Tak semua student-athlete bisa berbagi lapangan dengan saudara kembar. Namun, pengalaman tidak biasa ini dapat dirasakan Axel Ezkiel Tjokro dan Axton Ezkiel Tjokro, dua penggawa SMA Santa Theresia Jakarta, di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Jakarta. 

Laga antara Santa Theresia kontra SMKN 1 Jakarta, Jumat, 11 September 2026 menjadi pengalaman perdana bagi keduanya melantai bersama. Di momen itu pula, keduanya turut mengantongi kemenangan pertama lewat skor akhir 39-12. 

Bagi Axel, musim ini menandai kali keduanya membela Santa Theresia. Berbeda dengan Axton yang baru merasakan debut di panggung DBL Central Jakarta 2026.  

“Sebenarnya sudah dari tahun lalu pengin main bareng, tapi dia (Axel) dulu yang kesampaian. Pasti, ngerasa gugup sih tahun ini. Tapi pas sudah main, ngerasa makin terbiasa dengan lapangan dan suasananya,” ungkap Axton. 

Baca Juga: Sempat Galau, Kepsek Boedoet Berhasil Tepati Janji Nribun di GOR Cempaka Putih

Kendati demikian, ternyata Axton lebih dulu mengawali perjalanan di dunia basket. Ketertarikannya itu tumbuh setelah melihat aksi para pemain NBA ketika dirinya masih duduk di bangku kelas VII. 

Tak berselang lama, barulah Axel menyusul jejak saudaranya untuk menekuni kiprah sebagai pemain basket.

“Makin lama makin suka basket karena kalau main sama teman-teman bikin jiwa kompetitifnya meningkat,” tutur Axel. 

Sejak itu, baik Axel maupun Axton semakin sering menghabiskan waktu untuk berlatih bersama. Kebiasaan tersebut terus mereka lakukan, termasuk menjelang DBL Central Jakarta 2026. Tak hanya mengandalkan sesi latihan bersama tim Santa Theresia, keduanya juga rutin menjalani latihan fisik secara mandiri.

“Kita sering main berdua, sih. Jadi, sering drill bareng dan main one on one. Biasanya, kita juga gym bareng, terus latihan bareng tim empat kali seminggu selama setahun ke belakang ini,” cerita Axel. 

Baca Juga: Raffa Raditya: Raih Medali Olimpiade hingga Diterima Universitas di Chicago

Menghadapi pertandingan pertama di DBL Central Jakarta 2026, baik Axel maupun Axton pun membawa pulang catatan masing-masing. 

“Evaluasi buat aku sendiri ada di dribble yang harus lebih kalem lagi dan mengedepankan teamwork,” ujar Axel. 

Mendengar itu, Axton pun segera menambahkan. “Saya merasa defense kali ini sudah cukup baik, tapi ke depannya bisa ditingkatkan lagi. Next, kita juga bisa main lebih kompak lagi dan dengerin kata coach. Jangan lupa berdoa juga.”

Berkaca pada musim lalu, pasukan Santa Theresia harus puas menyandang status sebagai semifinalis. Kini, Axel dan Axton memiliki impian yang sama untuk bisa membawa nama Santa Theresia ke partai puncak DBL Central Jakarta 2026.

DBL Central Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Pak Lufty, Guru Smanda Cianjur yang Pernah Ikut DBL Camp!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-West 2026, Jumat, 11 September 2026
Dulu Kapten Tim Basket, Sekarang Jessica Debut di AQUA DBL Dance!
Begini Cara Vote Pemain Favoritmu di DBL Favorite 2026 West Java-East
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Jumat 11 September 2026