Pernah kebayang nggak sudah dua kali ikut DBL West Java-East dan selalu terhenti di babak delapan besar? Kalau belum pernah, sudut pandang dan cerita dari salah satu pemain SMAN 8 Bandung kiranya bisa memberi bayangan bagaimana rasa sakit dan sedihnya.
Adalah Raden Mas Muhammad Akbal Sarengat, pemain SMAN 8 Bandung. Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East menjadi tahun kedua Akbal -sapaan karibnya- melantai bersama Delapan.
Selama dua musim bersama Delapan, langkah Akbal selalu terhenti di babak delapan besar. Sedih sudah pasti ia rasakan. Selama dua musim itu pula Akbal merasakan bagaimana ia hampir saja tampil di babak Fantastic Four. Babak yang sudah selalu menunggunya sejak lama.
Tahun lalu, putra Delapan kalah dari SMAN 9 Bandung dengan skor 32-35. Musim ini, Delapan kalah dari SMA BPK Penabur Cirebon dengan skor 16-18. Nyaris.
“Pastinya sedih banget. Selama dua tahun itu hampir semua ke Fantastic Four lho. Tahun lalu cuman beda tiga poin. Tahun ini cuman beda dua poin. Nyesek,” ungkapnya.
Perasaan itu muncul bukan tanpa sebab. Apa yang telah dipersiapkan dan dikorbankan oleh Akbal dan kawan-kawan yang membuat perasaan tersebut muncul.
“Persiapannya jelas nggak main-main ya. Apalagi belajar dari tahun lalu kalau sebenarnya kita bisa. Tahun ini pun aku ngerasa kita masih bisa buat masuk Fantastic Four. Hampir saja,” ujarnya.
Menariknya, Akbal sudah menduga jika langkah Delapan untuk ke Fantastic Four tidak mudah. Ia bahkan sempat merasakan perasaan yang sama ketika sebelum memulai pertandingan melawan Penabur Cirebon.
“Deja vu sih. Takut kalau kejadian tahun lalu kembali terulang. Ternyata kan benar, kita sempat dapat momentum tapi kita juga kehabisan waktu,” ceritanya.
Momentum yang dimaksud oleh Akbal adalah ketika tembakan tiga angkanya di sisa waktu lima detik berhasil tepat sasaran. Itu jadi satu-satunya kesempatan yang diciptakan oleh Akbal sepanjang empat kuarter.
“Mungkin, kalau waktunya masih ada sekitar sepuluh detik, kami masih bisa bawa gim ke overtime atau bahkan bisa berbalik unggul,” terangnya.
Akbal juga menambahkan, “Soalnya kan habis yang aku tripoin itu, musuh sempat buat kesalahan dan kita dapat advantage. Bisa seharusnya kalau waktunya masih ada sekitar sepuluh detik,”
Dua tahun dan dua kesempatan yang berbeda, basket memberi Akbal apa itu sabar. Sabar untuk menanti dan sabar untuk mencoba lagi. Menyerah? Tak ada dalam kamusnya, “Nggak. Nggak menyerah sama sekali. Aku masih punya satu kesempatan tahun depan. Aku mau buktikan kalau sekolah aku juga bisa lolos ke Fantastic Four,” tandasnya.
Putra Penabur Cirebon berhasil menyegel satu tempat di babak Fantastic Four setelah mengalahkan Delapan dengan skor akhir 18-16.
Penabur Cirebon akan bertemu pemenang dari laga SMAN 9 Bandung melawan SMAN 24 Bandung di babak Fantastic Four. Seluruh pertandingan Fantastic Four berlangsung Senin, 21 September 2026 di Bandung Arena.
Profil Raden Mas Muhammad Akbal Sarengat bisa kalian cek di bawah ini.