Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Jakarta sektor putri berhasil membuat seluruh penonton tak berkedip. 

Laga yang mempertemukan tim putri SMA 1 PSKD Jakarta (PSKD 1) versus SMA Santa Ursula Jakarta (Sanur), Selasa, 15 September 2026 dipenuhi tensi tinggi. Tak heran, kedua tim sama-sama diselimuti ambisi besar.

PSKD 1 datang dengan misi menjaga singgasana. Di sudut lain, Sanur membawa mimpi untuk mengukir sejarah meraih gelar juara untuk pertama kalinya.

Di kuarter pembuka, Sanur mampu mengambil alih kendali, terlihat dari papan skor yang menunjukkan keunggulan 23-11. Tak tinggal diam, PSKD 1 segera menggempur pertahanan sang rival. Meski masih tertinggal, mereka setidaknya mengakhiri paruh pertama dengan margin hanya satu bola (33-31). 

Di situlah, ketegangan terus meningkat. Kedua nakhoda terlihat sibuk meramu ulang strategi selama jeda turun minum. Setiap instruksi yang keluar dari sang pelatih berpotensi menjadi bagian dari catatan sejarah kedua tim di kompetisi basket pelajar terbesar se-Indonesia. 

Baca Juga: Gelar MVP yang Menjadi Kejutan Bagi Fievel Ceeley

Situasi tak banyak berubah saat memasuki paruh kedua. Keunggulan tak pernah benar-benar berpihak pada salah satu tim. Bahkan, margin yang terpaut pun tidak pernah melebihi dua poin. 

Memasuki 16 detik menjelang buzzer akhir dibunyikan, satu tembakan gratis dari Clara Valencia masih menempatkan Sanur dalam posisi memimpin (56-54). 

Timeout pun diambil oleh Yohanne P Siagian, sang pelatih PSKD 1, demi memastikan kekalahan tak menghampiri anak-anak didiknya. Entah strategi apa yang telah disusun, Theresia Verlitta Putri mampu mengeksekusi layup sekaligus menutup kuater keempat dengan skor imbang, 56-56. 

Memasuki babak overtime, ketegangan tak kunjung surut. Keadaan semula berpihak pada Sanur. Buktinya, mereka memimpin dengan skor 65-61 saat waktu tersisa 1 menit 45 detik. 

Namun, bukan berarti PSKD 1 akan menyerahkan kemenangan begitu saja. Di rentang waktu tersebut, siapa sangka Anabel Leticia Liunsili mampu menambahkan empat poin lewat aksi jumpshot sekaligus dua free throw. 

Ya, baik Sanur maupun PSKD 1 kembali memaksa laga berlanjut ke babak overtime kedua, membuktikan betapa bergengsinya perburuan gelar juara kali ini. Serta, mentalitas kedua tim yang patut diacungi jempol. 

Babak overtime kali ini pun tak berbeda jauh dengan keunggulan yang terus berpindah tangan. Bahkan, Anabel Leticia Liunsili lagi-lagi membuat posisi imbang, 70-70, saat waktu tersisa hanya 18 detik. 

Namun, Dewi Fortuna tampaknya sedang ingin memihak Sanur. Tembakan Tierra Belle Shakira Johansen tepat sebelum buzzer berbunyi menjadi penentu dari pertarungan sengit ini. Alhasil, Sanur resmi mengunci titel Ratu DBL Central Jakarta untuk pertama kalinya lewat skor dramatis 72-70. 

Baca Juga: Gelar Juara dan MVP yang Jadi Keajaiban Bagi Amos Tampubolon

Sorak-sorai pun seketika menggema di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Raut wajah para pemain Sanur yang semula dipenuhi ketegangan, seketika berganti dengan senyuman lebar. Terutama, Tierra sebagai penyelamat tim. 

“Aku memang sudah mengira kalau hari ini bakal ketat, tapi aku enggak nyangka kalau sampai bisa dua overtime. Pas di lapangan, rasanya sudah overload, kepala pusing, stres, capek, terus pusing,” ujar Tierra. 

Namun, perasaan tersebut tak sebanding dengan keinginan Tierra untuk membawa Sanur naik kelas. Terlebih, musim ini turut menandai kesempatan terakhirnya berada di barisan Sanur. 

Selama di medan perang pun, Tierra sendiri mencoba untuk lebih percaya diri. Terutama, ketika dirinya mendapat “titah” dari sang pelatih untuk menjadi pelempar bola terakhir. 

“Kalau mau shoot, intinya jangan takut. Ini juga kerja keras bareng-bareng, jadi mainnya juga harus fun,” tuturnya.

Hebatnya lagi, pemain bernomor punggung 11 itu turut mencetak triple-double dengan 23 poin, 22 rebound, dan 10 steal. Tak heran kalau pengalaman ini menjadi momen yang akan dikenang selamanya. 

Terlepas dari itu, ia sendiri tak lupa menghaturkan syukur atas dukungan besar yang terus diterima selama dirinya menjalani peran sebagai student-athlete. 

“Thank you untuk my teammates, my parents, my friends, dan juga teman-teman suporter yang selalu percaya sama aku through all the process. Lalu, buat coach yang sudah percaya buat kasih bola terakhir ke aku,” tutupnya. 

Penantian panjang skuad Sanur pun terbayar manis. Setelah hanya puas di posisi runner-up pada 2019 dan 2025, mereka akhirnya merebut takhta kampiun. 

Namun, perjalanan mereka belum selesai karena masih ada babak DBL Jakarta Championship 2026 yang menanti. PSKD 1 pun masih memiliki kesempatan untuk bangkit. Sampai bertemu, girls! 

DBL Central Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Statistik lengkap pertandingan ini bisa cek halaman di bawah ini (pengguna Android bisa scroll dengan double tap)

Populer

Drama Dua Overtime Antar Putri Sanur Jadi Juara Baru DBL Central Jakarta
Dari Kartini Hingga Angkot, Uniknya Konsep AQUA DBL Dance 2026 South Sumatra!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-East, Rabu 16 September 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Rabu 16 September 2026
Hasil DBL South Sumatra: Maitreyawira Tolak Revans, Sang Juara Nyaris Pulang!