Guru informatika. Bikin buku Pramuka. Jadi pelatih basket. Yup, nggak salah. Tiga profesi tersebut dijalani oleh Andri Bob Sunardi, asisten pelatih SMPN 1 Baleendah di ajang Junior DBL Bandung 2026.
Coach Bob -sapaan karibnya- merupakan seorang pengajar di SMPN 1 Baleendah yang ternyata menyukai dua hal, pramuka dan basket. Dua hal yang membawanya membuka banyak pintu cakrawala kehidupan.
Dilansir dalam laman bukupramukaboyman.com, ketertarikan coach Bob di dunia pramuka berawal pada pertengahan tahun 1970-an. Kala itu coach Bob diajak oleh ayahnya, (Alm) H. Sunardi Martoutomo menyambut rombongan peserta Long March Siliwangi II dar Yogyakarta yang finish di Buah Dua, Kab. Sumedang.
Berangkat dari pengalaman itu pula yang membuat coach Bob menggerakkan dunia pramuka ketika menjadi seorang guru.
“Dulu di SMPN 1 Baleendah itu pemain basketnya ya anak pramuka. Anak pramuka ini ya pemain basket. Dua kegiatan ini jadi salah satu ekstrakurikuler tertua lah di sekolah,” ungkapnya.
“Kebetulan saya sendiri juga suka dengan basket. Dan anak-anak yang suka basket itu kebetulan juga suka berada di laboratorium komputer sekolah. Jadinya kayak terkoneksi dan bikin kita itu ada ikatan gitu,” ujarnya.
Passion coach Bob di basket tersalurkan pada anaknya. Anak coach Bob sempat terpilih masuk dalam daftar skuad First and Second Team DBL West Java. Adalah R. Adam Ikhsan Darma Utama yang pernah berangkat ke DBL Camp musim 2016.
“Kecintaan saya ke basket itu menular ke anak saya. Anak saya bahkan sempat berangkat ke DBL Camp yang di Surabaya waktu itu ya. Dan selama di sana, dia bisa sampai Top 50 Campers. Menurut saya, itu pencapaian yang luar biasa,” ungkapnya.
Bagi coach Bob apa yang ada di kompetisi DBL bukan hanya soal pertandingan saja.
“DBL itu mengajarkan kepada anak-anak untuk bersikap secara profesional. Sejak dini sudah diajarkan untuk seperti itu sesuatu yang bagus menurut saya,” ceritanya.
Coach Bob juga menambahkan, “Profesional yang dimaksud itu seperti harus menjunjung tinggi sportivitas. Disiplin dan juga membentuk karakter mereka secara nggak langsung,”
Hal tersebut dirasakan coach Bob ketika melihat perkembangan sang anak selama menjadi student athlete di DBL.
“Mereka kan juga tetap belajar ya walau main basket. Nah, menurut saya ekosistemnya DBL itu bagus banget. Anak saya memang nggak melanjutkan karier di basket. Tapi apa yang dia dapat di basket selama main di DBL benar-benar dipakai di dunia kerja,” terang pelatih yang berasal dari Yogyakarta.
Oh iya, sejatinya coach Bob sendiri sudah berencana untuk mengakhiri perjalanan kariernya di dunia kepelatihan. Ia ingin menikmati pertandingan basket dari sudut pandang yang lain.
“Kenapa saya terdaftarnya sebagai asisten pelatih itu karena saya merasa ilmu pelatih-pelatih muda jauh lebih oke ketimbang saya. Biar mereka saja yang melatih lebih detail,” ucapnya.
Selain menulis tentang pramuka, coach Bob sempat menulis buku mengenai basket. Judulnya adalah Teladan: Bermain Basket untuk Bahagia.
“Saya bikin buku basket itu biar orang-orang tahu kalau main basket itu banyak sekali yang bisa diambil dan bikin kita bahagia. Harapannya jelas itu jadi sumber semangat para pelatih muda dan anak-anak yang lain buat menekuni basket ini,” ungkapnya.
Kepada DBL Play, coach Bob berharap gelaran DBL dan Junior DBL di West Java bisa terus konsisten digelar setiap tahunnya. Menurutnya dua kompetisi tersebut menjadi tempat para pelajar menaruh mimpi.
"Harus selalu ada dan harus terus diadakan. Saya sendiri mengapresiasi betul apa yang dilakukan DBL. Sekali lagi, bukan hanya bikin kompetisi tapi ada sesuatu yang bisa diambil oleh anak-anak," terangnya.
Perjalanan tim putra SMPN 1 Baleendah terhenti lebih awal di gelaran Junior DBL Bandung 2026. Adalah tim putra SMPN 2 Bandung yang berhasil mengalahkan putra SMPN 1 Baleendah dengan skor akhir 31-22.
"Saya bilang ke anak-anak di basket itu kalau nggak menang ya kalah. Kalau kalah ya sudah bersedih secukupnya lalu evaluasi lagi dan bangkit jadi pribadi yang lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya," tandasnya.
Di lapangan coach Bob adalah seorang pelatih. Di ruang kelas beliau adalah guru. Di kehidupan coach Bob adalah seorang pemelajar. Ketemu lagi musim depan ya, coach!
Profil SMPN 1 Baleendah bisa kalian cek di bawah ini.