Setiap nama yang diciptakan tentu mengandung doa dan filosofi mendalam yang dititipkan oleh keluarga. Hal itu dirasakan betul oleh student-athlete SMAN 09 Semarang, Lanang Pancar Ing Bumi.
Nama berbahasa Jawa yang diberikan oleh kakek dari garis ayahnya tersebut memiliki arti yang sangat kuat, yakni laki-laki yang memancar di bumi.
Nama unik itu tak jarang memantik rasa penasaran dari orang-orang yang baru dijumpainya. Sang kakek bahkan melanjutkan tradisi penamaan berbahasa Jawa itu pada sang adik yang diberi nama Cikal Becik Ing Bawono, bermakna kebaikan di bumi.
Jika semasa SMP ia kerap dipanggil "Lanang", memasuki bangku SMA ia mulai dipanggil dengan sapaan akrabnya "Bumi".
"Aku ngerasa kalau orang manggil nama Bumi itu lebih berkesan dan mudah diingat," ucap rookie SMAN 09 Semarang (Niners) tersebut. "Aku bersyukur dapet nama itu, dan sekarang aku mau membahagiakan orang tua lewat jalan yang paling bagus, salah satunya lewat basket."
Kisah perkenalan Bumi dengan olahraga basket pun terbilang unik. Saat masih duduk di bangku kelas 7 SMP, Bumi terbangun di tengah malam dan melihat sang ayah sedang menyaksikan serial dokumenter legendaris Michael Jordan, The Last Dance.
Lanang Pancar (jersei putih) saat menjalani debutnya di DBL Central Java-North 2026
Rasa penasaran membawa Bumi ikut menyaksikan serial tersebut bersama sang ayah hingga pagi hari.
Padahal saat itu, ia belum mengenal sama sekali olahraga basket maupun megahnya panggung NBA dan DBL.
Baca Juga: Crystal Samantha Pemborong Medali Emas Padus yang Gemilang di AQUA DBL Dance
Berawal dari ketertarikannya berkat nonton serial dokumenter, sang ayah kemudian memasukkan Bumi ke salah satu klub basket di Semarang yang menjadi tempat ia mengasah kemampuannya hingga saat ini.
Menginjakkan kaki pertama kali di lantai lapangan Sahabat Arena Semarang pada laga perdana Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-North memberikan sensasi tersendiri bagi Bumi. Nyanyian chant dari barisan suporter sempat membuat tensinya memuncak.
Meski SMAN 09 Semarang sukses menutup laga dengan kemenangan 21-14 atas SMAN 1 Kendal, Bumi merasa penampilannya belum keluar secara maksimal akibat rasa gugup.
"Awalnya pas pemanasan sudah bisa tenang, masih santai. Tapi pas di locker room dan duduk di bench, terus dengerin suara suporter, jadi makin deg-degan. Makanya merasa hari ini masih underperform," ucap Bumi.
Potret dukungan dari suporter SMAN 09 Semarang
Namun, rasa gugup di laga debut tak melunturkan ambisinya. Masih menyisakan dua musim perjalanan di SMA, pemilik nomor punggung 17 ini telah memasang target tinggi untuk karier basketnya.
"Laga selanjutnya lawan SMA Terang Bangsa, aku mau all out dan main di batas tertinggi aku. Ambisi terbesarku di DBL tentu mau bawa sekolah champion, jadi MVP, dan bisa terpilih masuk DBL Indonesia All-Star," pungkas Bumi.
Baca Juga: Hasil DBL Central Java-North: Smansa Pekalongan Comeback, Finalis Menang Sulit
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)