Ada perubahan yang terlihat dari cara SMA Untung Suropati Sidoarjo (Unsur) menembak sepanjang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Di tiga laga Round 1, persentase tembakan tripoin Unsur secara keseluruhan masing-masing berada di angka 12 persen, 11 persen, bahkan 0 persen.
Namun, memasuki Round 2, catatan itu langsung berubah drastis. Saat berhadapan dengan SMAN 1 Waru, Unsur langsung berhasil memasukkan 3 dari 5 percobaan tripoin mereka hanya pada kuarter pertama. Akurasinya 60 persen!
Di pertandingan melawan SMA Petra 5 Surabaya, ada dua pemain Unsur yang kembali tampil efisien dari luar garis busur besar. Mereka adalah Jonathan Chrisdianto dan Evan Chrysanders. Jonathan mencatat akurasi 66 persen, sedangkan Evan 50 persen.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putri Castle Lolos ke Babak Playoffs!
Perubahan tersebut bukan sesuatu yang luput dari perhatian Coach Hariono. Sosok yang sudah puluhan tahun mengikuti perjalanan basket Unsur itu melihat memang ada student-athlete tertentu yang memiliki kemampuan alami untuk mengandalkan tembakan.
“Memang dibentuk untuk shooter. Dua atau tiga anak itu,” ujar Hariono.
Menurutnya, kemampuan tersebut tidak bisa diberikan kepada semua pemain. Ada student-athlete yang sejak awal sudah menunjukkan feel ketika melepaskan tembakan. Karena itu, mereka diarahkan untuk mengambil peran tersebut dalam permainan.
“Memang anak ini feel-nya sudah ada di shooter, maka ditempatkan sebagai shooter untuk anak tertentu itu,” jelasnya.
Baca juga: Putra Castle Tuntaskan Misi Revans Lewat Laga Overtime Dramatis!
Namun, Hariono tidak hanya melihat kemampuan menembak. Ia juga punya karakter student-athlete yang lebih disukai yakni dengan speed dribbling bagus dan berani menyerang.
“Kalau saya lebih suka tipe pemain yang speed dribbling-nya bagus. Jadi banyak bisa ambil lay-up. Kecepatan penyerangan itu saya lebih senang ke sana,” katanya.
Salah satu student-athlete yang menurut coach Hariono memiliki karakter tersebut adalah Jonathan. Pemain nomor 11 itu memang tidak memiliki postur tinggi. Namun, ia punya kecepatan dribbling dan keberanian untuk masuk ke pertahanan lawan.
“Walaupun nggak begitu tinggi, tapi speed dribbling-nya bagus dan berani masuk,” ujar Hariono.
Pandangan Hariono terhadap student-athlete Unsur terbentuk dari perjalanan yang panjang. Ia sudah berada di lingkungan sekolah tersebut sejak 1990-an, bahkan sebelum DBL hadir pada 2004.
Baca juga: Bawa Suku Dayak, Smanda Force Kawal Perjuangan Smanda
Kini, perannya memang sudah berbeda. Hariono pensiun sebagai guru olahraga Unsur pada 2018. Meski begitu, Hariono masih sesekali hadir di lapangan. Ketika berada di sana, ia tetap ikut memberikan masukan untuk membantu membentuk kekompakan, kerja sama tim, hingga memperbaiki kekurangan dalam permainan.
“Kalau waktu hadir di lapangan ya ikut sambil membentuk kekompakan tim, kerja sama tim, dan kekurangan-kekurangan dalam permainan itu saya tetap ikut ngomong,” katanya.
Musim ini, Unsur memasang target untuk melangkah hingga Playoffs. Target awal mereka memang Round 2, tetapi Hariono berharap perjalanan itu bisa berlanjut lebih jauh.
Dua kemenangan di Round 2 menjadi langkah awal. Setelah mengalahkan SMAN 1 Jombang dengan skor 25-20, Unsur kembali menang atas Petra 5 dengan skor 35-18.
Baca juga: Dulu Kawal DBL All-Star 2008, Kini Coach Amin Dampingi Devi
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)