SMP Xin Zhong Surabaya akhirnya sampai pada titik yang belum pernah mereka capai sejak mengikuti Junior DBL. Setelah melewati proses yang cukup panjang bersama Coach Agus Suryadi, Xin Zhong untuk pertama kalinya melaju ke Fantastic Four Junior DBL 2026 Surabaya.
Langkah itu mereka pastikan setelah mengalahkan SMP Nation Star Academy (NSA) dengan skor 24-11. Bukan lawan sembarangan, NSA merupakan runner-up Junior DBL musim lalu. Kemenangan tersebut sekaligus membawa Xin Zhong semakin dekat dengan pencapaian yang selama ini mereka kejar.
Perjalanan menuju titik ini tidak dibangun dalam waktu singkat. Sejak Junior DBL 2023, Xin Zhong belum pernah melewati pertandingan pertama dengan kemenangan. Dua musim berikutnya pun berakhir dengan cerita serupa. Musim ini, mereka akhirnya mampu mengubah cerita tersebut.
Baca juga: Basket untuk Skill, Karakter untuk Hidup ala Coach Li Cu
Coach Agus Suryadi sudah mendampingi tim SMP Xin Zhong sejak 2024. Baginya, perkembangan tim bukan sesuatu yang bisa dipaksakan dalam satu musim. Ada student-athlete yang harus dibentuk sejak usia muda, lalu perlahan dipersiapkan untuk menghadapi jenjang berikutnya.
“Dari SD kelas VI naik ke SMP kelas VII, kelas VIII, lalu saat kelas IX, baru kita mulai panen hasilnya. Baru kita mulai bisa step up,” ujar Coach Agus.
Kalimat itu menggambarkan cara Coach Agus melihat perjalanan para student-athlete nya. Bukan sekadar mengejar hasil di satu kompetisi, melainkan menyiapkan mereka sedikit demi sedikit hingga waktunya tiba untuk menunjukkan perkembangan.
Metode latihan yang diterapkan pun tidak berubah drastis dari musim-musim sebelumnya. Fundamental dan pola permainan tetap menjadi bagian utama latihan. Yang berbeda adalah bagaimana student-athlete dibina sejak usia lebih muda dan dipersiapkan untuk melangkah ke jenjang berikutnya.
Baca juga: Angelina Natazza Mulai Menanam Mimpi Besar di DBL
“Kita membina mereka dari kecil dan memang mempersiapkan mereka untuk di next step-nya mereka,” katanya.
Proses tersebut menjadi semakin penting karena Xin Zhong benar-benar mendampingi para siswanya berkembang.
Karena itu, perkembangan pemain menjadi bagian penting dari perjalanan tim. Mereka tumbuh bersama sekolah, menjalani proses dari satu jenjang ke jenjang berikutnya, hingga akhirnya mulai menunjukkan hasil di lapangan.
Musim ini, hasil tersebut mulai terlihat.
Kemenangan atas NSA membawa Xin Zhong ke Fantastic Four Junior DBL 2026 Surabaya. Untuk Coach Agus, pencapaian ini menjadi tanda bahwa proses yang mereka jalani selama beberapa tahun mulai memberikan hasil.
Baca juga: Tahun Terakhir di Junior DBL, Aisyah Kini Berani Ambil Peran untuk NSA
Meski begitu, ia tidak ingin terburu-buru menyebut bahwa proses tersebut sudah sepenuhnya berhasil.
“Saya enggak tahu apakah benar-benar nanti kita bisa panen. Saya juga masih belum tahu. Pokoknya kita usahakan yang terbaik,” ujarnya.
Coach Agus pun memilih tetap menjaga fokus dan tidak memasang target babak tertentu sejak awal. Baginya, keinginan mereka selalu sama yaitu menjadi yang terbaik.
Tiga tahun membina membuat Xin Zhong akhirnya sampai pada titik baru. Namun, bagi Coach Agus, satu pencapaian belum berarti perjalanan selesai.
Jika musim ini adalah awal dari masa panen, masih ada banyak hal yang harus mereka siapkan untuk musim-musim berikutnya.
Baca juga: Mimpi yang Dulu Dikejar, Kini Muhammad Adhim Tumbuhkan
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)