Bola basket sudah menjadi bagian dari hidup Jayden Alexander Gondojoyo sejak usianya baru 5 tahun. Saat itu, ia belum tahu sejauh apa olahraga tersebut akan membawanya. Jayden hanya mengikuti kebiasaan sang Papa yang sering pergi bermain basket bersama komunitas.
Dari situlah perkenalannya dengan basket bermula. Jayden kemudian mengenal DBL Academy yang masih berlokasi di Graha Pena. Ia bahkan menjadi bagian dari generasi awal akademi tersebut. Awalnya, basket masih sebatas sesuatu yang ingin ia coba. Namun, perlahan olahraga itu mulai menemukan tempat dalam kesehariannya.
Jayden juga sempat melihat berbagai highlight NBA melalui YouTube di ponsel orang tuanya. Tayangan tersebut membuatnya semakin tertarik dengan basket. Hingga suatu ketika, sang Papa mendapat masukan dari salah satu pelatih basket Jayden bahwa ia memiliki potensi di olahraga tersebut.
Jayden memang tidak mendengar langsung percakapan itu. Ia mengetahuinya dari sang Papa.
Baca juga: Wayang hingga Gatotkaca Ramaikan Aksi Junior DBL Dance 2026 Surabaya
“Senang sekali,” ujar Jayden ketika mengingat responsnya saat tahu dirinya dianggap memiliki potensi.
Perjalanan Jayden kemudian berlanjut ke berbagai kompetisi. Ia mulai rutin bertanding sejak kelas VI SD. Jayden kemudian melanjutkan basket sekaligus bermain untuk SMP Surabaya Cambridge School Surabaya (SCS).
Kini, Jayden sudah duduk di kelas IX. Junior DBL 2026 Surabaya menjadi tahun ketiganya tampil di kompetisi tersebut sekaligus menjadi kesempatan terakhirnya bersama SCS di jenjang SMP.
Tiga musim bermain di Junior DBL membuat Jayden merasakan perubahan yang cukup besar. Ketika pertama bergabung, ia masih menjadi student-athlete yang bermain bersama kakak-kakak kelasnya. Sekarang, posisinya berbalik. Jayden justru menjadi salah satu pemain yang harus membantu dan membimbing adik-adik kelasnya.
“Sejak saya kelas VII saya dibimbing oleh kakak-kakak kelas IX. Terus sekarang giliran saya yang harus membimbing adik-adik,” katanya.
Peran tersebut ternyata tidak selalu mudah. Jayden mengaku terkadang kesulitan ketika adik-adiknya belum bisa mengikuti arahan, terutama ketika tekanan pertandingan mulai terasa.
Namun, pengalaman sebagai student-athlete yang pernah berada di posisi mereka membuat Jayden tahu bahwa proses tersebut membutuhkan waktu. Ia pun mencoba menjalankan perannya sebagai kakak kelas di dalam tim.
Baca juga: Arahan dan Apresiasi Jadi Kunci Coach Ilham Bawa Putri Vita ke Fantastic Four!
Di sisi lain, Jayden juga membawa satu target pribadi pada musim terakhirnya. Tahun lalu, SCS berhasil menjadi juara Junior DBL Surabaya. Tahun ini, ia ingin mengulang pencapaian tersebut sebelum benar-benar meninggalkan jenjang SMP.
“Pastinya mau champion lagi,” jawab Jayden ketika ditanya apakah targetnya kembali menjadi champion.
Keinginan itu juga berkaitan dengan masa depannya. Setelah lulus SMP, Jayden berencana melanjutkan pendidikan ke SMA SCS. Ia pun mulai melihat perjalanan kakak kelas yang sebelumnya pernah bermain bersamanya dan kini sudah berada di jenjang SMA.
Salah satu yang masih sering ia ajak berbicara adalah Avner Wijaya, rookie SMA SCS musim ini. Bukan selalu dalam bentuk pertanyaan khusus, tetapi obrolan tentang pengalaman mereka setelah bermain DBL dan cerita ketika Jayden sendiri sedang menjalani kompetisi.
Baca juga: Siap ke Fantastic Four, Danish Terus Mengasah Permainan Lewat Evaluasi Diri
Ada harapan bahwa suatu hari nanti Jayden bisa berada di posisi yang sama, melanjutkan perjalanan basketnya di jenjang SMA dan kembali merasakan atmosfer kompetisi yang lebih tinggi.
Sebelum sampai ke sana, Jayden masih memiliki satu urusan yang belum selesai bersama SCS.
Senin, 28 September 2026, SMP Surabaya Cambridge School Surabaya menghadapi SMPN 6 Surabaya pada babak Fantastic Four Junior DBL 2026 Surabaya. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Jayden dan rekan-rekannya untuk semakin mendekati target yang mereka bawa sejak awal musim.
SCS tampil dominan dan berhasil mengamankan kemenangan 66-27. Jayden turut memberikan kontribusi lewat torehan 15 poin, 17 rebound, dan 5 assist.
Hasil tersebut membawa SCS melaju ke partai final Junior DBL 2026 Surabaya.
Baca juga: Dulu Bermain untuk Gloria 2, Kini Valerie Menjaga Mimpi Adik-Adiknya
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)