Di tengah kesibukannya menakhodai Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Andrie Ekayana menyempatkan diri hadir di GOR Ken Arok, Malang, pada Rabu, 26 Agustus 2026. 

Sosok legendaris yang akrab disapa Coach Yayan itu duduk di antara ratusan penonton Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South, bukan sebagai juru taktik timnas, melainkan sebagai ayah yang ingin menyaksikan putra sulungnya bertanding.

Hari itu menjadi momen istimewa. Untuk pertama kalinya, Coach Yayan bisa menonton secara langsung sang buah hati, Aldan Pangestu Ekayana, berlaga membela SMAN 3 Malang (Bhawikarsu).

"Tahun lalu saya sebenarnya pengen banget nonton, tapi masih sibuk di Timnas dan gimnya weekday terus. Sampai Aldan selesai berlaga musim lalu, saya enggak sempat nonton," cerita Yayan.

"Baru ini yang pertama kali bisa nonton langsung, mumpung baru mendarat dari Korea hari Minggu kemarin setelah selesai laga uji coba (tryout) Timnas."

Sebagai mantan penggawa Timnas Indonesia dan mantan pemain profesional, Yayan mengaku tidak pernah memaksakan Aldan untuk mengikuti jejak kariernya di dunia basket. 

Baca Juga: Hasil DBL East Java-South: Kosayu, Bhawikarsu, dan Smaga Amankan Juara Grup!

Semasa kecil, Yayan memang mengenalkan bola basket kepada sang buah hati, namun Aldan justru lebih tertarik dengan olahraga lain seperti sepatu roda.

Ketertarikan Aldan pada basket baru muncul belakangan, tepatnya saat ia menginjak kelas VIII SMP. Momen keputusannya pun terbilang unik dan tak terduga bagi sang ayah.

"Saya juga enggak tahu kenapa tiba-tiba dia mau main basket. Tahu-tahu bajunya sobek, pas saya tanya kenapa, dia bilang habis jatuh main basket sama teman-teman SMP-nya," kenang Yayan sambil tertawa. "Setelah dia suka, baru dia minta latihan sama saya."


Aksi Aldan Ekayana (nomor punggung 30) saat membela SMAN 3 Malang kontra SMA Islam Malang

Meskipun tergolong terlambat memulai latihan serius, Yayan tetap memberikan dukungan penuh tanpa memberikan beban ekspektasi. 

Begitu pula saat Aldan memilih melanjutkan pendidikan ke SMAN 3 Malang yang dikenal memiliki fokus akademik kuat.

"Saya biarkan flow saja, saya bebaskan dia memilih sekolah impiannya. Karena SMAN 3 Malang fokus akademiknya bagus, saya di basket juga enggak terlalu nge-push dia. Biar dia menikmati prosesnya," jelas pelatih asli Malang tersebut.

Baca Juga: Setelah 27 Tahun Berkarier, Junior DBL Persatukan Ayah dan Anak dalam Satu Tim

Kesibukan Yayan memoles Timnas Indonesia membuatnya harus membagi waktu. Mengingat ia harus mendampingi latihan Timnas sepanjang awal pekan dan baru kembali ke rumah saat akhir pekan, sesi latihan khusus ayah-anak ini biasanya memanfaatkan lapangan privat di area Malang.

Menariknya, meski berstatus sebagai pelatih berkaliber nasional, Yayan memilih untuk menjaga jarak profesional saat mengevaluasi permainan anaknya di sekolah.

"Karena saya berprofesi sebagai pelatih, saya berusaha mengajarkan Aldan untuk menghormati semua keputusan dari pelatihnya di sekolah. Evaluasi dari saya lebih ke masukan atau tips ringan saja supaya dia lebih percaya diri," tuturnya. 

"Selebihnya, biarkan dia berkembang bersama pelatih dan rekan-rekannya di SMAN 3 Malang."


Aldan Ekayana (kiri) dan sang ayah, Andrie Ekayana (kanan) foto bersama usai pertandingan

Yayan juga menambahkan bahwa tidak ada rasa kecewa sedikit pun jika anak-anaknya memiliki minat lain di luar karier basket profesionalnya. "Selama kegiatannya positif, pasti kita support," tambahnya.

Kehadiran Coach Yayan di tribun penonton berbuah manis. Pada laga perebutan puncak klasemen Grup H tersebut, Aldan bersama skuad Bhawikarsu sukses menundukkan SMA Islam Malang dengan skor akhir 32-16. 

Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah SMAN 3 Malang melaju ke babak playoff dengan status juara grup.

Tak hanya bangga melihat kontribusi sang anak di lapangan, Coach Yayan juga mengapresiasi kemasan atmosfer kompetisi DBL yang dinilainya selalu menghibur dan konsisten menjaga antusiasme generasi muda.

"DBL itu selalu seru. Antusiasme pemain, pelatih, hingga kemasan acaranya tidak pernah berkurang. Bahkan tadi saya sampai terkesima melihat penampilan tim dance SMAN 3 Malang, garapannya niat sekali dan sangat menghibur," puji Yayan.

Baca Juga: Dulu Atlet Futsal, Gishela Berjuang 1,5 Tahun Demi Masuk Tim DBL Santa Maria

Kini, sebelum kembali mendampingi Timnas Putri Indonesia bertolak ke Nagoya pada 15 September mendatang, Coach Yayan berharap masih bisa menyisipkan waktu di sela jadwal padatnya demi menyaksikan langkah Aldan dan Bhawikarsu di babak playoff.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*) 

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Skenario DBL East Java-North: Thirteen dan Sixers Rebutan Tiket Round 2!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Madiun, Kamis 27 Agustus 2026
Hasil DBL East Java-South: Kosayu, Bhawikarsu, dan Smaga Amankan Juara Grup!
Para Penerima Penghargaan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta
Cantik! Inilah Deretan Best Three AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta