Penampilan tim dance di AQUA DBL Dance 2026 East Java-West semakin meriah. Enam tim dance yang ambil bagian datang dengan konsep dan koreografi yang beragam.
Tema “100% Indonesia” sukses mereka eksplorasi menjadi penampilan yang bukan cuma seru untuk disaksikan, tetapi juga membawa cerita tentang budaya, sejarah, hingga isu yang dekat dengan Indonesia.
Mulai dari kisah sejarah Madiun, batik, budaya Papua, semangat perjuangan, hingga pesan untuk menjaga hutan Kalimantan. Semuanya dikemas dalam koreografi yang kreatif dan penuh warna.
Berikut enam tim dance yang tampil di AQUA DBL Dance 2026 East Java-West selengkapnya!
SMAN 1 Maospati
Tim dance SMAN 1 Maospati membawa cerita sejarah dari Kabupaten Madiun. Penampilan mereka mengisahkan kehidupan masyarakat Madiun yang awalnya hidup tenteram dan damai. Namun, situasi berubah ketika wabah penyakit menyerang wilayah tersebut.
Di tengah situasi itu, muncul sosok Ronggo Ngabei Lo Prawirodipuro yang berusaha mengusir wabah tersebut. Perjuangannya akhirnya berhasil. Wabah menghilang dan masyarakat Madiun kembali terbebas dari ancaman penyakit.
SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung
Batik menjadi inspirasi utama penampilan tim dance SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung.
Lewat perpaduan gerakan, musik, dan fashion, mereka ingin menunjukkan bahwa batik tidak selalu identik dengan sesuatu yang kuno atau formal.
Sebaliknya, batik bisa dikemas secara modern dan kreatif. Bahkan, batik bisa menjadi fashion item yang membuat generasi muda tampil percaya diri dan tetap 100% kece.
SMAN 2 Ponorogo
Tim dance SMAN 2 Ponorogo membawa cerita bertajuk “Andromeda”. Cerita ini mengangkat tentang keserakahan yang bisa membawa seseorang terlalu jauh. Di tengah kekacauan dan pergulatan batin, masih ada satu hal yang tidak mampu dipadamkan: semangat.
Semangat itu terus menyala. Menjadi tanda bahwa selama api perjuangan masih hidup, perjuangan belum benar-benar berakhir.
SMA St. Augustinus Kediri
Budaya Papua menjadi inspirasi tim dance SMA St. Augustinus Kediri di AQUA DBL Dance 2026 East Java-West.
Mereka ingin merepresentasikan salah satu budaya sekaligus warna dari suku di Indonesia tersebut melalui gerakan dan koreografi.
Bukan sekadar menampilkan keindahan budaya Papua untuk dinikmati mata seperti lukisan di museum atau pameran seni. Mereka ingin membuat audiens ikut merasakan betapa hidupnya keindahan budaya tersebut.
SMAN 2 Nganjuk
“Indonesia Berdentum” menjadi konsep yang diusung oleh tim dance SMAN 2 Nganjuk.
Penampilan ini menggambarkan suara rakyat yang terus hidup di tengah berbagai persoalan negeri. Ketika harga kebutuhan meningkat, pendidikan dipertanyakan, masa depan terasa tidak pasti, dan suara masyarakat seakan semakin kecil, rakyat tidak lagi memilih untuk diam. Lewat koreografi mereka, suara tersebut kembali terdengar dan semarak.
SMAN 1 Madiun
Tim dance SMAN 1 Madiun mengangkat isu lingkungan lewat cerita “Orangutan: Lost in Borneo”.
Bagi mereka, Kalimantan bukan sekadar hutan. Kalimantan adalah rumah. Ketika rumah itu terbakar, yang hilang bukan hanya pohon, tetapi juga kehidupan yang ada di dalamnya.
Lewat penampilan ini, SMAN 1 Madiun membawa pesan untuk memulihkan Kalimantan. Menyelamatkan hutannya sekaligus menyelamatkan orangutan yang menjadikan hutan tersebut sebagai rumah.