
"Kita ingin menunjukkan ke semua orang yang ada di DBL kalau basket Selikur itu berani buat menghadapi semua lawannya di DBL Arena buat mencapai kejayaannya," jelas Neham.
Pesan itu kemudian bertemu dengan gambar trofi di belakangnya. Perjalanan menghadapi lawan digambarkan sebagai bagian dari usaha menuju satu tujuan membawa pulang piala DBL.
Koreografi Casual Sleekors menampilkan gambar trofi DBL dan tulisan dukungan di tribun DBL Arena Surabaya saat mengawal Putra Sleekor pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Koreo tersebut juga menjadi kelanjutan dari cerita yang sebelumnya sudah dibangun Casual Slekoors. Pada koreografi pertama, mereka membawa pesan tentang kesiapan tim putri SMAN 21 Surabaya.
Kini, giliran Putra Sleekor yang mendapat pesan serupa. Bedanya, kali ini Casual Slekoors tidak hanya ingin menunjukkan kesiapan, tetapi juga memperlihatkan tujuan yang ingin dikejar tim putra.
“Kalau koreo kemarin itu menunjukkan kalau basket putrinya siap. Sedangkan yang sekarang kita kasih tunjuk juga kalau basket putranya itu siap,” tutur Neham.
Baca juga: Tiga Bingkai, Satu Perjuangan Casual Sleekors
Karena itu, koreografi kedua Casual Slekoors terasa seperti bab berikutnya. Jika sebelumnya mereka berbicara tentang kesiapan tim putri, kali ini dua sosok dalam koreo berdiri bersama gambaran trofi untuk menyampaikan pesan kepada tim putra.
Koreografi Casual Sleekors menampilkan dua sosok pemain basket dan gambaran trofi DBL di tribun DBL Arena Surabaya saat mengawal Putra Sleekor menghadapi SMAN 1 Kebomas Gresik pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Tidak mudah menghadirkan visual tersebut di tribun. Casual Slekoors menyiapkan koreografi selama sekitar satu pekan. Pengerjaannya pun dilakukan di beberapa tempat, mulai dari sekolah hingga lapangan dan tempat lain yang bisa digunakan untuk berkumpul.
Proses tersebut membuat koreografi tidak hanya menjadi pekerjaan untuk menghasilkan tampilan di tribun. Ada waktu yang mereka habiskan bersama, ada pembicaraan yang muncul selama persiapan, dan ada chemistry yang terbentuk sebelum koreo akhirnya dibentangkan.
Baca juga: Kejutkan DBL Arena! Mussan1968 Bawa Koreo Jumbo Saat Anniversary
Casual Slekoors memang tidak memiliki latihan khusus untuk menjaga kekompakan. Mereka lebih sering berkumpul dan cangkruk bersama.
“Lebih sering kumpul aja. Jadi, kita juga sering ngebahas tentang gimana kalau di tribun, full cangkruk seperti itu. Itu kan bisa membuat chemistry kita satu sama lain menyatu,” ujar Neham.
Kebiasaan tersebut yang kemudian mereka bawa ke tribun. Kekompakan tidak hanya dibangun ketika koreografi dikerjakan, tetapi juga dari kebiasaan sederhana untuk sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Bagi Neham dan Limbo, yang kini duduk di kelas 12, dukungan untuk Putra Sleekor juga menjadi bagian dari tahun terakhir mereka sebagai siswa SMAN 21 Surabaya. Keduanya masih ingin melihat tim basket sekolahnya melangkah sejauh mungkin.
Neham berharap Putra Slekoors mampu menjaga langkahnya hingga babak knockout. Sementara Limbo ingin melihat tim terus berkembang dan pada akhirnya membawa pulang trofi yang sudah mereka gambarkan dalam koreografi.
“Diperbaiki lagi, lebih baik lagi, dan harus bisa membawa pulang piala DBL itu,” tutur Limbo.
Baca juga: Pertarungan Terakhir Forza Smada, Tetap Berdiri di Belakang SMADA
Trofi dalam koreografi akhirnya menjadi lebih dari sekadar gambar. Ia menjadi gambaran tujuan yang ingin dikejar para pemain, sekaligus cara Casual Slekoors mengingatkan bahwa perjalanan Putra Sleekor masih panjang.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMAN 21 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).