Ada yang berubah dari cara Fazila Vania Rifa bermain di lapangan. Jika dulu ia terbiasa berlari mengejar bola dan mencari ruang, kini pemain Nation Star Academy Surabaya (NSA) itu justru harus menjadi salah satu pengatur permainan tim.
Perubahan itu terlihat saat NSA berhadapan dengan SMAN 16 Surabaya (Sixteen) pada pertandingan kelima Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North, Rabu, 23 September 2026. Bermain selama 28 menit 39 detik, Fazila mencetak 19 poin, 4 rebound, dan 1 assist untuk membantu NSA mengamankan kemenangan 59-25.
NSA langsung membangun keunggulan sejak kuarter pertama. Mereka menutup sepuluh menit awal dengan skor 10-2, lalu memperlebar jarak menjadi 18-6 pada akhir kuarter kedua. Setelah jeda, permainan NSA semakin berkembang hingga unggul 37-20 sebelum menutup pertandingan dengan margin 34 poin.
Baca juga: Haryoprabu Hadapi Almamater Ayah, Iwan Singgih Rasakan Momen Emosional
Di tengah kemenangan tersebut, Fazila menjadi salah satu pemain yang memberikan kontribusi penting lewat torehan 19 poin. Namun, catatan tersebut bukan sesuatu yang sejak awal ia perkirakan.
"Tentu tidak expect. Tapi alhamdulillah ya bisa bantu tim. Tapi kayak ada yang ganjel. Mungkin main kita agak kurang tenang tadi. Soalnya kita kan posisi leading, kita bisa main lebih tenang tapi kayak banyak yang bingung," ujarnya.
Rasa kurang puas itu justru menunjukkan bagaimana Fazila melihat pertandingan dari sudut pandang yang lebih luas. Bukan sekadar berapa banyak poin yang berhasil ia kumpulkan, tetapi bagaimana permainan tim berjalan ketika mereka sudah berada dalam posisi unggul.
Peran tersebut menjadi semakin penting karena Fazila kini tidak hanya dituntut untuk mencetak angka. Memasuki level SMA, ia mendapat tanggung jawab sebagai playmaker. Posisi yang membuatnya harus membaca situasi pertandingan, mengontrol tempo, sekaligus membantu rekan setim menemukan keputusan yang tepat.
Baca juga: Christian Nathanael Tiru Gerakan Curry, Antar Putra NSA ke Playoffs
Perubahan itu cukup terasa jika dibandingkan dengan masa Junior. Saat masih bermain di level SMP, Fazila mengaku lebih banyak mengandalkan kemampuan berlari untuk memberikan kontribusi di lapangan.
Aksi Fazila Vania Rifa (nomor punggung 5) saat melakukan lay-up ke arah ring, mendapat pengawalan ketat dari pemain SMAN 16 Surabaya yang mencoba melakukan blok.
"Kalau di junior kita aku kerjain cuma lari, lari, dan lari. Kalau di SMA aku lebih kontrol pace-ku. Terus kan aku di sini playmaker, ngatur tim,” katanya.
Peran baru itu bukan sesuatu yang sepenuhnya asing baginya. Di luar kompetisi sekolah, Fazila juga berlatih bersama CLS Cahaya Lestari Surabaya. Dari sana, ia mulai mendapatkan pengalaman untuk bermain sebagai pengatur serangan sekaligus belajar menjaga ketenangan ketika berada di lapangan.
Baca juga: Dari JRBL ke DBL, Novelino Fiky Abdillah Rasakan Tantangan Berbeda
Menurut Fazila, menjadi playmaker bukan hanya tentang membawa bola atau menentukan arah serangan. Ia juga harus mampu berkomunikasi dengan rekan setim tanpa membuat mereka kehilangan kepercayaan diri.
"Di klub juga udah dilatih biar jadi playmaker yang gimana, biar yang bagus, biar tenang, terus kayak ngasih tahu temennya apa yang salah, enggak usah dimarahin," tuturnya.
Proses adaptasi itu bukan hal baru bagi Fazila. Ia sudah mengenal NSA sejak level SMP, sebelum kini melanjutkan perjalanannya bersama tim SMA.
Kini, memasuki kelas 10 dan langsung menghadapi kompetisi SMA, situasinya terasa berbeda. Intensitas pertandingan membuatnya harus beradaptasi lebih cepat. Tiga pertandingan yang sudah dijalani juga menjadi proses bagi Fazila dan NSA untuk menemukan permainan terbaik mereka.
"Jujur di SMA ini mainnya agak keras banget ya, beda sama SMP. Game pertama kita kayak jelek parah sih, kita kayak kaget. Terus game kedua kita coba perbaiki, terus hasilnya game ketiga kita lumayan jauh," ujarnya.
Baca juga: Dari JRBL ke DBL, Aimee Tetap Setia Bersama NSA
Perjalanan Fazila di basket sendiri bermula sejak kelas empat atau lima SD. Awalnya, ia hanya mengikuti ekstrakurikuler. Ketertarikannya kemudian berkembang setelah melihat potensi yang ia miliki. Dukungan keluarga juga ikut membuatnya semakin serius menekuni olahraga tersebut.
Sang ayah pernah bermain basket sebagai hobi. Dari sana, Fazila merasa ada satu kemampuan yang ikut menjadi kelebihannya di lapangan, yaitu kecepatan. Dengan postur yang tidak sebesar beberapa pemain lawan, kemampuan berlari menjadi salah satu modal yang terus ia manfaatkan hingga sekarang.
Perjalanan itu juga membawanya mengikuti seleksi tim nasional kelompok usia. Meski belum berhasil melangkah lebih jauh, pengalaman tersebut memberinya gambaran tentang tuntutan basket di level yang lebih tinggi. Ia kini memilih untuk terus berkembang bersama NSA dan memperbaiki detail permainan yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Setelah kemenangan atas Sixteen, Fazila tahu masih ada bagian yang perlu dibenahi. Terutama soal ketenangan sebagai playmaker. Ia ingin lebih peka membaca kondisi tim sebelum mengambil keputusan.
"Mungkin aku sebagai playmaker harus lebih tenang. Harus tahu kondisi timnya gimana, kasih tahu pelan-pelan, terus ya enggak gopoh,” katanya.
Baca juga: Sempat Gugup, Dareen Kim Sukses Catatkan Performa Memukau di Laga Debutnya!
NSA masih memiliki perjalanan di Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North. Bagi Fazila, pertandingan berikutnya bukan hanya kesempatan untuk mengejar kemenangan, tetapi juga ruang untuk membuktikan bahwa perubahan perannya dari pemain yang banyak berlari menjadi pengatur permainan mulai menemukan bentuknya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Fazila Vania Rifa bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMAN 16 Surabaya vs Nation Star Academy Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).