"Setiap kali saya menali sepatu ini di pinggir lapangan, saya tahu saya tidak pernah berlari sendirian. Ada doa Ibu dari Nabire, dan ada janji yang saya jaga untuk dia yang kini menonton dari atas sana."

Di tengah gemuruh suporter Bhawikarsu (SMAN 3 Malang) memadati GOR Ken Arok, Malang, ada satu sosok yang bermain dengan penuh harapan. 

Bagi Hans Sembor, pebasket putra SMAN 3 Malang (Bhawikarsu), panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South bukan sekadar turnamen basket SMA biasa. 

Ini adalah muara dari perjalanan panjang seorang anak rantau asal Nabire, Papua Tengah, yang sedang berjuang dari titik nol demi mengejar mimpi besar di tanah Jawa.

Sebuah narasi nyata bahwa DBL benar-benar menjadi Home of the Dreamers, tempat di mana mimpi anak bangsa dipupuk dengan keringat dan doa.

Sebelum menginjakkan kaki di Malang saat memasuki jenjang SMA, Hans sama sekali tidak mengenal olahraga bola basket. 

Di tanah kelahirannya, Nabire, sepak bola adalah hidupnya, mengikuti jejak sang Ayah. Namun, takdir membawanya melangkah jauh menyeberangi lautan menuju Kota Malang. 

Baca Juga: Musim Lalu Bawa Moklet Menang, Kini Coach Bayu Ikut Kawal Bhawikarsu Revans!

Berada di lingkungan sekolah baru, postur tubuhnya yang jangkung langsung menarik perhatian para seniornya di SMAN 3 Malang.

"Waktu kelas X awal datang dari Nabire, saya hobinya sepak bola. Terus diajakin sama kakak-kakak kelas, katanya badan saya tinggi, disuruh ikut basket saja. Dari situ saya mulai coba," kenang Hans.


Hans Sembor tengah menjalani laga terakhirnya di DBL East Java-Sourh 2026

Memulai sesuatu tanpa basic di sekolah favorit sekelas Bhawikarsu bukanlah perkara mudah. Hans meraba dari nol. 

Ketika anak-anak lain sudah lihai melakukan dribble dan lay-up, Hans harus mengeja setiap gerakan. Rekan satu timnya pun tak segan ikut  membantunya.

Keinginan Hans untuk berlaga di ajang bergengsi DBL sudah membumbung tinggi sejak pertama kali mengenal basket. 

Namun, jalan menuju ke sana amat terjal. Selama kelas X dan XI, Hans tak pernah lolos seleksi tim utama. Namanya tak pernah tercantum dalam roster.

Meski tak pernah mendapat kesempatan mengenakan jersei kebanggaan di lapangan, Hans menolak untuk menyerah. 

Baca Juga: Saat Pelatih Timnas, Andrie Ekayana Jadi ‘Ayah Biasa’ untuk Aldan Ekayana

Ia membakar ambisinya lewat latihan keras. Seminggu lima kali latihan bersama tim sekolah dirasa belum cukup. Hans secara mandiri menambah porsi latihannya sendiri.

Ia terus meminta evaluasi dari teman-temannya, memperbaiki setiap kekurangan, hingga bersaing ketat dengan 21 pemain lain demi merebut satu dari 12 kursi roster DBL East Java-South.

"Bulan Januari itu latihan mati-matian sekali untuk benerin fisik dan cara main. Pernah di titik terendah waktu performa drop, tapi saya benarin lagi. Sampai akhirnya pertengahan tahun ini coach sebut nama saya untuk main di DBL. Saya happy banget, sampai tidak percaya," ungkapnya.

Aksi Hans Sembor berusaha mencetak poin tambahan untuk SMAN 3 Malang

Kesabaran dan keringat selama dua tahun akhirnya terbayar tuntas. Tahun ini, yang sekaligus menjadi tahun pertama dan terakhirnyam Hans resmi menyandang status sebagai pemain Bhawikarsu di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South. 

Sebuah kebanggaan tiada tara, terlebih ia menjadi anak Papua pertama yang berhasil menembus tim basket SMAN 3 Malang di kompetisi basket bergengsi sekelas DBL.

Di balik aksi impresifnya di lapangan, ada satu barang yang tak pernah lepas dari kaki Hans, sepasang sepatu basket yang warnanya mulai pudar. 

Di saat pemain lain mulai berganti sepatu karena telah usang, Hans tetap setia menali sepatu pemberian sang Ibu.

Baca Juga: Manifestasi Naraya Berhasil, Atlet Sepatu Roda Malang yang Berlabuh di DBL Dance

Sepatu itu dibelikan ibunya pada Desember tahun lalu di Makassar, ketika mereka sedang mendampingi sang Ayah yang berobat. 

"Mama bilang, 'Kamu pakai sepatu ini untuk latihan dan main terus, nanti kamu mainnya makin bagus.' Jadi ini hadiah Natal dari Mama," tutur Hans lirih.

Doa seorang ibu memang tak pernah meleset. Hanya beberapa bulan setelah mengenakan sepatu itu, performa Hans melesat pesat hingga akhirnya terpilih masuk ke dalam skuad utama Bhawikarsu. 

Hans Sembor (nomor punggung 19) menyanyikan anthem sekolah selepas pertandingan

Bagi anak rantau seperti Hans, berlaga di DBL memiliki arti yang jauh lebih dalam dari sekadar mengejar piala. DBL adalah jembatan kerinduan. 

Melalui siaran live streaming YouTube DBL, orang tua dan keluarganya di Nabire bisa menyaksikan Hans berlaga secara langsung dari jauh.

"Saya pengen banget main di DBL soalnya saya jauh dari orang tua. Kalau main di DBL, orang tua dan keluarga di Papua bisa lihat saya dari YouTube. Bapak pernah sampai bangun subuh-subuh cuma buat nonton saya main," terangnya.

Namun, DBL East Java-South musim ini juga menyisakan luka emosional yang mendalam bagi Hans. Pada 28 Agustus 2026, tepat satu hari sebelum laga Sweet Sixteen melawan SMK Telkom Malang, sepupunya, Rafael, meninggal dunia. 

Padahal, sang sepupu telah berjanji akan menonton aksi Hans lewat live streaming dan menjadi clipper pribadinya engan memotong klip-klip video saat ia mencetak poin.

"Dia janji mau nge-clip video saya kalau saya cetak banyak poin. Tapi dia meninggal sebelum match playoffs pertama. Jadi saya bilang dalam diri saya, karena ini tahun terakhir, saya harus buktikan dan kasih yang terbaik untuk dia. Saya tahu dia sekarang nonton saya dari atas (Surga)," ucapan Hans, menahan haru.

Baca Juga: Bedah Konsep Koreo Bhawikarsu, Dari Aula Tugu hingga Sejarah Raja Dunia

Perjalanan Hans Sembor di DBL East Java-South 2026 bersama Bhawikarsu mungkin telah usai seiring berakhirnya petualangan timnya musim ini. Namun, api di dalam dirinya tak akan pernah padam.

Selepas lulus dari SMAN 3 Malang nanti, Hans bermimpi untuk menembus sekolah kedinasan IPDN dan mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan. 

Ia ingin menyerap ilmu sebanyak-banyaknya di tanah Jawa untuk kemudian dibawa pulang kembali demi membangun kampung halamannya di Nabire, Papua Tengah.

Hans membuktikan bahwa mimpi tak pernah mengenal batas maupun latar belakang. Dari seorang anak yang tak kenal basket, menjadi pahlawan tempat bertumpunya harapan keluarga dan kebanggaan SMAN 3 Malang.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

JANGKARMANIA Kenang Legenda Kobe Bryant di DBL Arena
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-South, Rabu, 2 September 2026
Hasil DBL East Java-South: Wakil Blitar Komplet, Charis dan Smabul Masih Kokoh!
Racikan 8 Bulan Coach Charlie Bawa Matsanewa Amankan Tiket Final Junior DBL
Hasil DBL East Java-North: Putri Ciputra Menang Lewat Double Overtime!