“Waktu tahu kalau kita bakalan debut tahun ini, hampir satu tim nangis, Kak,” buka Pramodya Athaillah Hapsoro, salah satu pemain Global Prestasi School Bandung di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East.

Yup, musim ini menjadi tahun pertama bagi tim putra GPS melantai di Bandung Arena. Pada beberapa tahun sebelumnya mereka selalu berada di daftar tunggu partisipan DBL West Java-East. 

“Ada mungkin dua tahun itu kita selalu di waiting list. Sampai kakak-kakak kelas kita yang sudah lulus itu belum sempat ngerasain main di sini (DBL West Java-East),” ujarnya.

Tahun ini, tim putra GPS tak langsung lolos otomatis menjadi partisipan DBL West Java-East. Mereka lebih dulu berada di daftar tunggu partisipan sebelum naik status menjadi partisipan.

Baca juga: Kayleen Anfernee Wijaya, Pemain CBCS yang Punya Prestasi di Cabor Panahan

Pada masa abu-abu tersebut, Pramodya Athaillah dan kawan-kawan memanjatkan doa. Agar supaya ini menjadi tahun pertama mereka melantai di Bandung Arena.

“Wah rasanya pasti senang banget. Apalagi kan kita juga dari waiting list dan itu kan belum tentu bisa main. Syukur diberi kesempatan tahun ini,” ungkapnya.

Pada momen-momen menegangkan itu pula beberapa dari pemain putra GPS menangis. Tangisan bahagia karena penantian mereka untuk tanding di DBL West Java-East akhirnya tiba.

“Jadi kita dikumpulkan gitu sama guru olahraga kita. Dibilang kalau ada pengumuman dari pihak DBL. Pengumuman apa kan kita semua bingung,” ucapnya.

Atha -sapaan karibnya- juga menambahkan, “Ternyata pengumuman diterima buat main di DBL. Ada yang nangis karena kan ini sudah ditunggu-tunggu dari lama sama kita,” 

Musim lalu, Atha sempat merasakan atmosfer DBL West Java-East dari tribune. Ia datang untuk mendukung tim putri GPS melantai.

“Waktu tim cewek keterima itu kita senang banget. Ya, walaupun yang cowok belum keterima, setidaknya kita bisa nonton DBL lah,” ceritanya.

Di tribune Bandung Arena musim lalu, Atha menitipkan mimpinya. Mimpi untuk segera melantai bersama sekolah tercinta di ajang DBL West Java-East.

“Rasanya waktu nonton itu kayak kapan ya giliran tim cowoknya yang main di DBL. Karena ini kan bukan cuman mimpi kita tapi mimpi sekolah juga. Mimpi kakak-kakak alumni juga,” terangnya.

Kepada DBL Play, Atha menitipkan pesan kepada guru-guru GPS yang senantiasa menguatkan batin anak-anak GPS. Mendukung dan selalu menyertai perjalanan mereka hingga akhirnya bisa main di DBL West Java-East.

“Aku mau bilang terima kasih sama guru-guru aku yang sudah dukung tim basket cowok di buat DBL. Apalagi membantu soal perizinan dan juga ikut bantuin mengumpulkan beberapa berkas. Pokoknya kita bakal kasih yang terbaik untuk sekolah,” tandasnya.

Tim putra GPS berhasil memulai debutnya dengan apik. Pramodya Athaillah dan kawan-kawan menang 42-11 dari SMAN 20 Bandung.

Pada laga kali ini, Atha mengemas 11 poin. Ia memasukkan 5 dari 9 kali percobaan tembakan (55 persen). Menarik untuk diikuti perjalanan sang debutan di DBL west Java-East musim ini.

Profil Global Prestasi School Bandung bisa kalian cek di bawah ini.

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-West 2026, Jumat, 11 September 2026
Dulu Kapten Tim Basket, Sekarang Jessica Debut di AQUA DBL Dance!
Pak Lufty, Guru Smanda Cianjur yang Pernah Ikut DBL Camp!
Begini Cara Vote Pemain Favoritmu di DBL Favorite 2026 West Java-East
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Jumat 11 September 2026