Ada doa yang selalu mengiringi langkah Abyakta Utthearahmadi setiap kali turun bersama SMAN 2 Surabaya (Smada) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Dari rumah, sang papa selalu menitipkan harapan sederhana sebelum Aby -sapaan akrab Abyakta- bertanding. "Semoga Smada menang dan perjalanan mereka bisa berujung di final," kata sang papa.
Harapan itu terasa semakin berarti bagi Aby karena musim ini menjadi kesempatan terakhirnya bersama Smada. Duduk di kelas XII, ia ingin menutup perjalanan dengan membawa Smada kembali ke partai puncak. Terakhir kali Smada mencapai final terjadi pada 2022 yang kala itu harus mengakui keunggulan SMA St Louis 1 Surabaya (Sinlui).
Sang papa sendiri kini sedang sakit. Namun, ia tetap mengikuti perjuangan Aby dan Smada serta ikut merasakan beratnya perjalanan mereka. Karena itu, setiap dukungan dari rumah terasa punya arti lebih bagi Aby.
Baca juga: Dari JRBL ke DBL, Aimee Tetap Setia Bersama NSA
“Bismillah menang ya, Le (diambil dari kata ‘Tole’ yang artinya anak laki-laki). Bismillah wangi,” begitu pesan yang biasa disampaikan kedua orang tuanya sebelum Aby bertanding.
Di lapangan, Aby mencoba membalas dukungan itu dengan caranya sendiri. Sebagai salah satu dari enam student-athlete kelas XII di skuad Smada, ia tak hanya memikirkan penampilannya. Ada adik-adik kelas yang juga ingin ia bantu berkembang sebelum dirinya benar-benar meninggalkan tim.
Hubungan Aby dengan student-athlete kelas X dan XI Smada cukup dekat. Mereka sering duduk bersama di kantin atau menghabiskan waktu bersama. Kedekatan itu membuat Aby merasa punya tanggung jawab untuk membantu mereka, terutama dalam membangun mental.
“Jangan takut. Kalau ambil keputusan harus benar. Main itu pakai otak, jangan pakai otot,” pesannya.
Tanggung jawab itu juga terlihat dari besarnya kepercayaan yang diberikan kepadanya di lapangan. Dalam dua pertandingan terakhir, Aby selalu menjadi andalan Smada dengan menit bermain paling banyak.
Baca juga: Di Balik Energinya di Bench, Sakhi Terus Belajar Temukan Permainan Terbaiknya
Saat menghadapi SMAN 10 Surabaya pada laga sebelumnya, Aby berada di lapangan selama 33 menit. Ia mencatat 18 poin, 3 assist, dan 2 rebound. Pada pertandingan berikutnya melawan SMA Vita Surabaya, menit bermainnya memang sedikit berkurang menjadi 31 menit, tetapi tetap menjadi yang terbanyak di antara pemain Smada. Kali ini ia menyumbangkan 10 poin, 4 rebound, dan 5 assist untuk membantu Smada menang telak 57-6.
Dua pertandingan itu menggambarkan peran Aby yang semakin besar di musim terakhirnya. Ia bukan hanya menjadi salah satu student-athlete senior, tetapi juga sosok yang dipercaya untuk tetap berada di lapangan dalam waktu panjang dan membantu Smada menjaga permainan.
Meski begitu, Aby tidak terlalu sibuk memikirkan statistiknya sendiri. Ia merasa tidak perlu memasang target poin setiap pertandingan. Baginya, angka akan datang ketika memang ada kesempatan.
“Kalau kosong dan ada kesempatan poin, ya datang poin,” katanya.
Kesiapan Aby musim ini juga terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia merasa persiapannya lebih matang, terutama dari sisi mental. Dukungan orang tua serta teman-teman satu angkatannya membuatnya lebih percaya diri menghadapi musim terakhir.
Baca juga: Menjelajah Indonesia Timur Bersama Firstsecond Dance di AQUA DBL Dance!
Bersama teman-teman seangkatannya, Aby kerap berkumpul dan saling menguatkan. “Kita (Aby dan teman-teman) sering berkumpul. Jadi saling support satu sama lain,” tuturnya.
Keinginannya membawa Smada ke final pun bukan sekadar mengejar pencapaian pribadi. Aby ingin generasinya menciptakan sejarah baru untuk sekolah. Target pertama memang Playoffs, tetapi ia tak ingin berhenti di sana.
Aby menjalani musim terakhirnya dengan satu prinsip sederhana, ‘Be better 1% everyday.’ Tidak harus selalu melakukan sesuatu yang besar. Cukup menjadi sedikit lebih baik dibanding hari sebelumnya.
Kini, perjalanan itu masih panjang. Namun setiap kali Aby melangkah ke lapangan, ada harapan yang ikut dibawanya dari rumah, yakni doa sang papa agar Smada terus menang dan bisa kembali merasakan atmosfer final.
Untuk Aby, itulah salah satu cara menutup cerita tiga musimnya bersama Smada.
Baca juga: UNOMANIA Bawa Assassin’s Creed sebagai Simbol Brotherhood Smantaru
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)