Setelah menuntaskan masa-masa indahnya sebagai pemain SMA Frateran Surabaya mulai dari tahun 2021 hingga 2023 di ajang Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North, Vincentius Seconda Adrian memilih langsung kembali ke almamaternya sebagai asisten pelatih usai lulus SMA.

Keputusannya mendampingi tim pelatih Frateran bukan tanpa alasan. Mahasiswa bidang Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini memendam misi besar untuk membawa sekolahnya kembali ke masa kejayaan. 

Baca juga: Tak Hanya Ramaikan Tribun, Fratorian Bawa Cerita di Balik Koreografi

Bagi Coach Iik, panggilan akrabnya, kejayaan itu hanya bisa diraih jika tradisi dan kultur basket Frateran yang disiplin kembali hidup di dalam tim.

"Kami ingin terus menanamkan tradisi fight dan menerapkan culture basket yang bagus ke anak-anak," ungkap Coach Iik, Kamis, 27 Agustus 2026.

Budaya basket yang ia maksud adalah memiliki kedisiplinan tinggi, play by rules, serta membangun rasa kekeluargaan yang erat. Ia ingin menekankan bahwa basket bukan sekadar ekstrakurikuler biasa. 

Putra Frateran foto bersama usai mengunci posisi di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Menurutnya, dengan membangun tim berlandaskan kekeluargaan, kebersamaan itu akan terbawa hingga ke arena. Namun, melihat pertandingan hari ini, Coach Iik melihat komunikasi putra Frateran tidak cukup efektif ketika di lapangan.

"Anak-anak ini kelihatannya masih bingung dan malu bertanya kalau di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Jason Lie Hijrah dari Jember ke Surabaya demi Melantai di DBL Arena

Meski dinilai kurang efektif dalam berkomunikasi, putra Frateran berhasil menundukan SMA Santo Yusup Surabaya dengan poin 45-6. Kemenangan mereka hari ini sukses mengunci posisi di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Lolosnya SMA Frateran ke Round 2 sekaligus menghadirkan pekerjaan rumah tersendiri bagi coaching staff. Coach Iik menilai, performa timnya masih jauh dari kata sempurna dan membutuhkan banyak pembenahan jelang laga berikutnya.

"Defense mereka belum rapi, terus anak-anak belum begitu paham beberapa technical offense," beber Coach Iik.

Sebagai asisten pelatih yang usianya tidak berselisih jauh dari para pemain, Coach Iik memanfaatkan posisi ini untuk menjembatani komunikasi. 

"Off-court, saya bisa merangkul mereka sebagai teman. Tapi kalau di lapangan ya tetap jadi pelatih. Ini juga yang membuat chemistry antarpemain ada," tegasnya.

Baca juga: Dulu Juara DBL Dance, Kini Salman Grande Kembali sebagai Pelatih

Bagi Coach Iik, dengan lolosnya putra Frateran ke Round 2 artinya perjalanan mereka baru saja dimulai. Ia berkomitmen untuk terus menggembleng fisik, taktik, dan mentalitas anak didiknya agar culture disiplin Frateran bisa kembali ke masa kejayaan mereka.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Saat Pelatih Timnas, Andrie Ekayana Jadi ‘Ayah Biasa’ untuk Aldan Ekayana
Hasil DBL East Java-South: Kosayu, Bhawikarsu, dan Smaga Amankan Juara Grup!
Skenario DBL East Java-North: Thirteen dan Sixers Rebutan Tiket Round 2!
Para Penerima Penghargaan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Madiun, Kamis 27 Agustus 2026