Nomor 8, Simbol Tak Berujung Dzaky Bersama Basket

| Penulis : 

Ada alasan khusus di balik nomor 8 yang melekat di punggung Dzaky Atthailah Fakhri Effendi.

Angka itu bukan sekadar nomor pilihan. Ada sosok kakak yang membuatnya terasa lebih berarti. Favian Novarinoali, kakak Dzaky yang lebih dulu bermain basket, juga pernah mengenakan nomor 8 saat membela SMAN 16 Surabaya di DBL East Java-North pada musim 2021 lalu.

Kini, nomor yang sama menjadi milik Dzaky saat menjalani musim pertamanya bersama Smala, julukan tim basket SMAN 5 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

“Karena kakakku, Favian, juga memakai nomor 8. Selain itu, angka delapan punya makna infinity. Jadi hubungan aku dengan basket juga enggak ada batasnya,” ujar Dzaky.

Hubungan Dzaky dengan basket memang tidak bisa dilepaskan dari keluarganya. Ia mengenal olahraga tersebut sejak usia empat tahun, ketika masih sering ikut sang kakak berlatih di klub.

Baca juga: Evan Temukan Sisi Kompetitif Basket hingga Menjadikannya Sebuah Mimpi

Awalnya, Dzaky hanya ikut karena sang kakak bermain basket. Namun, pelatih melihat ada bakat dalam dirinya dan mengajaknya berlatih. Setahun kemudian, Dzaky sudah merasakan pertandingan pertamanya di kelompok umur dibawah 10 tahun atau KU-10.

Basket yang semula hanya aktivitas untuk menemani kakak perlahan berubah menjadi sesuatu yang ia pilih sendiri.

Saat SMP, Dzaky mulai serius menekuni basket. Ia membela SMPN 22 Surabaya selama tiga tahun di Junior DBL. Di sana, ia bahkan sempat mendapatkan pengalaman unik ketika sang kakak, Favian menjadi asisten coach selama satu musim tepatnya saat Junior DBL 2024.

Sebagai kakak sekaligus orang yang memahami basket, Favian ikut mengawasi perkembangan permainan Dzaky. Seusai pertandingan, keduanya kerap melakukan evaluasi bersama.

Bukan hanya soal bagaimana Dzaky mencetak angka. Pemanasan, gesture, cara bermain, hingga rasa gugup ikut menjadi bahan pembicaraan. Sang Papa juga terkadang bergabung dalam evaluasi tersebut.

Baca juga: Pelukan Mama Jadi Tempat Pulang Yael pada Musim Terakhirnya

Dzaky pun terbiasa mengevaluasi dirinya sendiri. Jika merasa penampilannya belum maksimal, ia akan kembali melihat rekaman pertandingan dan mencari bagian yang masih bisa diperbaiki.

Kebiasaan itu kini ikut membantunya menghadapi level SMA.

Memasuki musim pertamanya di DBL East Java-North, Dzaky harus beradaptasi dengan permainan yang membutuhkan fisik ekstra dan student-athlete dengan jam terbang tinggi. Kehadiran suporter juga membuat tekanan pertandingan terasa berbeda dibandingkan saat Junior DBL.

Pada laga debutnya bersama Smala, ia mengaku baru benar-benar merasa lepas pada kuarter keempat, sekitar menit keenam.

“Di situ baru merasa sudah langsung klik. Sudah enggak gugup lagi dan bisa main lebih lepas,” katanya.

Proses adaptasi itu perlahan terus berjalan. Pada Kamis, 17 September 2026, Dzaky membantu kemenangan Smala saat menghadapi SMAN 1 Gresik.

Baca juga: Sinluiers Ajak Alice Lawan Rasa Takut

Smala menang dengan skor meyakinkan 50-9. Dzaky turut menyumbangkan 11 poin, 3 rebound, dan 3 assist untuk kemenangan tersebut.

Di tengah perjalanan barunya bersama Smala, Dzaky tetap membawa satu hal yang sudah menemaninya sejak awal mengenal basket yakni jejak kakaknya.

Nomor 8 menjadi pengingat bahwa basket dalam hidupnya berawal dari keluarga. Dari sekadar ikut melihat kakak berlatih, kemudian mencoba sendiri, hingga akhirnya memilih untuk serius.

Kini, angka itu punya arti yang lebih jauh bagi Dzaky. Bentuknya yang tidak memiliki ujung ia jadikan gambaran tentang hubungannya dengan basket.

Perjalanannya memang baru memasuki babak baru bersama Smala. Mimpi setelah SMA pun sudah mulai ia siapkan. Dzaky ingin tetap bermain basket sambil mengejar pendidikan di bidang teknik.

Baca juga: Jordan Saragih Redam Gugup dengan Mengamati Permainan Rekan Setim

Nomor 8 di punggungnya seolah menjadi pengingat bahwa perjalanan itu belum punya ujung.

Basket yang dulu ia mulai karena mengikuti kakak, kini telah menjadi jalan yang ia pilih sendiri.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Felicia Elena & Nicholas Jodanny, Kakak-adik Bela Xaverius 1 dari Sisi Berbeda
Styfen Pedro Bawa Cinta Kasih Orangtua dari Palu ke DBL Arena!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL South Sumatra, 17 September 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Kamis 17 September 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-East 2026, Kamis, 17 September