Faizullah: DBL Jadi Ajang Pembuktian dan Rumah Penuh Kenangan Masa SMA

| Penulis : 

Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North menjadi musim pertama sekaligus terakhir bagi Faizullah untuk membela tim putra SMAN 18 Surabaya (Wolulas).

Kini duduk di bangku kelas XII, cowok dengan nomor punggung 22 itu akhirnya mendapatkan kesempatan untuk melantai di lapangan DBL Arena. Sebelumnya, ia hanya bisa menonton Wolulas dari bangku tribun.

“Yang pasti senang. Awalnya saya melihat, ending-nya saya dilihat,” ujar Faiz, sapaan akrabnya.

Namun, itu bukan berarti kiprah Faiz pada musim ini berjalan mulus. Di laga perdananya melawan SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, ia masih belum sepenuhnya terbiasa dengan atmosfer pertandingan di DBL sebagai pemain.

“Untuk match pertama banyak banget tekanannya, karena mungkin first time ikut DBL yang pertandingannya besar. Suporternya juga banyak, suara sana-sini kedengaran. Saya grogi,” terang Faiz.

Baca juga: Ketika DBL Jadi Mimpi, Smansa Jombang Bergerak Bersama

Meski begitu, hal tersebut tidak membuat semangat Faiz menurun. Ia justru berhasil melakukan adaptasi dengan cepat. Di pertandingan kedua melawan SMAN 9 Surabaya, Faiz jadi terlihat lebih tenang dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

“Alhamdulillah lebih PD (percaya diri). Gak memedulikan suporter lawan, gak peduli sama tim lawan, pokoknya saya main sesuai yang diarahkan sama coach,” jelasnya.

Mengenakan seragam Wolulas di DBL East Java-North 2026 memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Faiz. Namun, ada juga beberapa tujuan penting yang ingin digapainya di sini.

“Buat kenang-kenangan masa SMA, terus juga pengin membuktikan ke orangtua sama orang-orang lain di sana bahwa aku bisa (bermain di DBL),” tegas Faiz.

Baca juga: Wolfie Suguhkan Beragam Tarian Tanah Air Ala Cewek Centil!

Faiz sebenarnya sudah menyukai olahraga basket sejak SMP. Namun, saat itu ia tidak pernah bermain dalam pertandingan resmi.

Ia hanya menganggap olahraga ini sebagai sekedar hobi, sehingga ia tidak pernah berencana untuk masuk ke dalam roster tim sekolah.

Ditambah dengan posturnya yang besar, banyak orang akhirnya merasa ragu terhadap Faiz. Namun, narasi tersebut perlahan mulai berubah saat Faiz berada di kelas XI.

Saat itu, Faiz mendapatkan ajakan dari salah satu temannya, Jehuda Putra, untuk bergabung ke dalam tim basket Wolulas. “Mau (ikut) DBL atau enggak?” tanya Jehuda kepada Faiz.

Faiz akhirnya menerima ajakan tersebut. Ia dan Jehuda kemudian sering melakoni latihan basket di sekolah. Semua itu mereka lakukan bersama-sama layaknya sahabat.

Namun, saat itu Faiz harus menerima kenyataan pahit. Saat daftar nama pemain resmi diumumkan, hanya nama Jehuda yang tercantum di antara mereka dua. Faiz gagal masuk ke dalam skuad Wolulas.

Baca juga: Keunggulan Terlepas di Detik Akhir, Coach Iqbal Soroti Fokus Sixers

Faizullah saat membela SMAN 18 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Rasa sedih tentu tinggal sejenak dalam diri Faiz. Namun, ia tidak menyerah. Ini bukanlah akhir dari perjuangannya. Justru menjadi awal dari kerja kerasnya. Faiz akhirnya merasa ada suatu hal penting yang harus dikejar. 

Ketika kesempatan itu datang kembali, Faiz menjadi salah satu anak yang paling antusias untuk mengikuti latihan. “Latihannya lebih dari belasan kali selama 3 atau 4 bulan kalau gak salah,” ingat Faiz.

Dalam perjalanannya ini, Faiz juga harus mengorbankan banyak waktu luangnya agar bisa menyeimbangkan performa akademik dan nonakademik. 

“Aku juga ada les karena kelas XII ada TKA (Tes Kemampuan Akademik). Lesnya aku dari jam setengah 5 sampai jam 8 malam setiap hari Selasa dan Jumat,” ujarnya.

Segala pengorbanan dan dedikasinya itu akhirnya terbayar. Pada Juli 2026 lalu, sang pelatih, Ryan Yoga Pratama, akhirnya percaya bahwa Faiz bisa masuk ke dalam skuad utama Wolulas. 

Baca juga: Pray for NTT di Punggung Coach Libels, Cerita di Balik Selembar Kertas

Per 29 Agustus 2026, kiprah Faiz bersama Wolulas di panggung DBL masih terus berlanjut. Mereka akan berhadapan dengan SMAN 3 Surabaya pada 3 September 2026.

Ketika DBL East Java-North 2026 selesai, Faiz juga tidak akan melanjutkan perjalanannya di dunia basket secara serius. “Soalnya fokus masa depan di akademik,” tegas Faiz.

Bahkan, Faiz telah merencanakan destinasi berikutnya setelah lulus SMA. Ia ingin menimba ilmu di Departemen Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). 

Cerita perjuangannya bersama Wolulas di DBL East Java-North 2026 pun menghadirkan sejumlah pelajaran yang akan menjadi bekal bagi Faiz untuk meraih mimpi pada masa depan.

“Pertama ada kerja sama tim. Basket itu kan mainnya lima lawan lima, bukan satu lawan lima. Yang kedua ya melatih ego dari masing-masing orang,” tutur Faiz.

DBL akan selalu menjadi rumah nyaman untuk mereka yang ingin menggapai mimpi, baik sebagai pemain basket maupun di bidang lainnya. Sebab, akan selalu ada pelajaran hidup berharga yang didapat selama berproses di sini.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Perjuangan Smamga di DBL, Nilai Tambahan Menanti di Kelas

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Tsunami Aceh hingga Flores, Scootersmania Bawa Pesan Kemanusiaan
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Sabtu, 29 Agustus 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-South, Sabtu, 29 Agustus 2026
Berikut Top 10 AQUA DBL Dance Competition 2026 East Java-South
Usung Tema 100% Indonesia, Berikut Jadwal Tampil Junior DBL Dance 2026 Malang