Lancarkan misi balas dendam di laga puncak. Tim putra Trimulia -sebutan SMA Trimulia Bandung- bertemu dengan Niners -sebutan SMAN 9 Bandung- di partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East.

Bukan kali pertama bagi kedua tim bertemu di panggung DBL West Java-East. Pertemuan pertama terjadi pada musim lalu. Keduanya berjumpa di fase awal. Bagi Niners kala itu, laga melawan Trimulia menjadi gim kedua mereka. Bagi Trimulia, itu menjadi gim pertama mereka di musim 2025 dengan status finalis 2024.

Laga musim lalu berjalan ketat. Trimulia bahkan berhasil unggul di sepanjang tiga kuarter. Bahkan, anak-anak Trimulia berhasil membuat Niners tak mencetak angka sama sekali di kuarter kedua. Niners mulai bangkit di kuarter akhir dan memaksa laga dilanjutkan di babak overtime.

Pada babak overtime, Niners tertinggal tiga angka dari Trimulia ketika waktu tersisa satu menit. Adalah Radikha Sulthan yang menjadi jawaban. Tembakan tiga angkanya tepat sasaran. Membuat Niners menyamakan kedudukan 33 sama di sisa 30 detik terakhir.

Kemenangan berhasil diamankan Niners lewat tembakan gratis dari Muhammad Rafi Adi. Niners menang 34-33 dari sang finalis, Trimulia. Sang finalis langsung pulang di gim pertama musim lalu. Menyakitkan.

Tahun ini, keduanya kembali bertemu. Bedanya pertemuan kali ini ada di partai puncak. Trimulia jelas ingin melancarkan revans. Rasa sakit kekalahan pahit musim lalu akan menjadi tambahan bahan bakar untuk membalaskan dendam.

Baca juga: Kilas Balik Finalis DBL West Java-East 2026: Asa Trimulia Ukir Sejarah!

Apalagi ini menjadi momen yang tepat untuk revans. Mengalahkan Niners yang sedang berusaha mengukir sejarah untuk sekolah mereka, juara dua kali berturut-turut. Tak banyak perubahan yang ada di skuad Trimulia. Nama-nama yang merasakan kalah di musim lalu masih menghuni skuad tahun ini.

Bahkan, kali ini nama-nama tersebut jauh lebih berkembang. Si kembar Darrell Keagan dan Darren Keagan akan menjadi tumpuan. Kecepatan keduanya tak terbendung sepanjang musim ini.

Apalagi keduanya juga terbilang tajam ketika menembak. Ada nama Rainer Evan Widjaja yang begitu solid di bawah ring. Rainer ditugaskan coach Yudistira untuk berduel bola di udara. Dan sejauh ini, Rainer selalu bisa memenangkannya. Buktinya ada pada keberhasilan mereka memulangkan juara DBL West Java musim lalu, SMAN 2 Bandung.

Ada 39 offensive rebound yang diciptakan anak-anak Trimulia pada gim tersebut. Rainer sendiri berhasil membantu dengan 6 offensive rebound. Cekatan. Kuat. Lawan sepadan untuk Steven Sebastian, pemain andalan Niners.

Trimulia juga sudah menyiapkan beberapa nama andai si kembar mereka diredam oleh anak-anak Niners. Nathan Lee Efferin akan ditugaskan untuk melayani rekan-rekannya. Sejauh ini, Nathan sudah mengemas 13 asis selama 4 laga. Ia akan melayani si kembar dan juga Rainer. Selain itu, jangan lupakan Hayden Matthew Pranolo yang bersinar kala melawan SMAN 2 Bandung. Ruki asal Trimulia ini bukan hanya punya tusukan yang tajam. Ia juga dilengkapi dengan ketangkasan dan keberanian untuk mengeksekusi serangan. Jelas, Hayden akan ditugaskan sebagai senjata rahasia andai si kembar kesulitan mencetak angka.

Nah, jika di skuad Trimulia begitu merata dan ada cukup banyak opsi menyerang, putra Niners mengandalkan Steven Sebastian dan Arkanairo Reizo untuk mencetak angka. Sejauh ini keduanya tak terbendung. Reizo punya kemampuan menembak. Akurasi tembakannya pun tajam dan ia juga bisa menembak dari luar garis tripoin. Keahlian itu dilengkapi dengan ketangkasannya dalam melantai plus pemahaman basketnya yang membuat teman-temannya bisa mencetak poin dengan mudah. Reizo kemungkinan akan diplot sebagai pembawa bola utama Niners.

Peran Pepen -sapaan karibnya- masih sama. Pepen akan ditugaskan bukan hanya untuk duel rebound saja. Dalam beberapa laga terakhir, Pepen selalu bisa menarik perhatian lawannya ketika memegang bola.

Baca juga: Kilas Balik Finalis DBL West Java-East 2026: Putra Niners Makin Solid!

Nah, itu bisa dimanfaatkan oleh empat rekannya yang lain untuk mencari ruang. Sejauh ini Pepen berhasil memainkan peran tersebut dengan baik. Urusan duel rebound, Pepen akan menjadi lawan yang tangguh bagi Rainer. Coach Gian Gumilar jelas akan mempersiapkan strategi agar bisa memaksimalkan peran Pepen dan Reizo.

Apalagi, sang pelatih juga perlu mengantisipasi jika peran dua pemain andalannya direduksi. Siapakah senjata rahasia Niners? Senjata rahasia Niners ada di ramuan yang nantinya disiapkan oleh coach Gian. Sang pelatih punya seribu satu strategi untuk membongkar pertahanan Trimulia dan memoles anak-anak asuhnya.

Keberhasilan mereka mengalahkan Trimulia dan Charets musim lalu adalah kunci di balik kehebatan ramuan coach Gian. Terakhir kali Niners juara dua tahun berturut-turut ada pada musim 2014 dan 2015.

Cerita tersebut juga akan menjadi tambahan semangat Steven Sebastian dan kawan-kawan. Bagi Trimulia, ini menjadi kesempatan kedua mereka untuk merebut gelar juara. Pada kesempatan pertama yang terjadi di musim 2024 mereka gagal mengamankan piala. Siapakah yang berhasil menjadi juara DBL West Java-East? Pertandingan final putra berlangsung pada Rabu, 23 September 2026 pukul 17.40 WIB di Bandung Arena.

Populer

Tanamkan Disiplin, Coach Anton Bawa CHIS Tembus Final DBL untuk Pertama Kalinya!
Hasil DBL Jakarta Championship: Putra dan Putri Jubilee Mendominasi!
Hegemoni Terjaga, Benzar Kunci Gelar Keempat Beruntun DBL North Sulawesi
Puspa dan Rini, Saudara Kembar yang Belum Tuntas Mengejar Gelar Juara
Sempat Homesick, Evelyn Papuana Belajar Makna Tangguh di Perantauan