Ada satu pertanyaan kecil yang diam-diam ditulis Coach Yogi Oktafianto di buku catatannya.
“Playoffs?”
Bukan target yang ia sampaikan kepada skuad putri Smansa, julukan tim basket SMAN 1 Tuban. Bukan pula sesuatu yang ia umumkan kepada sekolah. Pertanyaan itu hanya menjadi catatan pribadi Coach Yogi ketika srikandi Smansa mulai menjalani Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Bisa atau tidak?
Pada akhirnya, Coach Yogi mendapatkan jawabannya di lapangan.
Baca juga: Joannes Hartanto Kawal Langkah Putra Petra 1 Menuju Playoffs!
Tim putri SMAN 1 Tuban berhasil memastikan tiket menuju Playoffs setelah mengalahkan SMAN 1 Waru Sidoarjo dengan skor 18-8, Sabtu, 19 September 2026. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Smansa keluar sebagai juara Grup C.
Kemenangan itu juga terasa spesial karena menjadi revans bagi Smansa. Pada pertemuan kedua tim di tahun 2023, SMAN 1 Waru Sidoarjo menjadi pemenang.
Terhitung 3 tahun berselang, Smansa mendapat kesempatan untuk membalas hasil tersebut di laga yang sekaligus menentukan tiket Playoffs.
Bagi Coach Yogi, hasil tersebut terasa lebih dari sekadar kemenangan. Ada rasa bangga melihat tim yang ia dampingi terus berkembang dan akhirnya mampu mencapai target yang sebelumnya hanya ia tulis dalam sebuah pertanyaan.
“Target awal kalau buat saya ada di Round 2. Tapi saya menulis di catatan saya, ‘Playoffs?’ Saya mencoba mencari jawaban karena itu sebuah pertanyaan, bisa atau enggak. Ternyata jawabannya bisa,” cerita Coach Yogi.
Baca juga: Alyne Kembali ke Laga yang Sama, Kali Ini dengan Akhir Berbeda
Jawaban itu tidak datang dengan mudah.
Pada awal pertandingan, para pemain Smansa masih sempat diliputi rasa gugup. Coach Yogi kemudian meminta mereka lebih dulu bermain nyaman dan menjaga area pertahanan sebelum perlahan memperbaiki transisi permainan.
Saat jeda pertandingan, ia tidak memberikan instruksi panjang. Hanya satu pertanyaan yang ia lemparkan kepada anak-anaknya.
“Kalian mau atau tidak?”
Coach Yogi sebenarnya sudah yakin para pemainnya mampu. Namun, menurutnya, keyakinan itu tetap harus datang dari kemauan mereka sendiri.
Para pemain menjawab mau.
Baca juga: Perjalanan Dinamis Putra Frateran, Kencana Wukir Bawa PR untuk Musim Mendatang
Sejak saat itu, Smansa terus berusaha mempertahankan permainan hingga akhirnya menuntaskan laga dengan keunggulan 18-8.
Euforia kemenangan pun terasa berbeda bagi Coach Yogi. Ia mengaku ikut terharu melihat reaksi para student-athlete setelah memastikan tiket Playoffs.
“Saya agak terharu sama kemenangan ini. Alhamdulillah semua berkat kerja keras anak-anak,” ujarnya.
Perjalanan menuju titik ini juga tidak dibangun dalam waktu singkat. Coach Yogi sudah mendampingi tim putri Smansa sejak 2014. Musim ini, ia melihat ada sesuatu yang berbeda dari timnya.
Bukan hanya soal kemampuan individu, melainkan kebersamaan.
Para student-athlete saling menantang untuk berkembang, memberikan motivasi, dan mendorong satu sama lain. Bahkan, Coach Yogi pernah sengaja menciptakan situasi tertentu untuk melihat bagaimana mereka menghadapi perbedaan.
Hasilnya justru membuat hubungan antar student-athelete semakin kuat.
Baca juga: Usai Cedera ACL, Justin Sasongko Tepis Rasa Takut untuk SCS
“Yang saya lihat yang bisa bikin tim ini seperti sekarang ya kebersamaannya mereka,” kata Coach Yogi.
Kebersamaan itu kemudian berjalan beriringan dengan dukungan dari banyak pihak. Sekolah memberikan kesempatan kepada tim untuk menambah sesi latihan pada malam hari hingga akhir pekan. Orang tua, official, dan alumni juga ikut mengambil peran dalam perjalanan Smansa.
Semua proses itu akhirnya membawa putri Smansa ke titik yang sempat hanya menjadi pertanyaan di buku catatan sang pelatih.
Jawabannya kini sudah ditemukan.
Namun, Coach Yogi tidak ingin buru-buru menetapkan seberapa jauh timnya harus melangkah. Baginya, Playoffs adalah kesempatan bagi para student-athlete untuk terus berproses dan belajar menghadapi lawan yang semakin berat.
Terlebih, mayoritas skuad Smansa musim ini masih duduk di kelas X dan XI. Ada pengalaman yang masih bisa mereka kumpulkan dan kemampuan yang masih bisa dikembangkan.
“Perjuangan ini bukan melawan siapa pun, tapi melawan dirinya sendiri,” tutup Coach Yogi.
Baca juga: Tiga Bima, Pesan Gambes Mania untuk Libels
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)