Tari sejatinya menjadi dunia baru bagi Jemima Makayla Natanial, salah satu member tim dance SMAN 98 Jakarta (Stardela). 

Keinginannya untuk serius menekuni bidang ini muncul saat Jemima (sapaan karibnya) menduduki bangku SMA. Saat itu, dirinya terpukau dengan penampilan yang disuguhkan oleh Stardela. 

“Aku lihat yang lain pada bisa berkembang di dance, jadi aku minat juga buat ikut modern dance. Apalagi, aku juga bisa melatih skill dance,” ungkap Jemima. 

Sekilas, dance mungkin terlihat sebatas menghafal koreografi. Namun, bagi Jemima yang baru pertama kali terjun ke dunia ini, ada tantangan lain yang harus dihadapi.

Menurutnya, kemampuan fisik menjadi salah satu hal yang perlu terus diasah. Di saat bersamaan, ia juga harus membangun kekompakan bersama seluruh anggota tim agar bisa menghadirkan penampilan terbaik di atas panggung.

Baca Juga: Jihan Rumaisha, Dancer Multitalenta yang Punya Prestasi Akademik hingga Olahraga

Namun, berbicara soal membangun kekompakan bukan hal baru bagi Jemima. Sebelum terjun ke dunia dance, ia sempat aktif sebagai anggota marching band yang juga mengharuskannya menjaga keseragaman gerakan dan ritme bersama seluruh anggota tim.

“Dulu, aku sudah tertarik dengan musik, tapi belum pernah coba belajar. Akhirnya, baru ada kesempatan pas ada ekskul marching band di SMP. Aku sebenarnya pengin coba alat musik pukul, tapi pas seleksi diarahkan untuk pegang brass aja,” ceritanya. 

Tak butuh waktu lama bagi dara dengan tinggi 155 sentimeter itu untuk akhirnya bisa menguasai alat musik tersebut. Sampai pada akhirnya, nama Jemima tercatat sebagai salah satu partisipan Grand Prix Marching Band (GPMB) 2022.

Lomba marching band pertama yang dijalani Jemima pun berbuah manis. Ia bersama timnya sukses mengantongi gelar juara. 

Sejak itu, dirinya semakin bersinar di dunia marching band. Deretan trofi dari berbagai kejuaraan pun berhasil diamankan. Bahkan, ia membawa pulang gelar juara di kompetisi tingkat internasional bertajuk Drum Corps International pada 2024. 

“Waktu itu, ada tim dari Hong Kong, Malaysia, dan beberapa negara Asia lain. Jadi, latihannya memang cukup lama, sekitar lima sampai tujuh bulan,” ungkapnya. 

Baca Juga: Stardela Terinspirasi no na, Monysta Hadirkan Sosok Mbok Jamu

Belum lagi, Jemima juga harus cepat beradaptasi dengan aransemen yang sudah dipersiapkan oleh sang pelatih. 

Namun, dirinya mengaku telah memutuskan untuk berhenti sebagai anggota marching band karena kesibukannya sebagai siswi SMA. Ditambah, kecintaannya pada dance tumbuh semakin besar. 

Ia pun merasa puas bisa menyuguhkan penampilan terbaik bersama Stardela di AQUA DBL Dance 2026 East Jakarta, terlepas dari proses persiapan yang begitu singkat. Bahkan, Jemima sudah berangan-angan untuk bisa kembali ke panggung yang sama di musim mendatang. 

“Karena aku sekarang masih kelas XI, aku masih pengin meneruskan dance,” pungkasnya. 

AQUA DBL Dance 2026 East Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil dancer ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Lunas! Misi Revans Berhasil, Trimulia Jadi Juara DBL West Java-East 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Jakarta, Kamis, 24 September 2026
Kezia-Karen, Si Kembar yang Berjumpa Sebagai Rival di Lapangan
Jadwal dan Link Live Streaming DBL South Sulawesi, Kamis, 24 September 2026
Hasil DBL South Sulawesi: Slot Fantastic Four Telah Terisi Penuh!