Part time worker. Full time baller. Begitu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan perjalanan Siska Apriliandini, kepala pelatih SMP BPK 1 Bandung pada ajang Junior DBL Bandung 2026.
Yup, basket memang sudah menjadi olahraga yang ditekuni oleh coach Siska sejak lama. Mulai dari menjadi pemain di level sekolah dan kampus sampai sang pelatih sudah punya pekerjaan tetap sebagai salah satu Media Communication Specialist.
“Sebenarnya basket ini sebagai hobi ya. Hobi yang bisa membawa banyak manfaat untuk saya. Saya bisa bagikan pengalaman ke anak-anak, bisa terus belajar juga tentang basket. Kalau saya sih background-nya ya pekerja kantoran. Ini (melatih) hanya sebatas menyalurkan hobi di basket saja,” ungkapnya.
Perjalanan karier coach Siska sendiri dimulai pada musim 2021. Kala itu ia menjadi nakhoda kapal SMA Santo Aloysius SA Bandung di ajang DBL West Java-East. Pencapaian tertingginya adalah berhasil membawa tim putri Santo Aloysius ke babak Fantastic Four pada musim 2021. Tak hanya itu, coach Siska juga tercatat sebagai pelatih Santo Aloysius SA hingga musim 2024.
“Justru saya lebih dulu pegang tim SMA di DBL sebelum di Junior DBL ini. Saya pernah bersama Aloy (SMA Santo Aloysius SA Bandung) itu empat musim deh. Terus saya juga melatih di tingkat SMP sama tingkat SD juga,” ujar pelatih yang merupakan alumnus ITHB.
Fokus coach Siska memang melatih para pemain di level usia muda. Usut punya usut, ada cerita menarik di balik perjalanan karier kepelatihannya. Semua berawal dari rasa penasaran coach Siska saat masih menjadi pemain.
“Dulu itu saya sempat penasaran kenapa ya ada pemain yang nggak dimainkan, kenapa kok ada yang diganti gitu. Eh, sekarang saya tahu alasannya,” ceritanya.
Coach Siska juga menambahkan, “Ini secara nggak langsung kasih sudut pandang baru ke hidup saya tentang basket. Semula yang saya melihatnya sebagai pemain, sekarang saya melihat dari sudut pandang lain sebagai pelatih,”
Ya, hal-hal kecil itu yang membuat semangat coach Siska untuk melatih tak pernah padam meski harus membagi waktu antara melatih dan bekerja.
“Kebetulan kantor saya itu bisa work from home. Jadinya saya juga bisa membagi waktu antara bekerja dan melatih ini seimbang. Jadi bukan cuman student athlete aja yang bisa bagi waktu, pelatihnya juga bisa nih,” terang pelatih yang juga punya hobi di dunia fotografi.
Ditanya soal mimpinya di basket, coach Siska punya keinginan tinggi, “Sebenarnya kan melatih ini menjaga hobi saya di basket ini agar terus ada. Tapi, kalau ada tawaran untuk melatih di level yang lebih tinggi dan itu berpeluang buat saya belajar lagi, saya akan ambil sih,” tandasnya.
Profil Siska Aprilliandini bisa kalian cek di bawah ini.