Kesatria SMA PB Soedirman Jakarta kembali harus merasakan pahitnya kekalahan tipis. Berhadapan dengan SMA Pusaka 1 Jakarta di final AZA 3X3 Competition 2026 East Jakarta, mereka kembali takluk dengan selisih satu poin, 6-5. Angka itu membuat mereka harus puas menyandang status runner-up.

Sejatinya, hasil dengan margin serupa juga pernah dirasakan SMA PB Soedirman atas SMA Pusaka 1 Jakarta di babak semifinal musim lalu. 

Meski rasa kecewa tak terhindarkan, setidaknya selalu ada para guru dan suporter yang setia menemani perjuangan mereka. Sebanyak 400 siswa dan 30 guru bahkan hadir langsung di Gor Ciracas, Jakarta Timur, Jumat, 2 Oktober 2026 untuk menyuntikkan semangat kepada tim kebanggaan. 

Kemeriahan suporter SMA PB Soedirman tak lepas dari tangan dingin Ibu Early Amada, seorang guru Fisika sekaligus pembina ekskul basket. 

“Dari semifinal kemarin, saya sudah coba untuk menggerakkan para guru dan murid untuk hadir mendukung dengan harapan tim basket bisa lebih semangat untuk lanjut ke final dan juara. Tapi, melihat hasil pertandingan hari ini tetap menjadi suatu kebanggaan,” ungkap Ibu Early, begitu ia disapa. 

Baca Juga: Antara Rizqy Almushaddieq, Penebusan Kegagalan, serta Misi Mulia untuk Dust

Sejak Juli lalu, pihak sekolah mempercayakan Ibu Early untuk mendampingi kegiatan ekstrakurikuler basket SMA PB Soedirman. Meski tidak memiliki latar belakang yang erat dengan olahraga tersebut, ia pun berusaha membaur dengan para penggawa. 

Dari kedekatan tersebut, Ibu Early turut menjadi tempat bagi seluruh pemain untuk menyampaikan keluh kesah. Termasuk, harapan agar dukungan terhadap tim basket dapat semakin besar. 

“Saya support semaksimal mungkin. Ketika mereka latihan setiap Selasa dan Minggu, saya hadir. Begitu juga ketika pertandingan, saya juga hadir. Mereka akhirnya merasa bersyukur karena merasa dapat support dari pihak sekolah,” ceritanya.

Di sisi lain, Ibu Early juga tidak lupa memberi apresiasi besar bagi seluruh penggawa SMA PB Soedirman yang telah mengerahkan upaya ekstra demi menyuguhkan peforma terbaik di AZA 3X3 Competition 2026 East Jakarta. 

“Persiapan mereka memang setotalitas itu. Di tengah padatnya jadwal akademik sekolah, mereka masih bisa untuk akk out latihan,” ujarnya. 

Baca Juga: Pelukan Ibu, Tempat Pulang Aisyah Khansania Setelah Berjuang di Lapangan

Ia berharap agar kekalahan yang diterima kali ini tidak membuat seluruh penggawa patah semangat. Justru, pengalaman ini bisa menjadi motivasi tambahan untuk dapat bangkit lebih kuat di musim mendatang. 

Sebagai pembina, Ibu Early pun memiliki sebuah mimpi besar bagi tim basket SMA PB Soedirman. 

“Di musim depan, saya ingin tim basket bisa ikut yang 5on5. Kalau memang belum berkesempatan, semoga tetap bisa lanjut di 3X3 bersama tim putri,” tutupnya penuh harap. 

DBL East Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Membawa Batik Lebih Dekat dengan Generasi Muda Lewat AQUA DBL Dance 2026-2027
Jadwal dan Link Streaming DBL Central Java-South 2026, Kamis, 1 Oktober 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta 2026, Jumat, 2 Oktober 2026
Preview dan Link Live Streaming Final Putra DBL East Jakarta 2026
Hasil DBL Central Java-North: Smansa Pekalongan Comeback, Finalis Menang Sulit