Mimpi Dinda Dzuhranisa Chaniago akhirnya menjadi kenyataan.
Ia tidak hanya berhasil masuk ke SMA impiannya, SMAN 1 Bogor (Smansa), tetapi juga sekaligus langsung terpilih untuk menjadi anggota tim basket mereka pada tahun pertamanya untuk berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West.
Laga debut pun telah ia jalani pada Selasa, 15 September 2026. Kala itu, Dinda dan Smansa berhadapan dengan SMAN 2 Cianjur.
Dinda lantas merasa gugup saat tiba di GOR Pajajaran Kota Bogor. Ia sebelumnya tidak pernah merasakan tekanan ketika berlaga di DBL West Java-West.
“Saat tadi lagi pemanasan baru banget kerasa atmosfer DBL yang bikin makin deg-degan, cuma aku tetap coba buat lebih tenang,” sebut Dinda.
Perasaan Dinda kemudian semakin campur aduk saat sang pelatih, Margo Susan, memanggilnya untuk masuk ke lapangan. Ia sebetulnya merasa bahagia karena apa yang ia nanti-nantikan telah tiba.
Baca juga: Hasil DBL West Java-West: Panghid Sabet Tiket Fantastic Four Perdana!
Namun, di sisi lain, ia juga takut tidak bisa bermain sesuai ekspektasi. Takut tidak memberikan kontribusi yang berarti untuk timnya.
Semua itu akhirnya berubah berkat kehadiran kedua orangtuanya. “Aku lihat ada mama sama papaku yang nyemangatin dan nonton aku, jadi lebih tenang,” kata Dinda.
Sekitar 1,5 menit setelah masuk ke lapangan, Dinda langsung memberikan pengaruh positif untuk Smansa. Ia berhasil memasukkan tripoin untuk menjauhkan keunggulan Smansa atas SMAN 2 Cianjur.
“Apalagi pas aku dapat poin pertama aku, di situ semua rasa deg-degannya langsung hilang semua,” tegas Dinda.
Seiring berjalannya waktu, Dinda akhirnya semakin nyaman dengan ritme permainan Smansa. Ia mulai menyatu dengan sistem permainan. Sosok Dinda yang percaya diri akhirnya menjadi salah satu senjata andalan Smansa.
Smansa memenangi laga tersebut dengan skor meyakinkan 44-10. Dinda sendiri mengumpulkan 9 poin, 7 rebound, dan 3 steal dengan akurasi tembakan 57 persen. Perolehan poinnya merupakan yang tertinggi di antara seluruh anggota Smansa.
Baca juga: SMAN 5 Bogor dan Al Bayan Cibadak Bawa Cerita Nusantara di AQUA DBL Dance
Dinda Dzuhranisa Chaniago mengendalikan bola untuk SMAN 1 Bogor di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West
“Alhamdulillah. Senang banget sih gak nyangka juga bisa poin banyak padahal di awal aku kayak lumayan pesimis,” ujar Dinda.
Ini pun bukan pertama kalinya kedua orangtua Dinda memiliki peran besar dalam membuatnya semakin tenang dan percaya diri.
Jauh sebelum Dinda tampil dominan bersama sang juara bertahan DBL West Java-West, mereka telah melakukan hal serupa, yang kemudian menjadi alasan bagaimana Dinda bisa berdiri di panggung ini.
Dinda pertama kali mengenal dan bermain basket saat duduk di bangku kelas III di SDN Sukadamai 3 Bogor.
Saat itu, ia mendapatkan ajakan untuk mengikuti ekskul basket. Bermain basket awalnya tidak pernah ada dalam bayangannya. “Aku iseng aja coba gabung terus jadi mulai deh,” tutur Dinda.
Namun, perjalanan awal Dinda di dunia basket dipenuhi dengan rasa minder. Sebab, saat itu ia kerap tampil berbeda dengan anak-anak lainnya.
“Aku dulu awal latihan basket pakainya celana legging gitu. Sempat pakai celana olahraga saat TK juga. Jadi sempat kayak mogok latihan karena gak PD (percaya diri),” cerita Dinda.
Baca juga: Jalani Laga Debut, Heren Jadi Kunci Kemenangan Sieben di Double Overtime!
Di momen itu, kehadiran dan kasih sayang orangtua lah yang paling dibutuhkan oleh Dinda. Sang ibu langsung memberikan motivasi kepada Dinda untuk bangkit dan konsisten pada jalan yang ia tempuh.
“Adek lebih semangat lagi aja latihannya. Omongan orang gak usah terlalu dipikirin. Lebih rajin lagi latihannya,” ungkap Dinda sembari mengingat pesan ibunya.
Hari demi hari, Dinda akhirnya semakin giat menjalani sesi latihan. Ia pun akhirnya mendapatkan jersei pertamanya. Dengan begitu, Dinda tidak perlu merasa minder lagi terhadap pakaian yang ia gunakan.
Sayang, saat itu ada suatu hal besar yang terjadi di luar kendalinya. “Eh malah pandemi Covid-19 jadi gak kepakai deh itu jerseinya,” kata Dinda.
Situasi pandemi tersebut pun tidak menghalangi Dinda untuk terus melatih dan mengasah kemampuannya di lapangan. Ia tetap aktif menjalani latihan mandiri di rumah. Bentuk latihannya sederhana, seperti memperkuat dribble.
Kemudian, ketika pandemi berakhir, Dinda langsung bersikeras untuk tampil maksimal dalam setiap sesi latihan yang dialui. Ia ingin sungguh-sungguh memperbaiki teknik dasar dalam permainannya.
Kerja keras itu pun harus menunggu waktu untuk menunjukkan buahnya. Ketika membela tim SD-nya, Dinda sempat tidak diberikan waktu bermain yang cukup.
“Aku mulai jadiin itu buat motivasi aku kedepannya,” terang Dinda.
Baca juga: Berkat Sang Kakak, Arnov Bisa Raih Mimpi di DBL
Langkah Dinda kemudian berlanjut ke SMPN 5 Bogor. Saat berada di kelas VIII, ia akhirnya mendengar bahwa ada turnamen basket pelajar sebesar DBL di Kota Bogor.
Tanpa berlama-lama, ia semakin bertekad untuk mendedikasikan banyak waktunya untuk merasakan euforia DBL.
“DBL tuh impian aku banget dari SMP kelas VIII. Aku langsung makin fokus lagi buat main basket biar bisa main di DBL,” tegas Dinda.
Namun, perjuangan yang ia lalui pun juga semakin menantang. Sebab, agar bisa melanjutkan pendidikan dan bermain di sekolah impiannya kelak, ia harus memberikan performa maksimal di bidang akademik maupun nonakademik.
Dengan pengelolaan waktu yang baik dan optimal, Dinda akhirnya dapat menjalani semuanya dengan baik. Seluruh pengalaman itu akhirnya menjadi bekal bagi Dinda untuk bisa berdiri gagah sembari mengenakan seragam Smansa di DBL West Java-West.
Dinda Dzuhranisa Chaniago berbincang bersama anggota tim putri SMAN 1 Bogor di bangku cadangan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West
Melihat seluruh langkah yang telah ia tempuh selama bertahun-tahun, Dinda hanya bisa tersenyum bahagia.
“Aku aja tadi selama persiapan buat gim masih gak nyangka kalo aku hari ini bakal main di DBL. Mainnya juga bareng tim impian aku, bareng kakak-kakak yang dulunya jadi lawan aku di SMP. Rasanya masih kayak benar-benar mimpi,” ungkap Dinda.
Perjalanan Dinda baru saja dimulai. Masih ada banyak mimpi yang akan ia gapai selama beberapa tahun kedepan bersama Smansa di DBL West Java-West.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: 11 Tahun Melatih Smanti, Coach Yayan Bawa Bangga Sukabumi di DBL West Java-West
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)