Kerja keras, keberanian keluar dari zona nyaman, dan perjuangan merantau jauh dari kampung halaman akhirnya membuahkan hasil manis bagi Salsabila Rozzaq.
Pemain andalan MAN 2 Kota Malang (Magma) ini tak hanya sukses mengantarkan timnya meraih gelar juara AZA 3X3 Competition 2026 East Java-South, tetapi juga resmi dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) sektor putri.
Peran siswi kelas 11 ini begitu dominan di partai final yang berlangsung pada Jumat, 4 September 2026 di GOR Ken Arok, Malang.
Menghadapi kampiun musim lalu SMAN 1 Batu, Salsabila memborong 7 dari total 8 poin kemenangan Magma yang menyudahi laga dengan skor 8-5.
Di balik ketajamannya di lapangan, ada kisah dan perjuangan besar seorang student-athlete. Salsabila merupakan siswi asal Banyuwangi yang berani mengambil keputusan besar untuk merantau ke Malang demi menempuh pendidikan di MAN 2 Kota Malang sekaligus mengembangkan bakat basketnya.
"Saya aslinya dari Banyuwangi dan merantau ke Malang untuk sekolah di MAN 2 Kota Malang. Saya ingin keluar dari zona nyaman. Di Malang atmosfer kompetisinya jauh lebih bagus dan akademiknya di MAN 2 juga oke," cerita Salsabila.
Langkah dan perjuangan Salsabila di panggung final kian terasa emosional lantaran hadirnya dukungan langsung dari keluarga tercinta.
Baca Juga: Bungkam Juara Musim Lalu, Magma Juara AZA 3X3 Competition 2026 East Java-South
Sang ibu, adik, hingga neneknya (uti) rela menempuh perjalanan jauh naik kereta api dari Banyuwangi menuju Malang khusus untuk menyaksikan Salsabila bertanding di laga puncak.
"Gelar ini yang pertama pastinya saya persembahkan untuk orang tua saya yang sudah mengantar dan mendukung saya jauh-jauh dari Banyuwangi. Kedua untuk teman-teman dan coach yang mau berjuang bersama, serta untuk sekolah saya MAN 2 Kota Malang," ungkapnya penuh rasa haru.
Menariknya, keikutsertaan Salsabila di AZA 3X3 musim ini berawal dari nasib kurang beruntung tim putri Magma yang berada di daftar waiting list ketiga untuk kategori lima lawan lima, sehingga gagal masuk kuota bertanding.
Tak ingin menyerah dengan keadaan, Salsabila dan rekan-rekannya fokus mengikuti seleksi ketat tim 3X3 yang digelar sekolahnya.
Melalui latihan rutin nan intensif setiap hari usai jam sekolah, Salsabila berhasil menembus skuad utama 3X3 Magma.
Salsabila Rozzaq (mengendalikan bola) saat bertanding melawan SMAN 1 Batu
Adaptasi dengan ritme cepat 3X3 yang hanya berdurasi shot clock 12 detik pun dijalani dengan penuh kedisiplinan.
"Awalnya gak expect sama sekali bisa jadi MVP dan juara. Kita sempat nervous waktu lawan sempat leading karena mereka juara bertahan. Tapi kita berusaha yakin karena ini kesempatan yang gak akan berulang kembali. Begitu dipanggil jadi MVP, rasanya terharu banget dan bersyukur," tambahnya.
Gelar MVP dan piala juara AZA 3X3 2026 ini tak membuat Salsabila cepat puas. Pengalaman manis merasakan riuhnya atmosfer dukungan suporter DBL kian membakar semangatnya untuk membawa Magma melangkah lebih jauh di musim mendatang.
"Harapannya di tahun depan Magma girls bisa ikut dan bersaing di kategori 5on5. Kita akan hajar dan latihan lagi sampai benar-benar puas dengan hasil latihannya," tutup sang MVP.
Baca Juga: Calvin Marcello: Dari Korban Pandemi Hingga Jadi MVP AZA 3X3 East Java-South!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Saksikan tayangan ulang livestream pertandingan lewat video di bawah ini:
Kalian bisa memantau informasi seputar Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)