Indrajaya Sugiharto tidak akan melupakan kebahagiaan yang ia rasakan pada Kamis, 9 Juli 2026.
Kala itu, ia mendapatkan informasi yang sebelumnya terkesan mustahil untuk dibayangkan. Sekolah kebanggaannya, SMA Wijaya Putra Surabaya (Smawipa), dinyatakan lolos Waiting List di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Indra sendiri kini menduduki bangku kelas XII. Debut sekolahnya bermain di ajang ini juga sekaligus menjadi kesempatan pertama dan terakhirnya untuk melantai di DBL Arena.
Tidak ada yang bisa memahami seberapa senangnya Indra setelah menerima kabar tersebut. “Senang banget, sampai jungkir balik saya. Saya sempat terharu juga, gak nyangka karena sekolah lain katanya masuk Waiting List harus nunggu 5 sampai 6 tahun, tapi kita sekali nyoba langsung lolos,” cerita Indra.
Berdiri di lapangan DBL dan berhadapan dengan sekolah-sekolah hebat lainnya sudah lama menjadi mimpi terbesar Indra. “Dari SMP saya itu kepengin banget main di DBL,” katanya.
Baca juga: Stronger Together, Cara Casual Slekoors Berdiri di Belakang Slekoors
Ya, sejak menduduki bangku kelas VIII, Indra telah aktif menekuni olahraga bola basket. Ia pun berencana untuk melanjutkan pendidikan SMA serta kiprah basketnya di sekolah negeri.
Sayang, keberuntungan masih belum berpihak kepadanya. Indra lantas memilih Smawipa sebagai destinasi selanjutnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata Smawipa memang merupakan tempat yang sempurna untuknya. Sebab, di sana, ia justru memperoleh banyak hal yang sangat berguna untuk perkembangan dirinya. Tentang perjuangan, tentang persahabatan.
Indra juga sudah bergabung dengan tim basket Smawipa sejak awal. Demi bisa terdaftar dan bermain di DBL, ia dan seluruh pemain Smawipa akhirnya saling berkomitmen untuk tidak melewatkan seluruh proses mereka sekecil apa pun.
“Dari kelas XI udah mulai nyoba-nyoba ikut turnamen di luar kota. Saat saya mau kelas XII kemarin makin banyak pemain yang mau ikut serta. Terus saya ajak buat ikut DBL, ‘Ya gak apa-apa coba aja mungkin rezeki.’ Alhamdulillah keterima,” jelasnya.
Baca juga: Tepati janji, BRIGATA SMASIF Unjuk Koreo Pertama Kali di DBL Arena!
Seminggu setelah resmi menjadi peserta DBL East Java-North 2026. Indra dan tim basket Smawipa lantas mengadakan syukuran bersama di sekolah. Merayakan awal dari perjuangan mereka yang sesungguhnya.
“Semuanya ikut serta, termasuk suporter (Wipa Mania) juga,” tegas Indra.
Perayaan itu menjadi kenangan yang sangat membekas dalam masa-masa SMA Indra. Namun, di balik senyumannya pada hari itu, ia juga sebenarnya menghadapi satu tantangan besar yang masih belum ia tuntaskan: mendapatkan restu orangtua.
“Orangtua itu sebenarnya gak mendukung. Mungkin karena saya sudah kelas XII, dari kelas XI itu saya pulang malam terus karena latihan. Itu dimarahin terus, ‘Kamu mau jadi apa?’” ingat Indra.
Namun, setelah Indra menyebut bahwa ini merupakan kesempatan pertama sekaligus terakhirnya bermain di DBL, mereka langsung mengizinkannya untuk bertanding.
Bahkan, orangtua Indra langsung berusaha untuk memberikan dukungan sebaik mungkin kepadanya. Setelah menyaksikan pertandingannya melalui live streaming, mereka langsung memberikan evaluasi agar permainan Indra di lapangan dapat semakin meningkat.
Baca juga: SMA Masa Depan Cerah Surabaya Wujudkan Target Kembali di DBL East Java-North
Benar saja, performa Indra terus meningkat seiring berjalannya waktu. Di laga pertama dan kedua musim ini, Indra hanya bisa mengumpulkan masing-masing dua poin, sedangkan di laga ketiga melawan SMA Santo Stanislaus Surabaya, ia semakin impresif dengan torehan 6 poin, 5 rebound, dan 4 steal dengan akurasi tembakan 50 persen.
Selebrasi Indrajaya Sugiharto saat membela SMA Wijaya Putra Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
Sayang, itu harus menjadi persembahan terakhir Indra untuk Smawipa di DBL. Ia telah menjalani seluruh pertandingan yang terjadwal untuk Smawipa pada musim ini.
Saat buzzer terakhir berbunyi, ada perasaan yang sangat sulit diterima oleh Indra. Ia tidak ingin gim ini selesai. Basket Smawipa adalah segalanya baginya.
“Jujur sedih. Kalau habis ini gak basket lagi, saya bingung mau ngapain. Kebanyakan teman-teman baik saya ada di basket Smawipa,” sebut Indra.
Meski begitu, melihat perjalanannya sejauh ini bersama Smawipa, Indra tetap merasa bangga. Ditonton dan didukung langsung oleh ratusan anggota Wipa Mania dalam ajang sebesar DBL merupakan kesempatan yang amat berharga.
Bagi Indra, mengenakan seragam Smawipa di lapangan DBL sudah menjadi sebuah kehormatan. Perjuangannya sejak kelas X untuk membawa nama basket Smawipa melambung tinggi sudah terbayar lunas.
Setelah laga ketiga berakhir, Indra dan Smawipa kembali merayakan syukuran di restoran terdekat. Cukup sederhana, tetapi memiliki makna yang spesial. Bab pertama perjalanan Smawipa di DBL East Java-North sudah rampung.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Nama Ayah di Shooting Shirt Jadi Simbol Kebanggaan dan Kekuatan Libels
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)