Dari Tangis ke Mental Tangguh, Cara Coach Rainer Bentuk SCS

| Penulis : 

SMP Surabaya Cambridge School (SCS) melanjutkan langkah positifnya di Junior DBL 2026 Surabaya. Pada Sabtu, 5 September 2026, SCS berhasil menaklukkan SMP Gloria 1 Surabaya dengan skor 37-16.

Kemenangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan tim basket putra SMP Surabaya Cambridge School, SCS Raptors, bersama Coach Rainer Anggakara yang sudah dimulai sejak 2024. Pada musim pertamanya, Rainer membawa SCS Raptors menembus Sweet Sixteen. Setahun berselang, mereka melangkah lebih jauh dengan keluar sebagai champion usai mengalahkan SMP Nation Star Academy di final Junior Exhibition 2025 East Java Surabaya.

Kini, Rainer kembali memimpin SCS Raptors dengan target yang sama. Namun, baginya, perjalanan sebuah tim SMP tidak semata-mata tentang mengejar gelar.

“Kalau ngomong target, setiap tahun kita pasti punya target juara. Kepengennya juara. Yang pasti kita pengennya bisa champion lagi,” ujar Rainer.

Baca juga: Antar Anak Debut di Junior DBL, Bu Veli Pakai Bando Khusus dan Tampil Meriah!

Ada proses yang harus dilewati sebelum target tersebut tercapai. Rainer melihat masa SMP sebagai waktu penting untuk membangun fondasi pemain. Berbeda dengan tim SMA yang pemainnya sudah lebih matang secara usia dan pengalaman, student-athlete SMP masih harus banyak dibentuk.

“Kalau SMP, kita lebih membentuk fundamental mereka. Supaya nanti ketika masuk SMA mereka sudah matang dan siap,” jelasnya.

Musim ini, tantangan tersebut terasa semakin menarik karena skuad SCS Raptors didominasi pemain kelas VII dan kelas IX. Tidak ada pemain kelas VIII dalam tim. Bahkan, beberapa pemain kelas VII baru mulai berlatih sekitar Mei atau Juni.

Meski masih tergolong baru, para student-athlete itu mampu mengikuti program latihan SCS yang cukup ketat.

“Anak-anak cukup disiplin. Terutama yang kelas VII, disiplinnya tinggi, bagus banget. Mereka benar-benar mau kerja keras dan punya talent,” tuturnya.

Rainer tidak hanya melihat ukuran tubuh ketika memilih skuad. Menurutnya, student-athlete yang secara fisik lebih kecil tetap bisa memiliki peran penting selama punya kemampuan dan kemauan untuk berkembang.

“Pemain saya yang kecil pun sebenarnya punya potensi. Kecil-kecil cabe rawit,” katanya.

Baca juga: Keluarga Devan yang Tak Pernah Berhenti Mengawal

Tetapi untuk berkembang, mereka harus siap menghadapi standar latihan yang berbeda dari ketika masih berada di jenjang SD. Kecepatan, kekuatan, hingga cara bermain berubah ketika memasuki level SMP.

Rainer pun mengaku menerapkan latihan yang cukup keras. Ia bahkan dikenal cukup strict karena ingin para pemainnya terbiasa melakukan sesuatu dengan benar.

“Karena saya sendiri orangnya mengejar perfect. Jadi kalau mereka enggak melakukan hal yang benar, saya akan ngamuk banget di latihan,” ungkapnya.

Teguran tersebut beberapa kali bahkan membuat pemain menangis. Namun, Rainer melihat tangisan itu bukan sebagai tanda ketakutan.

“Mungkin karena menyesal melakukan kesalahan. Karena saya selalu menuntut mereka untuk belajar, belajar, belajar terus,” jelasnya.

Baginya, kesalahan di latihan harus menjadi bahan pembelajaran. Karena itu, setiap sesi latihan juga dibuat sedekat mungkin dengan suasana pertandingan agar pemain tidak mudah kaget ketika tampil di lapangan.

Cara tersebut perlahan membantu skuad SCS Raptors beradaptasi. Pada pertandingan pertama, beberapa pemain kelas VII masih sempat gugup ketika bermain di DBL Arena. Namun, pada laga berikutnya, Rainer melihat mereka sudah lebih siap.

“Ketika mereka tahu apa yang harus mereka lakukan di lapangan, mereka bakal lebih enjoy. Biasanya bakal stres kalau ketika mereka masuk ke lapangan mereka enggak tahu aku harus main ngapain,” pungkasnya.

Baca juga: Bukan Sekadar Cetak Poin, Javas Belajar Menjaga Spensix Tetap Kompak

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Nama Ayah di Shooting Shirt Jadi Simbol Kebanggaan dan Kekuatan Libels
Berikut Para Peraih Best Three AQUA DBL Dance 2026 East Java-South
Penebusan Sempurna, Smabul Cetak Sejarah, Jadi Raja Baru DBL East Java-South!
Tak Sempat Rasakan DBL, Arjuna-Marvel Kini Kawal Debut Progresif Bumi Sholawat
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Sabtu 5 September 2026